dawainusa.com “Lukman Prananto” menjadi salah satu kata kunci yang paling banyak dicari di mesin pencari Google. Nama ini juga banyak dibahas di Twitter.

Kehebohan ini terkait cuitan kontroversial Lukman yang mengkritik dengan keras kebijakan Presiden Jokowi.

Baca juga: NTT Relatif Aman Corona, Doni Monardo Apresiasi Langkah Pemprov

Bahkan ia tak segan menggunakan kata kasar saat menyerang beberapa pejabat, antara lain terhadap juru bicara pemerintah RI untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam cuitannya itu.

Kritiknya ini banyak dipertanyakan karena pada saat yang sama ia adalah pejabat di sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Lukman Prananto.

Pencarian di Google
Kata kunci yang paling banyak dicari – ist

Siapa Lukman Prananto

Dalam biodata di Twitter, Ia menyebut diri sebagai Vice President of Strategic Partnership and Investment PT PP Energi.

PT Pembangunan Perumahan Energi adalah anak perusahaan PT Pembangunan Perumahan (Persero)/PP, BUMN yang bergerak di bidang perencanaan dan konstruksi bangunan.

Lukman Prananto

PP Energi bergerak di bidang pengembangan sumber daya energi sepeti Minyak & Gas, Pengembangan dan Operasi Pembangkit Listrik, Energi Terbarukan, Pembiayaan Energi dan Perdagangan Komoditas.

Salah satu cuitan Lukman yang banyak disorot adalah tulisannya, “Mau udah sejuta dokter dan perawat gugur, terus presiden kita pidato heroic dan bilang udah nemuin obat corona, seketika itu dia akan dipuji habis2an kok dengan tema “lebih baik terlambat…”. Gitu aja terus sampe di Indonesia tinggal nyisa dia, keluarganya, dan LBP.”

Lukman Prananto
Salah satu Lukman Prananto – Tweeter

Lukman Prananto Beri Komentar ke Cuitan Jokowi

Pada 24 Maret 2020, Lukman sempat memberikan komentar terhadap cuitan Joko Widodo mengenai lockdown.

Joko Widodo mengatakan alasan Indonesia tidak menerapkan lockdown, kemudian Lukman menilai bahwa presiden malas mengurusi logistic serta alokasi dana. “Bilang saja males ngurus logistic dan alokasi duit kalau lockdown,” komentar Lukman

Menurut warganet komentar tersebut tidak pantas dilontarkan pada saat negara tengah mengalami pandemi, sebab hanya akan memperkeruh keadaan.

Hal ini membuat banyak warganet menanyakan soal status Lukman tersebut ke akun resmi PT PP (Persero). Menanggapi banyaknya pertanyaan netizen, akun tersebut menjawab: “Saat ini, yang bersangkutan sudah bukan karyawan PP Energi lagi,” komentar akun tersebut.*