Singgung Agama Hindu, Made Darmawati Minta Maaf
Desak Made Darmawati /Ist

Dawainusa.com – Video seorang dosen, Made Darmawati yang diduga singgung agama Hindu viral di media sosial hingga menimbulkan berbagai macam reaksi publik.

Dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta itu akhirnya meminta maaf tarkait dengan pernyataannya itu.

Dilansir dari RRI.co.id, Senin (19/4/2021), Desak Made Darmawati pun meminta maaf atas pernyataannya tersebut.

https://www.youtube.com/watch?v=dY_6fGPd7Ag

Baca jugaKemenlu Dalami Keberadaan Joseph Paul Zhang

Made Darmawati Minta Maaf

Desak Made Darmawati, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada umat Hindu atas dugaan pelecehan agama yang disampaikannya lewat ceramah.

“Setelah memperhatikan masukan, saran dan kritik dari berbagai pihak, maka dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati saya mengakui dan menyadari bahwa pernyataan saya telah melukai masyarakat atau umat Hindu dan pemuka Hindu serta kehidupan umat beragama yang harmoni di dalam masyarakat kita,” kata Made Darmawati, seperti dikutip Antara, Senin (19/4/2021).

“Oleh karena itu, dengan kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf kepada segenap masyarakat atau umat Hindu dan pemuka agama Hindu serta segenap masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Pernyataan maaf Made Darmawati disampaikan dalam pertemuan khusus di kompleks Pura Mustika Dharma, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (17/4) malam.

Baca jugaPBNU Angkat Bicara soal Pria yang Mengaku Nabi ke-26

Permintaan maaf itu disaksikan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama (Kemenag) Tri Handoko Seto, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya, Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro, serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Sebelumnya video ceramah dosen tersebut pun viral di media sosial.

Dalam video itu dia menceritakan pengalamannya saat menganut agama Hindu, beberapa tahun lalu. Dirinya tidak bermaksud mengina atau menyingung agama Hindu.

“Saya tidak bermaksud dan memiliki niat untuk menistakan dan mengolok-olok agama Hindu dan masyarakat atau umat Hindu. Hal ini disebabkan semata-mata karena kelemahan dan kelalaian saya,” katanya.

Made Darmawati menyatakan siap bertanggung jawab, termasuk konsekuensi hukumnya, namun dia berharap masyarakat dapat menerima permohonan maafnya serta menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan.

“Permintaan maaf ini tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan kejadian ini telah menyadarkan saya untuk tidak mengulangi lagi dan jadi pembelajaran,” kata Made Darmawati.*