Sindiran Keras Hotman Paris untuk yang Ngotot Ganti Presiden

Sindiran Keras Hotman Paris untuk yang Ngotot Ganti Presiden

JAKARTA, dawainusa.com Pengacara Kondang Hotman Paris Hutapea mengeluarkan sindiran keras untuk mereka yang ngotot ingin ganti presiden.

Melalui akun Twitternya pada Jumat dini hari Jumat (31/8), Hotman mengunggah sebuah foto pria memakai kaus yang bertuliskan kalimat sindiran, membuat panas telinga mereka yang selama ini menginisiasi dan melakukan gerakan tersebut.

“Seribu kali ganti PRESIDEN pun kalau kamu pemalas hidupmu tetap akan SUSAH,” begitu kalimat yang tertulis pada kaus hitam yang dipakai seorang pria bertopi. Hotman tak menuliskan caption apapun pada foto yang ia unggah.

Baca juga: Larang Aksi #2019GantiPresiden, Sebuah Ekspresi Kepanikan Pemerintah

Namun, ribuan nitizen memberikan komentarnya pada postingan itu. Berikut ini sebagian dari komentar nitizen yang dirangkum dari Tribunnews.com.

“Klo saya pro presiden republik Indonesia, siapapun presidennya, 2019 ganti attitude, ganti pola pikir, kerja keras,”

“Orang susah tetep ada sepanjang sejarah indonesia ngga ada kaitan ganti presiden,”

“Ini baru pendapat logis bang hotman,”

“setuju… yg gak setuju itu biasanya orang yg punya mental subsidi, jangan cuma sibuk cari lowongan kerja dong.. harusnya kalian yg bisa menciptakan lapangan kerja tersebut.. apa gunanya kalian sekolah tinggi kalo cuma buat mengembangkan usaha orang lain ?,”.

Sindiran untuk #2019GantiPresiden juga pernah dilontarkan oleh Presiden Jokowi saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018 di  Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Jokowi mengatakan yang berhak mengganti presiden adalah rakyat. Tentu semua itu juga atas kehendak Allah SWT.n”Kalau rakyat berkehendak bisa, kalau rakyat nggak mau bisa. Yang kedua, ada kehendak dari Allah SWT,” katanya, yang disambut tepuk tangan relawan. “Masak pakai kaus itu bisa ganti presiden? Nggak bisa,” tambahnya.

Diketahui, deklarasi #2019GantiPresiden memang sedang marak di Indonesia. Tak hanya di media sosial, para pendukung tagar tersebut bahkan beraksi di banyak kegiatan.

Di sejumlah daerah, deklarasi ini dibubarkan di sejumlah daerah. Hal inipun menuai pro kontra di kalangan masyarakat maupun tokoh penting di tanah air.

#2019GantiPresiden Gerakan Kampanye Sebelum Waktu

Sebelumnya, Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla turut memberikan tanggapannya soal deklarasi #2019GantiPresiden. Ia mengatakan, deklarasi #2019GantiPresiden menjadi gerakan kampanye sebelum waktunya.

“Itu pasti bagian daripada kampanye yang belum waktunya. “Tapi, kalau mau kampanye jangan bilang ganti presiden, bilang pilih ini pilih ini,” kata Kalla di kantor wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (28/8).

Baca juga: Debat Seru Ahmad Dhani dan Ngabalin Soal #2019GantiPresiden

JK berharap cara penyampaian aspirasi politik dapat dilakukan dengan cara yang santun. “Jadi dengan sopanlah. Bahwa memang tempatnya pemilu itu memang cuma dua pilihannya, tetap presiden atau presiden terganti,” ujar JK.

Kalla pun tak sependapat jika kejadian itu disebut makar dan mengkhawatirkan kejadian dapat berlanjut menjadi konflik.

“Enggaklah, kalau makar sih engga. Bahwa tidak pada tempatnya dan takut terjadi konflik,” ungkapnya.

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto mengimbau politisi menahan diri agar tidak membuat suasana menjadi tambah panas. Sebab, saat ini tahapan Pemilu 2019 sedang berjalan.

“Yang penting ialah masyarakat terutama politisi bisa menahan diri untuk tidak membuat suasana menjadi terlalu panas,” kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin 27 Agustus 2018.*