Seorang Warga Ponu Mengaku Dianiaya Rombongan Bupati TTU

Seorang Warga Ponu Mengaku Dianiaya Rombongan Bupati TTU

KEFAMENANU, dawainusa.com – Yoakim Ulu Manehat, seorang warga dari RT 002/RW 001, Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengaku dianiaya oleh rombongan Bupati Kabupaten TTU, Raymundus Sau Fernandes, saat melakukan kunjungan ke desa tersebut.

Kejadian itu bermula ketika Bupati TTU dan rombongannya tiba di desa Ponu pada Jumat (21/12) siang, untuk mengunjungi lokasi SP1 yang direncanakan untuk menjadi lokasi tambak garam oleh Pemerintah Kabupaten TTU.

Baca jugaGubernur Papua: Momen Natal, Tidak Boleh Ada TNI dan Polri di Nduga

Kronologi Kejadian

Yoakim menuturkan, karena Bupati dan rombongan tiba lebih awal di lokasi tambak garam, ia bersama sejumlah warga lain menyusul ke sana untuk menyampaikan keluhan mereka kepada orang nomor satu di Kabupaten TTU itu.

“Saya minta tolong supaya sosialisasikan ke kami dulu, karena kami lahan SP 1 sekitar 300 hektar ini setiap tahun kami kerja sawah. Kalau bapak sudah jadi tambak garam, kami ini mau harap apa lagi,” terang Yoakim seperti dilansir Pos Kupang, Jumat (21/12).

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, tutur Yoakim, Bupati TTU dua periode itu turun dari mobil dan menanyakan kapasitas Yoakim sehingga berani bertanya tentang lokasi tambak kepada bupati.

“Dia turun, kemudian dia bilang lu mau apa? Lu sebagai apa? Dia kejar saya teputar-teputar, mereka mau pukul saya tidak bisa, akhirnya sopir, ajudan, dan kepala dinas keroyok saya. Mereka banting saya, mereka cekik saya disini,” jelas Yoakim.

Tidak hanya sebatas mencekik lehernya, lanjut Yoakim, ajudan, supir dan kepala dinas perikanan juga ikut menendang dirinya.

Baca jugaLatar Indonesia, Saat ‘Malam Kudus’ Diciptakan 200 Tahun Lalu

“Mereka tendang saya. Yang sopir nama Man itu tendang saya, mereka tendang saya sampai terjatuh ke tanah. Akhirnya Pak Bupati datang, saya lari lagi. Lari sekitar 15 meter, saya menghindar, akhirnya orang tua dong tegur bilang pulang sudah,” terangnya.

Karena merasa nyawanya terancam, tambah Yoakim, ia kemudian lari meninggalkan lokasi tersebut. Banyak orang tua yang berada di sekitar lokasi kejadian juga turut menyarankan agar ia kembali ke rumahnya.

“Saya juga pulang ke Ponu, tiba-tiba Kasat Pol PP datang dari Atambua ikut saya di rumah. Habis itu mereka bawa saya ke Polsek Ponu untuk ambil keterangan. Saya sudah ambil keterangan disana tapi mereka bilang harus ke Polres. Saya juga ikut ke Polres. Saya sudah lapor di Polsek Ponu tadi,” jelasnya.

Menurut Yoakim, ia hanya ingin meminta kepada Bupati TTU dan pihak perusahaan garam agar memberikan sosialisasi kepada masyarakat pemilik sawah sehingga masyarakat dapat mengetahui manfaat kehadiran tambak garam di desa Ponu tersebut.

“Kami minta Pak Bupati dan pihak perusahaan garam kasih kami sosialisasi dulu, supaya kami tau manfaatnya apa. Saya minta begitu. Dia kejar saya, saya angkat tangan minta maaf bapak. Saya ini hanya masyarakat, saya hanya minta tolong sosialisasi kepada kami,” ungkap Yoakim.

Bupati TTU Bantah Aniaya Warganya

Menanggapi pertanyaan wartawan terkait adanya aduan warga soal penganiayaan tersebut, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes menjelaskan, tidak benar bahwa dirinya bersama rombongan menganiaya warganya atas nama Yoakim Ulu Manehat.

“Kalau informasi begitu tidak benar. Saya hanya tanya, kalau saudara maki-maki begini tujuannya apa? Sebenarnya kalau mau pukul-pukul saja. Saya juga tidak berdekatan karena dihalangi oleh ajudan dan banyak orang yang ada disitu. Bukan hanya satu dua orang. Saya tidak mendorong. Tidak ada keuntungan kalau saya mendorong,” jelasnya kepada Pos Kupang, Sabtu (22/12).

Baca jugaPrabowo Akan Hadiri Natal Nasional Gerindra di Atambua

Terkait pengakuan Yoakim Ulu Manehat mengenai adanya penganiayaan, Raymundus menjelaskan, hal itu hanya pengakuan dia saja, sebetulnya tidak ada aksi penganiayaan.

“Jadi pengakuan dia, silahkan itu dia punya hak. Mengalihkan dari tindakan dia menghalang-halangi pemerintah untuk melihat SP2 dan SP1 itu dia punya hak,” tegasnya.*

COMMENTS