Sekjen FUI Serukan Dukungan terhadap Gerakan #2019GantiPresiden

Sekjen FUI Serukan Dukungan terhadap Gerakan #2019GantiPresiden

JAKARTA, dawainusa.com Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath meminta kepadal semua organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam FUI agar mendukung gerakan #2019GantiPresiden.

Hal itu disampaikan Khaththath melalui akun Twitternya bernama @Muhamma41969069, Selasa (28/8).

“Sbg Sekjen FUI, saya menyerukan kpd semua ormas yg bergabung dg FUI utk mendukung deklarasi 2019 Ganti Presiden,” tulis Khaththath.

Baca juga: Dampak Larangan #2019GantiPresiden bagi Jokowi

Cuitan Khaththath tersebut merupakan sebuah tanggapan atas pernyataan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan yang menyampaikan bahwa gerakan #2019GantiPresiden tersebut bukan merupakan sebuah kampanye.

Dengan merujuk pada hal ini, Khaththath juga meminta kepada semua pihak yang telah terlibat dalam gerakan itu agar tidak boleh takut serta terus melakukan aksi tersebut.

Akan Timbul Kegaduhan

Gerakan #2019GantiPresiden ini sendiri sudah mendapat kecaman dan kritikan dari sejumlah kalangan. Salah satunya ialah datang dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia menilai gerakan tersebut hanya akan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Karena itu, ia mendukung berbagai sikap yang telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk melarang aksi tersebut.

Baca juga: Melihat Sejumlah Penilaian Soal Gerakan #2019GantiPresiden

“Ngapain sih ribut-ribut. Ya ndak papa (dilarang) dari pada bentrok,” kata Luhut di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (27/8).

Luhut sendiri heran bahwa ada berbagai pihak yang berusaha untuk melakukan provokasi melalui #2019GantiPresiden itu. Padahal, jelas dia, semua pihak mesti menyambut pesta demokrasi dalam Pilpres 2019 nanti dengan tenang.

Ia juga membantah soal berbagai narasi yang beredar bahwa pemerintah  telah melakukan tindakan represif, yakni dengan melarang aksi #2019GantiPresiden itu. “Enggak ada yang represif, siapa yang represif. Siapa yang bilang?” tutur dia.

Melahirkan Kebencian

Kritikan lain juga datang dari Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada Wawan Masudi. Bagi dia, gerakan ini berpotensi melahirkan suatu kebencian terhadap kepala negara.

Dasar pernyataannya itu ialah bahwa ia melihat, dalam gerakan tersebut arah politik mereka sama sekali tidak jelas. Kelompok yang menggagas dan memobilisasi aksi ini dinilainya tidak menunjukkan keberpihakan politik mereka secara terang-terangan.

Baca juga: Rocky Gerung Soal #2019GantiPresiden Disebut Makar

Sejauh ini, demikian Wawan, aksi #2019GantiPresiden yang disuarakan oleh artis Neno Warisman dan Ahmad Dhani tersebut belum menunjuk keberpihakan politik mereka pada salah satu pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilpres 2019.

Yang ada, jelas dia, mereka hanya berusaha memengaruhi masyarakat Indonesia agar pada 2019 nanti, Presiden Indonesia harus diganti tanpa secara pasti akan digantikan oleh siapa.

Dengan itu, kata dia, aksi tersebut menunjukkan prilaku mereka yang hanya ingin mengdiskreditkan pemimpin yang sedang berkuasa.

“Memang tidak ada kejelasan dari kampanye atau mendiskreditkan pemimpin yang berkuasa. Jadi ini memang situasi yang dilematis dari gerakannya sendiri,” ujar Wawan, Selasa (28/8).

Dongkrak Partisipasi Politik

Sementara itu, salah satu penggagass gerakan ini, yakni Mardani Ali Sera justru menilai bahwa aksi #2019GantiPresiden tersebut  dapat mendongkrak partisipasi publik dalam perpolitikan Indonesia.

Ia menerangkan, gerakan tersebut merupakan bagian dari ekspresi kebebasan berserikat dan berpendapat yang dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia untuk menghadapi dan menanggapi berbagai fenomena politik di tanah air.

Baca juga: Gerakan #2019GantiPresiden akan Mendongkrak Partisipasi Politik

“Gerakan #2019GantiPresiden ini bagian dari kebebasan berkumpul dan berserikat serta menyatakan pendapat. Justru gerakan ini sudah memberi kontribusi bagi terwujudnya partisipasi aktif warga bagi proses politik yang terjadi,” ujar Mardani di Jakarta, Minggu (26/8).

Gerakan #2019GantiPresiden ini, terang Mardani, sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas demokrasi di negara ini. Sebab, kata dia, demokrasi pada hakikatnya ialah kedaulatan  berada di tangan rakyat.

Karena itu, partisipasi masyarakat dalam sebuah negara demokratis seperti di Indonesia ini menjadi sangat penting dan mesti terus ditingkatkan.

“Semua proses deklarasi kami selalu ikuti prosedur baik dalam mendapatkan izin atau pemberitahuan kegiatan. Kami juga buat publikasi sesuai kemampuan. Jadi, ini gerakan yang transparan, damai, tertib dan penuh keceriaan,” tutur dia.*