Meresahkan Warga, Ini Situs Jual Beli Anak yang Tergolong Sadis

Meresahkan Warga, Ini Situs Jual Beli Anak yang Tergolong Sadis

Dalam situs tersebut dilaporkan, anak-anak yang dijual ataupun dibeli berdasarkan jenis kelamin, warna kulit, kondisi kesehatan, warna mata, warna rambut, hingga berbagai kategori fisik lainya.(Foto: ilustrasi jual beli anak - ist)

KAIRO, dawainusa Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi yang canggih bagai pedang bermata dua. Di satu sisi memudahkan komunikasi manusia yang dibatasi ruang, karena bisa mendekatkan yang jauh dalam hitungan detik, dan di sisi lain melapangkan praktek kejahatan.

Melalui alat yang canggih tersebut kejahatan mendapat tempat yang memudahkannya untuk menjalar kemana-mana. Salah satu contoh untuk menegaskan hal ini, yakni sebuah situs jual beli anak secara online di Mesir yang digunakan sebagai tempat jual beli anak. Dalam situs tersebut, manusia sebagai mahluk yang bermartabat diperlakukan seperti barang atau benda.

“Kami menawatkan anak-anak dari segala umur untuk dijual kepada mereka yang tertarik untuk mengadopsi atau membeli,” tulis pernyataan dalam laman situs tersebut, sebagaimana dilansir Al-Arabiya.

Baca juga: Kasus Video Porno Anak, Polisi: Itu Dibiaya Pihak Asing

Kehadiran situs tersebut tak pelak meresahkan warga. Pasalnya, anak-anak mereka terancam dperjualkan beli dengan mudah tapa sepengetahuan mereka. Transaksi jual beli anak-anak dalam situs tersebut tergolong sadis. Aksi jual belinya sendiri sudah salah dan merendahkan martabat anak-anak yang jadi korban. Kemudian diperparah dengan patokan harga terhadap anak-anak berdasarkan kategori fisik.

Dalam situs tersebut dilaporkan, anak-anak yang dijual ataupun dibeli berdasarkan jenis kelamin, warna kulit, kondisi kesehatan, warna mata, warna rambut, hingga berbagai kategori fisik lainya. Selain itu, anak-anak yang dijual-beli dalam situs tersebut, ialah anak-anak yang baru lahir, bayi, dan balita yang orang tuanya tidak diketahui.

Awal Mula Terkuak

Terkuaknya situs yang meresahkan itu bermula dari usaha seorang pakar komputer bernama Ramy el-Gebali. Ia membuat sebuah halaman facebook untuk membantu mencari anak-anak yang hilang.

Halamana facebook tersebut kin diikuti 1,2 juta follower. Melalaui halaman facobook tersebut, para orang atau keluarga yang mengalami kehilangan anak-anak, bisa mengungggah foto melalui halaman tersebut dan nomor yang bisa dihubungi.

Baca juga: Biaya Pernikahan Kurang, Pemuda di Lombok Jual Kekasih ke Tetangga

Usaha Gebali tersebut ternyata berujung pada terkuaknya situ tersebut. Dari seorang pengguna facebook dan pengikut halaman facebook yang dibuat Gebali, diketahui adanya sebuah apartemen yang dicurigai sebagai lokasi penampungan anak-anak.

Apaterment tersebut kemudian digerebek polisi dan terungkap sebagai tempat transaksaksi jual beli anak-anak. Gebali sendiripun penasaran terkait cara pelaku menjual anak-anak tersebut.

Dari pencariannya terhadap cara pelaku itulah dia menemukan situs tersebut. Situs tersebut memang tempat penawaran anak-anak. Pelaku dari tidakan yang menciderai kemanusiaan itu adalah warga Arab dan kini tinggal di negeri Kincir Angin, Belanda.

Gebali melapor kepada polisi dan juga Departemen Perdagangan Manusia di kantor Kejaksaan Mesir. Pihak berwenang kini tengah mengambil tindakan akan kasus ini.

Catatan Peristiwa: Jual Beli Anak di Situs jualo.com

Sebagai catatan peristiwa, pada tahun 2015 lau, seorang bayi perempuan berusia satu bulan menjadi komoditas yang diperjualbelikan secara online melalui situs www.jualo.com. Bayi malang tersebut dibanderol dengan harga Rp 25 juta.

Admin berinisial ZAH mengunggah dua foto bayi malang tersebut. Pada foto pertama, bayi perempuan itu mengenakan pakaian serba putih, lengkap dengan sarung tangan berwarna seragam. Sementara pada foto kedua, bocah mungil tersebut mengenakan hoodie berwarna kuning dengan kombinasi motif garis putih, biru dan merah.

Baca juga: Episode Berdarah, Tentang 10 Pria Rohingya yang Dibantai Militer

“Minta tolong ya gk punya anak dan pingin punya anak ni saya punya anak perempuan baru umur 1 bulan bagi yg berminat silah kan hub di no 08xxxxxxxx dan harga c bisa kita bicarakan,” tulis ZA dalam iklan onlinenya.

Catatan peristiwa sebagai contoh bahwa fenomena jual beli anak melalui situs online ini nyata da pernah terjadi dan mungkin masih terjadi di Tanah Air ini.*