Dawainusa.com – Sering duduk terlalu lama rupanya tidak hanya akan menyiksa punggung. Jika tidak diimbangi dengan olahraga atau gerak tubuh yang teratur, ada lima hal yang perlu Anda waspadai dari kebiasaan tersebut.

Gangguan Tidur

Duduk Terlalu Lama berakibat gangguan tidur
Foto: Pixabay

Ketika Anda duduk terlalu lama di kursi hingga berjam-jam, gravitasi dan sirkulasi yang jelek dapat menyebabkan cairan terbentuk di kaki bagian bawah.

Ketika kemudian Anda berbaring untuk tidur, cairan tersebut berpindah ke otot-otot dan jaringan pada leher.

Hal itu bisa membuat tenggorokan Anda bengkak, kata Douglas Bradley, M.D., direktur The Centre for Sleep Medicine dan Circadian Biology di University of Toronto.

Bisa jadi Anda lalu merasakan kesulitan menghirup udara dan bahkan mungkin berhenti bernapas beberapa saat sepanjang malam.

Inilah yang disebut sleep apnea, yang bisa membuat penderita merasa seperti zombie keesokan harinya. Tak ada gairah dan energi.

Menimbun Lemak

Menimbun Lemak Akibat Duduk Terlalu Lama
Foto: Pixabay

Bukan hanya membuat kalori bertumpuk di tubuh. Sebuah penelitian terhadap kultur sel menemukan bahwa duduk terlalu lama mendorong sel tubuh membentuk dua kali lebih banyak lemak.

Tidak hanya lebih banyak, lemak tubuh juga terbentuk secara lebih cepat dibanding jika Anda sedang berdiri. Ini berarti, Anda sedang menambah timbunan lemak yang buruk.

“Ketika kita duduk atau berbaring pada sel-sel lemak, mereka memproduksi lebih banyak trigliserida, tipe lemak yang dapat meningkatkan risiko stroke,” tulis Amit Gefen, Ph.D., seorang biomedical engineer di Tel Aviv University, Israel.

Gula Darah Naik

Kelamaan duduk bikin gula darah naik
Foto: Pixabay

Setiap kali Anda menyantap makanan, gula darah Anda naik tinggi. “Anda pun mengalami empat jam aktivitas penyimpanan kalori dalam tubuh,” jelas James.

Penelitian baru-baru ini menunjukkan, kebiasaan duduk terlalu lama bisa membuat proses yang sebenarnya normal ini menjadi berbahaya.

Ketika orang yang sehat mengurangi setengah jumlah langkah yang mereka lakukan per hari, gula darah naik cepat setiap setelah makan. Tak peduli apa yang dimakan.

“Kenaikan tinggi gula darah setelah makan berhubungan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2,” kata John P. Thyfault, Ph.D., professor of exercise physiology di University of Missouri.

Aktifitas Otak Menurun

Aktifitas Otak Menurun Karena Kelamaan Duduk
Foto: Pixabay

Ya, semakin Anda terlalu lama duduk, semakin mungkin Anda terperosok ke dalam keadaan yang disebut “senior moments”.

Pusat memori Anda memang menurun seiring pertambahan usia, namun efek samping dari gaya hidup sedentary dapat mendorong proses tersebut menjadi lebih cepat.

Sebaliknya, aktivitas fisik dapat meningkatkan ukuran pusat memori, kata penulis peneliti, Kirk Erickson, Ph.D., dari University of Pittsburgh.

Penggumpalan Darah di Paru-paru

Penggumpalan Darah di Paru-paru
Foto: Pixabay

Aktivitas yang sangat sederhana, seperti bernapas, dapat memburuk karena terlalu banyak menghabiskan waktu dengan duduk. Terlalu lama duduk meningkatkan resiko pembentukan pulmonary embolism, atau dikenal dengan penggumpalan darah pada paru-paru.

“Berlama-lama duduk membuat aliran darah melambat, sehingga lebih mungkin membentuk gumpalan. Dan ini dapat bersarang di paru-paru Anda,” jelas Christopher Kabrhel, M.D., M.P.H, emergency medicine physician di Massachusetts General Hospital.

Semakin lama Anda duduk, risikonya pun semakin tinggi. Karenanya, imbangi aktifitas Anda dengan olahraga yang teratur, agar keseimbangan metabolisme tubuh dapat terjaga dengan baik.*