Kisah Pilu Seorang Balita yang Melarang Ayahnya Bertugas di Kapal Selam
Ayah dan Balita/Ist

Dawainusa.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang balita melarang ayahnya bertugas di kapal selam viral di media sosial dan mengundang haru.

Video tersebut merekam momen seorang balita yang sedang bercanda mengunci pintu kamar agar ayahnya tidak pergi bertugas di kapal selam.

Dilansir dari TribunNews, Sabtu (24/3/2021), dalam video tersebut diketahui sang ayah bernama Letnan Satu (Lettu) Imam Adi bersama sang balita sebelum bertugas di KRI Nanggala 402.

Baca jugaJoe Biden Ajak Kelompok G7 Bertindak Soal Kerja Paksa Cina

Momen Balita Melarang Ayahnya Bertugas di Kapal Selam

Di bagian awal video tersebut terlihat balita yang mengenakan kaus putih itu tengah berusaha menghalangi ayahnya keluar dari sebuah ruang berukuran kecil yang diperkirakan kamar tidur.

Karena sesuai dengan rekaman video tersebut terdapat perkakas kasur berseprai, lengkap beserta ornamen bantal, juga gulingnya.

Seraya memegang handle pintu ruangan tersebut, beberapa kali balita bertubuh mungil itu mendorong ayahnya.

Mungkin saking jengkelnya, sang anak pun merengek seraya terus memaksa sang ayah agar tidak meninggalkan ruangan tersebut.

“Enggak enggak enggak enggak,” rengek sang anak.

Balita yang sepintas menjengkelkan itu justru memantik rasa gemas dari sang ayah yang tak berhenti tertawa cekikikan sejak detik awal hingga akhir video tersebut.

“Papa mau pipis,” ucap sang ayah seraya merangkul sang anak.

Di penghujung video tersebut. Sang anak terlibat percakapan dengan orang lain yang merekam momen tersebut.

Di duga adalah ibunda dari sang anak.

“Kenapa enggak boleh kerja. Disuruh di rumah aja. Papa mau pipis. A pakai pampers,” tanya ibunda.

Sambil berdiri menempel ke dinding, sang anak dengan polosnya, menjawab bahwa dirinya sengaja ingin mengunci ayahnya itu di dalam kamar.

“Enggak. Dikancing (dikunci). Enggak mau,” ujarnya.

Diketahui, video berdurasi 44 detik beredar di media sosial setelah diunggah oleh sebuah akun Instagram (IG) bernama @airmenzone sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (23/4/2021).

Video tersebut telah dilihat 4.639 kali dan telah menuai 25 komentar.

Akun tersebut membubuhi narasi, bahwa video tersebut merupakan rekaman momen terakhir seorang kru Kapal Selam KRI Nanggala 402, dengan anaknya.

Pria berpakaian lengan panjang warna hitam itu, merupakan Lettu Laut (P) Imam Adi, dan anaknya berjenis kelamin laki-laki berinisial A.

Informasinya, Lettu Laut (P) Imam Adi bertugas sebagai Kadiv PIT dalam pelayaran kapal selam yang dijuluki ‘Monster Laut’ buatan industri Howaldtswerke, Kiel, Jerman Barat, yang hilang kontak di perairan Bali sejak Rabu (21/4/2021) lalu.

“A seakan punya firasat bahwa akan ada musibah yang akan menimpa ayahnya.

Saat ayahnya akan bertugas di KRI Nanggala 402, beberapa hari lalu.

A memaksa dan menahan sang ayah untuk tidak bekerja. A bahkan mengunci sang ayah di dalam kamar.

Ayah A bernama Lettu Laut (P) Imam Adi, termasuk dalam 53 awak kapal selam Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali,” tulis akun tersebut.

Berdasarkan postingan akun kedua IG tersebut. Video tersebut diperoleh dari akun IG bernama @larasputrim, yang diduga merupakan istri dari Letkol Laut (P) Iman Adi.

Ia mengaku meminta maaf kepada anaknya A yang tidak bisa menghalangi Lettu Laut (P) Imam Adi untuk pergi dalam tugas pelayaran kapal selam, dengan mengunci di dalam kamar tersebut.

A tetap bergandengan tangan sama mama ya nak. Maafin mama ga bantu A ikut ngunci papa di kamar,” tulis akun IG @larasputrim.

Apalagi, ia juga mengaku bahwa suaminya itu seperti merasakan petanda aneh berupa rasa khawatir yang tak biasa, sebelum berangkat bertugas.

“Baru kali ini papa berangkat layar penuh dengan kekhawatiran. Mama hanya bilang; Papa mau kemana toh Paa, kan cuma layar kok kayak mau pergi kemana,” jelasnya.

Kini, ia hanya bisa berdoa semaksimal mungkin. Dan berharap bahwa suaminya itu tetap kuat dalam situasi sulit itu hingga tim penyelamat bisa menemukan kapal selam tersebut.

“Maafin mama. Maafin mama ya Pa, mama sekarang bantu doa yang kenceng. Semoga Papa dan kru bisa kembali lagi ke pelukan keluarga dengan sehat dan selamat,” harapnya.

“Papa jangan menyerah, jangan pernah. Mama yakin papa kuat, papa bisa kembali lagi sama mama dan A,” pungkasnya.

Lettu Laut (P) Imam Adi merupakan perwira Akademi Militer (Akmil) angkatan tahun 2011, dan lulus tahun 2015.

Debut karir anak sulung dari tiga bersaudara itu sebagai perwira Angkatan Laut (TNI-AL), dimulai saat bertugas di KRI Kapitan Pattimura, selama dua tahun.

Sebelum akhirnya berdinas di KRI Nanggala 402 pada tahun 2017.

Bapak satu anak itu, sempat menempuh pendidikan di Korea dan Los Angeles, Amerika Serikat.

Sejak kecil ia telah bercita-cita sebagai perwira TNI-AL.

Demi menggapai keinginannya itu, Imam bahkan rela tak melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Brawijaya, Malang.

Ayahanda Lettu Laut (P) Imam Adi, Edy mengaku, anak pertamanya itu sempat mengirimkan kabar mengenai keberangkatannya berlayar dengan KRI Nanggala 402, pada Senin (19/4/2021) sore.

Tepat, dua hari sebelum sebelum kapal selam berjuluk ‘Monster Laut’ yang dinaiki anaknya beserta 52 orang lainnya itu, dikabarkan hilang komunikasi (lost contact) di perairan laut sis utara Pulau Bali.

Melalui pesan singkat, ungkap Abah Edy sapaannya, bahwa anaknya itu berpamitan untuk pergi bertugas, sekaligus minta didoakan agar lancar dan selamat selama menjalankan misi di dalam kapal.

“Setiap kali akan pergi tugas, dia (Lettu Imam Adi) selalu memberi kabar, baik itu melalui pesan singkat atau telepon.

Isinya ya minta doa agar selamat dan lancar,” katanya saat ditemui TribunJatim.com, di kediamannya, Semare, Kraton, Pasuruan, Jumat (23/4/2021).

Hingga Jumat (24/4/2021) malam, belum ada kepastian hasil proses pencarian tim penyelamat, terkait Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di perairan sisi utara Pulau Bali, Rabu (21/4/2021).

Balita Larang Ayahnya Bertugas
Foto/Ist

Baca jugaBegini Kronologi Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang Kontak

Sang Aya: yang Merekam Menantu Saya

Video viral anak laki – laki bersama seorang pria yang diduga Letnan Satu (Lettu) Imam Adi, salah satu prajurit di KRI Nanggala 402 mendapat tanggapan dari keluarga.

Edy Sujianto atau akrab disapa Abah Edy, ayah Letnan Satu (Lettu) Imam Adi, salah satu personel KRI Nanggala 402 itu membenarkan video tersebut.

“Iya itu anak saya (Imam Adi) bersama cucu saya,” kata Abah Edy, Jumat (23/4/2020) malam.

Dia menyampaikan, video itu direkam oleh menantunya istri Lettu Imam Adi pada hari Senin, hari keberangkatan anaknya bertugas bersama KRI Nanggala 402.

“Yang merekam menantu saya. Saya dikirimi melalui whastapp,” sambung dia.

Ia sempat heran melihat tingkah laku cucunya itu. Tak seperti biasanya, cucunya ini tidak memperbolehkan papanya atau Lettu Imam Adi berangkat bertugas.

“Biasanya kalau dipamiti ya biasa saja. Kemarin sampai pintunya ditutup, papanya benar – benar tidak boleh pergi,” ujar dia.

Namun, sekali lagi, ia tidak ingin memikirkan hal – hal aneh. Ia tidak ingin mengaitkan kejadian cucunya yang tidak memperbolehkan anaknya pergi itu dengan kejadian ini.

“Mungkin hanya kebetulan saja,” ungkapnya.

Lettu Imam Adi ini masuk Akademi Militer (Akmil) tahun 2011. Yang bersangkutan lulus Akmil tahun 2015.

Dia mengawali karirnya sebagai perwira Angkatan Laut (Laut) dengan dinas di KRI Kapitan Pattimura selama dua tahun. Setelah itu, 2017, ia dinas di KRI Nanggala 402.

Sebelum dinas di KRI Nanggala 402 ini, yang bersangkutan sempat menempuh pendidikan di Korea dan Los Angeles, Amerika Serikat.

Lettu Imam Adi adalah anak kandung dari Edy Sujianto dan Azizah. Ia anak pertama dari tiga bersaudara. Ia memiliki dua adik kandung, satu laki – laki dan satu perempuan.

Sejak kecil, Lettu Imam Adi ini memang sudah memiliki cita – cita sebagai perwira TNI. Meskipun, ia sempat menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya selama empat semester.

Saat itu, yang bersangkutan mengambil Fakultas Hukum UB. Di pertengahan kuliah, ia mendaftar sebagai taruna Akmil hingga akhirnya dinyatakan lulus.

Lettu Imam Adi ini sudah menikah dan dikaruniai satu anak berusiq 2,5 tahun.

Ia dan keluarga kecilnya tinggal di Surabaya meski ia asli dan lahir sebagai orang Semare, Kraton, Pasuruan.