Setelah Ahok Bebas, Ini yang Akan Dilakukan PKS

Setelah Ahok Bebas, Ini yang Akan Dilakukan PKS

Setelah Ahok bebas pada Agustus mendatang, partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap menerima mantan Geburnur DKI Jakarta itu. (Foto: Ahok - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan, siap menerima mantan Geburnur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok setelah bebas dari penjara pada Agustus mendatang. Hal ini disampaikan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera pada Kamis (12/7).

“Ya kalau orang sudah tobat kan bersih lagi. PKS selalu terima, orang yang tobat, baik,” kata Mardani, di Workroom Coffee, Cikini, Jakarta Pusat.

Mardani pun menyatakan, Ahok perlu diapresiasi karena mau menjalankan masa hukumannya tanpa banding setelah Pengadilan Negeri Jakarta Utara menvonisnya dua tahun penjara atas kasus penistaan agama.

“Emang beliau sudah melalui jalannya, mendoakan yang terbaik buat Pak Ahok, segera menikah katanya, dan terus berkontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Mardani.

Baca juga: Ahok Tolak Pembebasan Bersyarat, NasDem pun ‘Angkat Topi’

Sebagaimana diketahui, pernyataan Mardani ini berbanding terbalik dengan sikap PKS saat Ahok terjerat kasus penistaan agama. Saat itu, partai ini menjadi salah satu pihak yang kencang mengusulkan Ahok dipenjara akibat dugaan penistaan pada Surat Al-Maidah 51.

Penistaan tersebut terjadi beriringan dengan Pilgub DKI 2017. Saat itu, PKS bersama Gerindra mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang pada akhirnya menjadi pemenang.

Atas kasus tersebut, Pilgub DKI Jakarta 2017 pun kental dengan sentimen agama, seperti anjuran untuk memilih cagub beragama Islam. Bahkan, sempat tersebar spanduk haram menyalatkan pendukung Ahok dan serangkaian aksi bela Islam.

Diminta Jadi Penasihat

Wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno turut mengomentari kabar Ahok yang akan bebas pada Agustus mendatang. Ia mengatakan, setelah Ahok bebas dirinya ingin bertemu langsung dengan mantan Bupati Belitung Timur itu dan mengaku ingin meminta saran perihal kebijakan-kebijakan yang pernah dilakukan pendahulunya itu.

“Sudah sempat sampaikan, terus saya bilang kalau nanti dia berkenan, tolong sampaikan ke saya. Saya mau banyak bicara, mau minta saran, kebijakan-kebijakan sebelumnya, filosofi pemikirannya,” ucap Sandiaga.

Baca juga: Soal Isu Selingkuh Grace dengan Ahok, PSI Desak Polisi Ungkap Pelaku

Awak media sempat menanyakan kemungkinan Ahok ditempatkan sebagai Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang masih kosong. Menanggapi hal itu Sandiaga menilai Ahok tepat masuk dalam tim tersebut. Menurutnya, Ahok punya kapasitas mengisi posisi tersebut.

“Masih dalam pembicaraan. Cocok juga itu (Ahok jadi tim TGUPP),” kata Sandiaga.

Semenetara itu sebelumnya, pendukung Ahok dalam Pilkada DKI 2017 sekaligus pendiri BTP (Basuki Tjahaja Purnama) network, Jack Lapian menyarankan Ahok jangan lagi masuk ke ranah politik dengan menjadi fungsionaris partai, kepala daerah atau pejabat pemerintah pusat.

Menurut Jack Lapian, sebaiknya Ahok lebih tepat berkiprah di lembaga non politis. “Saran dari saya, Pak BTP lebih bagus di PBB atau lembaga internasional selepas keluar dari penjara,” katanya.

Soal Ahok Bebas

Kakak angkat Ahok Nana Riwayatie mengungkapkan, kabar Ahok bebas di bulan Agustus mendatang di dapat keluarga dari kuasa hukum. Nana mengatakan, Ahok bakal bebas bersyarat setelah menjalani hukuman 1 tahun dua bulan sejak menerima vonis 9 Mei 2017 lalu.

“Waktu itu ngomong-ngomong sama lawyer, hitungannya (bebas bersyarat), Agustus, emang hitungannya Agustus,” kata Nana.

Adapun bebas bersayarat Ahok didapat setelah Ahok mendapatkan remisi. Nana sendiri tak bisa memastikan tanggal berapa Ahok mendapatkan bebas bersayarat itu. “Boleh keluar 4 jam untuk kerja-kerja,” katanya.

Baca juga: Benarkah Ketum PSI Grace Natalie Selingkuh dengan Ahok?

Namun meski begitu, Nana mengatakan, bebas bersyarat ini tidak akan diambil oleh Ahok untuk keluar sel. Menurutnya, Ahok akan tetap menjalani hari-harinya di dalam tahanan.

Alasan lain kata Nana adalah keluarga melarang Ahok keluar sel. Hal itu dikarenakan pihak keluarga khwatir pihak-pihak yang tidak suka dengan Ahok akan mencari jalan agar ayah dua anak itu kembali mendekam di dalam tahanan.

“Ahok nggak mau ambil, risakn, takut, sekarang dia lagi sibuk nulis,” kata Nana.*