Sindir Petahana, Prabowo: Timses itu Teknis, Pelemahan Rupiah Krusial

Sindir Petahana, Prabowo: Timses itu Teknis, Pelemahan Rupiah Krusial

JAKARTA, dawainusa.comBakal calon presiden Prabowo Subianto mengatakan, persoalan tim sukses adalah persoalan teknis, namun persoalan rupiah terkait dengan urusan bangsa. Oleh karena itu, pelemahan rupiah menjadi persoalan utama yang harus segera diselesaikan .

Prabowo seakan mau mengatakan bahwa inilah alasannya kenapa koalisinya belum mengumumkan komposisi tim sukses. Untuk sekarang, koalisi lebih mengutamakan persoalan ekonomi alih-alih urusan teknis pilpres 2019.

“Masalah ekonomi adalah persoalan bangsa, ini masalah fundamental bangsa yang muncul di mana-mana. Bagaimana kita harus hati-hati terhadap rupiah dan bertanggung jawab, dan kami tidak mau bicara tanpat perhitungan,” ujar Prabowo dalam konpers di rumahnya, di Jakarta, Sabtu (8/9).

Baca juga: Jokowi Dinilai Tak Serius Soal Penyelesaian Kasus HAM Munir

Sebagaimana yang dilansir Antara, Prabowo mengakui bahwa dalam pertemuan, koalisi lebih cenderung membahas pelemahan rupiah secara objektif dengan dukungan data dan fakta yang ada. Pertemuan ini dilakukan karena permintaan berbagai kalangan.

Prabowo mengakui bahwa ada banyak orang yang menanyakan kepadanya dan Sandi mengenai persoalan ini. Mengenai Timses, itu bisa diselesaikan dalam beberapa hari kedepan. Itulah alasan, kenapa pernyataan terkait pelemahan rupiah mendesak bagi koalisi untuk dibahas.

“Kita mau hati-hati, kita mau tenang, kita mau bertanggung jawab, kita tidak mau grusak grusuk, kita tidak mau bicara tanpa perhitungan. Jadi dalam hal ini, kita tadi punya pakar-pakar juga, kita punya pelaku-pelaku ekonomi ini, kita kumpulkan sehingga kita hasilkan sikap seperti ini,” ungkapnya.

Terkait timses, Prabowo mengatakan bahwa mereka memiliki 13 hari lagi, sehingga masih ada waktu untuk membahas komposisi. “Tanggal 20 September kami harus menyampaikan kepada KPU terkait timses,” jelas Prabowo.

Menurut Prabowo, persoalan timses tidak punya kendala prinsip, karena proses di koalisi relatif alamiah dan akan diumumkan pada waktunya. Ia mengatakan bahwa koalisinya tidak akan melakukan “impor pemain” dan akan menggunakan “paket hemat” dalam komposisi tim suksesnya.

Koalisi Prabowo-Sandi Prihatin Dengan Melemahnya Nilai Tukar

Pertemuan yang dilakukan menghasilkan pernyataan politik. Pernyataan politik yang dibacakan oleh Sandiaga menggarisbawahi keprihatinan koalisi terhadap melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar. Koalisi berpendapat bahwa ada dua faktor yang menyebabkan persoalan ini.

Faktor tersebut adalah defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan. Partai oposisi juga menegaskan bahwa saat ini, fundamental ekonomi kita sangat lemah. Rapuhnya fundamen ini disebabkan oleh disorientasi arah pembangunan.

Baca juga: Moratorium Pengiriman TKI, Suburkan Praktik Perdagangan Manusia

“Antara lain tidak berhasilnya pemerintah dalam mendayagunakan kekuatan ekonomi rakyat sehingga kebutuhan pangan semakin tergantung pada impor seperti beras, gula, garam, bawang putih, dll,” tutur Sandi,

Partai oposisi menyarankan pemerintah untuk lebih hati-hati dalam mengambil langkah perekonomian. Koalisi juga menyarangkan agar pemerintah mengoptimalkan ekonomi nasional dengan mengurangi kecenderungan impor pangan, barang konsumsi, dan barang mewah.

Menurut mereka, impor tersebut tidak mendesak, terkait dengan pemborosan. Koalisi dan mempengaruhi kenaikan harga bahan pokok. Sandiaga dengan demikian menekankan betapa pentingnya efisiensi anggaran.

“Mengurangi secara signifikan pengeluaran-pengeluaran APBN & APBD yang bersifat konsumtif, seremonial, dan yang tidak mendorong penciptaan lapangan kerja,” tutur Sandiaga. Pernyataan politik koalisi dengan demikian konsisten dengan fokus koalisi yang menyoroti persoalan ekonomi.

Pernyataan Koalisi Strategi Membendung Berita Erick Thohir

Terkait konpers tersebut, analisis dari pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menarik untuk dipahami. Ia menilai bahwa pernyataan politik Prabowo-Sandi dikeluarkan untuk meminimalisir pemberitaan mengenai penetapan Erick Thohir.

“Prabowo sepertinya ingin meniadakan pemberitaan momen Erick Thohir yang sedang naik podium mendekat ke petahana malam ini,” ungkap Adi seperti yang diberitakan CNNIndonesia.

Baca juga: Dapat Bonus dari Jokowi, Jonatan Christie Bangun Masjid di Lombok

Menurut Adi, kedua kubu sedang mencari celah dan berusaha mengambil momentum. Adi mengatakan, dalam situasi sekarang, kedua kubu mencoba untuk terus menarik perhatian publik. Pernyataan politik Prabowo-Sandi dinilai seksi karena mempersoalkan ekonomi. Apalagi, bahasa koalisi cenderung menuding.

Berbeda dengan pengakuan Prabowo-Sandi, pengamat mengatakan bahwa pernyataan politik yang menjual ekonomi kerakyatan tersebut dikeluarkan agar koalisi tidak kehilangan muka. Kubu Jokowi-Ma’aruf sudah mengumumkan tim, sedangkan Prabowo-Sandi belum menemukan kesepakatan.

Intinya, usaha oposisi ditujukan untuk melawan narasi petahana, sekaligus membuka kegairahan baru bagi pendukungnya dengan melontarkan argumentasi ekonomi. Adi menambahkan, bila semangat pendukung tidak dirawat, oposisi akan semakin ciut sebab kehilangan dominasi atas wacana.*