Soal Ini, Presiden Jokowi Mengaku Kalah dengan SBY

Soal Ini, Presiden Jokowi Mengaku Kalah dengan SBY

Selain kalah dengan SBY, Jokowi juga mengaku kalah saing dengan kerapian putra Presiden RI ke-6, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Presiden Jokowi dan SBY - Kompas.com)

JAKARTA, dawainusa.com – Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo mengaku kalah rapi dengan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu disampaikan Jokowi ketika menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat yang diselenggarakan di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3).

“Saya kalau diundang ke Demokrat siap-siap setengah hari terutama terkait pakaian. Sampai saat ini saya masih jauh terkait kerapian dengan SBY. Ini saya dari subuh siap-siapnya,” kata Jokowi.

Selain kalah dengan SBY, Jokowi juga mengaku kalah saing dengan kerapian putra Presiden RI ke-6, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca jiga: Hadapi SBY, Firman Gandeng Mantan Pengacara Antasari Azhar

“Belum selesai dengan Pak SBY, ini hadir AHY sudah muda, ganteng, pinter kalau pakaian rapi dan cling ya dengan saya lebih jauh lagi,” tutur Jokowi disambut tawa seluruh peserta Rapimnas.

Masalah terkait kerapian pakaian tersebut memang selalu dibicarakan Jokowi. Saat menghadiri Kongres Partai Demokrat di Surabaya pada 2015 lalu, ia juga menyampaikan hal ini. Akan tetapi, sampai saat ini, Jokowi mengaku selalu kalah terkait hal tersebut.

“Sampai sekarang saya merasa masih jauh sekali dalam hal berpakaian dengan Pak SBY. Ini tadi juga sama. Dari Subuh sudah pakai jas yang mana pake dasi yang mana. Karena saya harus nebak-nebak Pak SBY pakai pakaian yang mana,” ungkap Jokowi.

“Jadi sekali lagi kalau mau bersiap hadir di undangan Demokrat memang betul-betul harus rinci karena ada Pak SBY dan mas AHY,” lanjutnya.

SBY Minta Doa Restu Jokowi

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga meminta doa restu dari Jokowi. Hal itu bertujuan agar Pemilu 2019 dapat berjalan secara jujur, adil dan dilakukan secara demokratis.

“Demokrat mohon doa Presiden dan akan mendukung Presiden agar Pemilu jurdil. Presiden secara moral dan politik paling bertanggung jawab atas jurdii dan demokratis,” kata SBY.

Baca juga: Sentilan SBY Soal Pentingnya Etika Dalam Pemilu

Selain itu, SBY juga menegaskan kembali soal tanggung jawab dari Jokowi sebagai seorang pemimpin negara. Ia juga meminta agar Rapimnas tahun ini dapat berjalan dengan baik dan sukses.

“Bapak bukan hanya kepala negara, tapi pemimpin kita semua. Wajib bagi Demorat untuk memberi penghormatan yang tinggi pada pemimpinnya,” kata SBY.

Demokrat Kalah Karena Banyak Kader Korupsi

Selain mengungkapkan hal tersebut, SBY juga menyinggung soal kekalahan Demokrat dalam kontestasi politik 2014 silam. Ia mengatakan, 2014 merupakan tahun menyedihkan bagi partai yang pernah berkuasa selama 10 tahun itu.

“Pemilu 2009 Demokrat menang gemilang, tapi 2014 kami kalah perolehan menurun tajam dibanding 2009,” ungkap SBY.

Baca juga: SBY: Undang-Undang Ormas mesti Segera Direvisi

Menurut Presiden RI dua periode itu (2004-2009 dan 2009-2014), ada dua penyebab utama yang mengakibatkan elektabilitas partainya saat itu jatuh.

“Faktor kekalahan pertama karena beberapa kader kami korupsi walau beberapa partai saat itu jumlah kader yang melaksanakan korupsi lebih banyak. Alhamdulilah kader Demokrat 4 tahun terakhir terlibat korupsi jumlah sangat kecil, jauh di bawah partai lain,” jelas SBY.

Kedua, karena partai berlambang bintang mercy itu tidak memiliki dan tidak mengusung calon presiden dan calon wakil presiden. “Insya Allah pilpres 2019 demokrat usung capres dan cawapres yang paling tepat dan baik,” tuturnya.

Dengan menyadari semua itu, SBY bertekad untuk memberantas segala bentuk praktik koruptif di internal partai. Ia juga berjanji akan mengumunkan putra-putri terbaik bangsa untuk maju dalam pertarungan politik di Pilpres 2019 mendatang.

Adapun Rapimnas tersebut dihadiri sedikitnya 11 ribu kader Partai Demokrat. Rapimnas itu sendiri akan berlangsung selama dua hari. Pada hari terakhir, partai tersebut akan mengeluarkan resolusi terkait apa yang akan dilakukannya setelah Pemilu 2019 nanti.*