Sindiran Keras Mahfud MD ke Fahri Hamzah Soal Drama Sarumpaet

Sindiran Keras Mahfud MD ke Fahri Hamzah Soal Drama Sarumpaet

JAKARTA, dawainusa.com Kebohongan Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya dan dikeroyok masa membuat tegang seluruh masyarakat tak terkecuali kaum elite. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, termasuk orang merasa terusik dengan peristiwa tersebut.

Mahfud tak hanya marah kepada Ratna, tetapi juga kepada politisi PKS, Fadli Zon yang menyamakan sandiwara kebohongan yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet dengan kegagalan Mahfud menjadi cawapres.

Fahri sempat bertanya kepada Mahfud menyebut kabar bohong dengan mengungkit batalnya Mahfud diusung sebagai calon wakil presiden yang dipasangkan dengan Joko Widodo. Berikut pertanyaan Fahri yang dilontarkan lewat akun Twitternya.

Baca juga: Soal Kebohongan Ratna, Ini Komentar Lima Selebritis Tanah Air

Pengen nanya prof @mohmahfudmd. Apakah janji istana sampai jahit baju putih untuk  cawapres itu adalah HOAX? Kalau @DennyJA_WORLD kan memang Konsultan Timses… (emoji) kalau istana menyebar HOAX yg dipidana siapa? Presiden, Mensekneg atau Nusron? (emoji),” tulisnya.

Menanggapi Fahri Hamzah, Mahfud mengeluarkan sindiran keras. Ia membalas tudingan Fahri dengan mengungkit kasus korupsi e-KTP.

Berikut jawaban Mahfud:

Tak usah dilayani, Fahzri. Dulu @Fahrihamzah jg bilang tak ada korupsi e-KTP krn dirinya sdh keliling di ruangan2 DPR tak ada uang korupsi itu. Nyatanya, Pelakunya mengaku dan siap  jd justice collaborator. Skrg dia mencampuraduk antara “berita bohong” dan “berita nyata“,” jawab Mahfud.

Diberitakan sebelumnya, Mahfud sempat memberikan pembelaan kepada Ratna Sarumpaet jika benar mengalami penganiayaan. Melalui akun Twitternya, Mahfud mengutuk jika pelaku terungkap. Namun, kalau ternyata kasus itu hanya permainan politik, maka pemainnya yang harus dikutuk.

Sebab, ia mengatakan kalau dirinya baru bertemu dengan seorang dokter ahli bedah. Kemudian, dokter itu menyampaikan kalau ada kejanggalan pada luka Ratna Sarumpaet. Ia menuliskan, kejanggalan pada kedua kelopak mata Ratna Sarumpaet.

Yakni, luka di kedua bagian kelopak kiri dan kanannya terlihat agak aneh. Terakhir, ia pun mengajak pengikutnya untuk menunggu perkembangan selanjutnya. “Itu kita kutuk, kalau benar terjadi,” kata Mahfud.

FZ-RMy-SU Harus Tanggung Jawab 

Mengetahui bahwa apa yang dialami oleh Ratna Sarumpaet adalah suatu kebohongan Mahfud lantas meminta para penyebar berita soal penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet bertanggung jawab lantaran polisi telah membantah isu itu melalui penyelidikan dan ada pengakuan dari Ratna sendiri.

Mahfud menyebut tiga inisial nama sebagai pihak yang harus bertanggung jawab. “Siang ini sudah terbukti kan? Tinggallah kini penyebar beritanya seperti FZ, RMy, dan SU mempertanggungjawabkan,” kata Mahfud Md lewat akun Twitter resminya, @mohmahfudmd.

Baca juga: Sejumlah Fakta di Balik Penangkapan Ratna Sarumpaet

Mahfud tegas meminta para perekayasa berita bohong soal Ratna bertanggung jawab. Ia sendiri mengakui sempat menyatakan simpati kepada Ratna. Pernyataan Mahfud menjawab pertanyaan pengguna Twitter soal rekayasa kasus Ratna.

“Tanyakanlah itu kepada yang merekayasa berita bohong. Mereka yang harus jawab. Saya sih terlanjur menyatakan simpati dan empati kepada Ratna dan meminta Polri mengusut penganiayaan. Eh, ternyata beritanya bohong,” kata Mahfud.

“Maka saya usul penyebar beritanya dijerat UU ITE dengan ancaman penjara 6 tahun,” imbuh Mahfud.

Soal Dugaan Penganiayaan Ratna Sarumpaet

Diketahui, dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet diungkap oleh tim Prabowo-Sandiaga. Pihak Prabowo-Sandi menyatakan Ratna dianiaya pada 21 September 2018 malam di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Peristiwa itu disebut terjadi setelah Ratna menghadiri sebuah konferensi internasional di Bandung. Polisi menemukan bukti yang membantah dua hal tersebut. Dari hasil penyelidikan polisi, tudingan itu tidak terbukti karena pada 21 September, Ratna diketahui menjalani perawatan di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Dari penyelidikan polisi tidak menemukan fakta-fakta adanya penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet. Saat ditanya mengenai kepastian hoaks-tidaknya kabar penganiayaan Ratna, polisi menegaskan fakta temuan penyelidikan berbeda dengan informasi yang disampaikan pihak terkait Ratna.

“Ya sudah, faktanya begitu,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat ditanya soal kesimpulan kabar penganiayaan adalah hoaks.*