Siska Susanti, Paskibraka yang Meninggal di Mes Usai Latihan

Siska Susanti, Paskibraka yang Meninggal di Mes Usai Latihan

Salah satu siswi asal Kabupaten Serdang Bedagai bernama Siska Susanti dikabarkan meninggal dan tak bisa ikut melaksanakan tugasnya di Istana Negara. (Foto: Siska Susanti - Tribunnews.com)

JAKARTA, dawainusa.com Sebanyak 68 siswa-siswi terbaik yang dipilih untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berkumpul di Istana Merdeka. Mereka melakukan tugasnya untuk upacara HUT RI ke-73 yang dilaksanakan pada Jumat (17/8).

Namun ada kisah pilu yang terselip di antara para pasukan ini. Pasalnya, salah satu siswi asal Kabupaten Serdang Bedagai bernama Siska Susanti dikabarkan meninggal dan tak bisa ikut melaksanakan tugasnya di Istana Negara.

Meninggalnya siswi kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Al-Wasliyah ini membuat media sosial ramai dengan ucapan duka. Menurut unggahan rekan-rekannya di media sosial, Siska meninggal pada hari Kamis (9/8) di mes usai latihan. Ia meninggal dunia karena sesak napas dan asam lambung.

Baca juga: 5 Fakta Soal Bocah di NTT yang Panjat Tiang demi Merah Putih

Salah satu rekannya pemilik akun Krisna Simamora menyampaikan kabar tersebut lewat Facebook. Sambil mengucap berduka cita, ia juga mengunggah foto temannya tersebut.

Siska Susanti, Paskibraka yang Meninggal di Mes Usai Latihan

Siska Susanti, Paskibraka yang Meninggal di Mes Usai Latihan (Foto: Facebook)

“Selamat jalan rekan kami SISKA SUSANTI.
Kami tidak menyangka secepat itu engkau meninggalkan kami.
Semoga engkau di tempatkan di sisi Tuhan yang maha esa.
Dan keluarga diberi ketabahan.
AMIN,tulis Krisna, pada Jumat (17/8).

Kadis Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya Sergai Drs Santun Banjarnahor mengatakan, meninggalnya Siska bukan karena keletihan akibat latihan. Namun disebabkan penyakit jantung yang dideritanya.

“Siska meninggal karena penyakit jantung, bukan karena keletihan,” ujarnya seperti dilansir Merdeka.com

Siska sempat diminta mundur oleh pelatih karena riwayat penyakit jantungnya ini. Namun siswi berusia 18 tahun ini tetap ngotot ikut latihan sampai akhir. Menurut rekannya, menjadi anggota paskibraka adalah cita-citanya dan itu yang ia kejar untuk membanggakan kedua orangtua.

Ucapan duka dan bela sungkawa mengalir dari warganet. Banyak rekannya yang mengklarifikasi bahwa penyebab meninggalnya Siska adalah karena penyakit lambung, bukan jantung.

“Saya tetangganya..almarhumah mengalami sakit pada lambungnya,” tulis akun @ariechicken.

“Ya allah adek ku almarhumah siska, mohon maaf saya klasifikasi, dia meninggal bukan karna penyakit jantung dia meninggal karna sakit lambung yang di derita nya…, dia kerabat dekat dengan saya,” ungkap @c_rinaldy.

“Selalu respect buat orang2 yg mengedepankan semangat dan kerja keras demi membuat bangga org2 yg disayanginya tak peduli kondisi apapun yg menghalanginya. Semoga bisa jadi inspirasi banyak org utk mengejar impian. Dan semoga mendapat tempat terbaik di sisiNya. Amin,” ujar @pkkesuma.

Paskibraka Meninggal Dunia

Insiden paskibraka yang meninggal sebelum peringatan 17 Agustus juga terjadi tahun 2017 lalu. Seorang anggota paskibra asal Luwu Timur, Aritya Syamsuddin (17), menghembuskan napas terakhirnya tiga hari sebelum tanggal 17 Agustus 2017.

Padahal anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Mangkutana ini masih mengikuti latihan pada 12 Agustus 2017. Sehari setelah itu ia dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia di sana.

Baca juga: 4 Sosok Paskibraka Cantik, Pembawa Bendera Pusaka 4 Tahun Terakhir

Selain itu, anggota Paskibra Kecamatan Serai Serumpun, Jambi, Agung Zainal Abidin (16), meninggal dunia usai upacara penurunan bendera, Rabu (17/8/2016). Usai melakukan penurunan bendera, dia tiba-tiba mengeluh sakit, diduga karena kelelahan.

Zainal sempat dibawa ke puskesmas, tetapi nyawanya tak tertolong. Dia mengembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju RS Tebo setelah mendapat perawatan di puskesmas.

Cerita yang sama juga terjadi di NTT. Anggota Paskibra Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur bernama Kristian Natalis Luis (16) meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di Jalan Negara Maumere-Paga tepatnya di Napung Langir, Desa Tebuk, Kecamatan Nita, Selasa (12/8/2014).

Kecelakaan bermula saat korban bersama temannya bernama Yoseph Ronaldo (16) mengendarai sepeda motor Yamaha Mio tanpa plat nomor polisi. Dia hendak pergi ke tempat latihan Paskibra di Nita.

Dalam perjanan, sepeda motornya menabrak truk bernomor polisi EB 2411 AB yang dikemudikan Fransiskus Saverius (35) warga Koja Mota, Desa Nirangkliung, Kecamatan Nita, yang datang dari arah berlawanan. Akibatnya korban menghembuskan nafas terakhir di lokasi kejadian.

Pada tahun 2009, calon anggota pasukan Paskibraka Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ramdani (17) meninggal dunia di halaman rumah dinas Bupati Garut, Kamis (2/4). Peristiwa tersebut terjadi saat pemberian ucapan selamat kepada 60 orang yang lolos menjadi calon anggota Paskibraka, dari jumlah peserta seleksi sebanyak 233 orang yang berasal dari SMA/SMK se-Kabupaten Garut.

Menurut Ketua Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Garut, Cecep Syafa’atul Barkah, kematian siswa kelas XI SMK Cilawu tersebut, diduga akibat luapan emosi kegembiran. Dugaan tersebut, tambah Cecep, diperkuat dengan kondisi almarhum yang saat itu dalam keadaan sehat.*