Soal Banjir, Ulama Jakarta Turun Tangan Sandiaga Kaget

Soal Banjir, Ulama Jakarta Turun Tangan Sandiaga Kaget

Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) Jakarta akhirnya turun tangan dalam mengkaji solusi mengatasi macet dan banjir di Jakarta. (Foto: Seorang perempuan di tengah banjir di Jakrta dan Wagub DKI Sandiaga Uno saat meninjau lokasi banjir - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) Jakarta akhirnya turun tangan dalam mengkaji solusi mengatasi macet dan banjir di Jakarta. Dilansir CNNIndonesia.com, beberapa masukan tersebut disampaikan FUHAB saat bertemu dengan Sandi di rumah dinas wakil gubernur di kawasan Kuningan, Sabtu (30/12).

“Saya surprise mereka melakukan kajian masalah reklamasi, masalah bagaimana banjir, kemacetan, juga lapangan pekerjaan,” kata Sandi.

Salah satu poin penting yang disampaikan FUHAB dalam kesempatan tersebut adalah meminta agar pemerintah provinsi DKI Jakarta melakukan pengerukan di sejumlah sungai yang ada di Jakarta termasuk sungai-sungai kecil yang berada di perkampungan warga.

Baca juga: Soal Pengusutan Kasus Novel Baswedan, Ini Tuntutan KPK ke Jokowi

“Ada 13 sungai, kita punya itu bibirnya dangkal, ini yang menyebabkan (banjir), di bibirnya itu supaya digali ke bawah sampai ke dasar laut 10 meter,” kata Ketua FUHAB Jakarta Syukron Makmun.

Syukron mengakui, untuk mengatasi persoalan banjir dan kemacetana di Jakarta memang bukan perkara mudah dan tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat. Menurutnya, butuh kesabaran dan pemetaan secara strategis agar bisa berjalan dengan baik.

“Tapi membuat pekerjaan tidak seperti membalikkan telapak tangan, perlu waktu, jadi sabar, perlu waktu, pemetaan yang konkrit sehingga berjalan baik,” tuturnya.

Sandiaga Uno bersama Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) Jakarta di rumah dinas wakil gubernur di kawasan Kuningan, Sabtu (30/12). (Foto: CNN)

Sandiaga Uno bersama Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) Jakarta di rumah dinas wakil gubernur di kawasan Kuningan, Sabtu (30/12). (Foto: CNN)

Ulama Jakarta Bicara Soal Pendidikan Mental

FUHAB tak hanya menyoroti soal banjir dan kemacetan di Jakarta. Hal lain yang juga diangkat di dalam pertemuan tersebut adalah soal pendidikan mental. Rencananya FUHAB akan menghidupkan kembali pengajian-pengajian, baik di perumahan, musala, hingga tempat-tempat kumuh di Jakarta.

“Pak Wagub sudah sejalan dengan kami untuk diadakan pengajian, supaya mental masyarakat diperbaiki, kalau perlu tiap musala ada ustaz mengajar Alquran, rukun Islam, rukun iman, sampai Isya,” ucap Syukron.

Baca juga: Kapolri: Tahun 2017 Kontak Senjata dan Bentrok Massa Paling Banyak di Papua

Dengan pengajian tersebut, Syukron berharap dapat menumbuhkan budi pekerti bagi generasi yang akan datang.

Sandi berjanji akan menampung seluruh masukan yang diberikan dan nantinya akan didiskusikan lebih lanjut terkait dengan berbagai usulan tersebut.

“Itu yang disampaikan para ulama kami akam tampung dan diskusikan,” ujarnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Jokowi menyarankan agar aliran sungai-sungai yang ada di Jakarta perlu dibersihkan dan dipelihara. Selain itu, kata dia, perlu melakukan pemeliharaan waduk-waduk tempat penampung air di ibukota.

“Kalau bisa, tambah waduk-waduk yang ada di Jakarta. Itu sudah akan sangat mengurangi sekali. Jadi Waduk Sunter, Waduk Pluit, Waduk Melati, Waduk Setiabudi, semuanya harus dikerjakan, dibersihkan terus,” ujar Jokowi yang juga pernah memimpin DKI itu.* (AT)