Sejumlah Sapi di NTT Tewas Tersambar Petir
Beberapa sapi milik warga di NTT yang tewas tersambar petir - Foto: Antara

KUPANG, dawainusa.com – Sejumlah sapi milik warga di dusun lima Kolana, Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas setelah disambar petir pada Kamis (5/12).

Dilansir dari ANTARA, berdasarkan keterangan Camat Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Yusak A Ulin, jumlah sapi yang tewas itu ada 14 ekor. Ia mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.00 WITA saat hujan deras mengguyur wilayah desa tersebut.

Baca juga: Viktor Laiskodat Disebut sebagai Gubernur yang Hanya Bisa ‘Omong’

“Iya benar, ada 14 ekor sapi yang mati diduga akibat tersambar petir bersamaan dengan hujan sore tadi,” kata Yusak A Ulin di Kupang.

Ulin menjelaskan, dari informasi terakhir, sejumlah sapi yang tewas itu masih berada di lokasi kejadian. Diketahui, sapi tersebut merupakan hewan ternak milik sejumlah warga di desa itu yang digembalakan secara lepas bebas.

“Saya belum dapat info lagi, apakah sejumlah ekor sapi itu akan dikubur atau mungkin dagingnya dipotong-potong untuk dibagikan kepada warga setempat,” tutur dia.

Warga Harus Waspada

Seperti diketahui, saat ini, wilayah NTT telah memasuki musim hujan. Oleh karena itu, Ulin sendiri mengungkapkan kepada setiap warga agar terus berantisipasi.

Ia mengatakan bahwa ketika keluar rumah di saat hujan dan petir, setiap warga diharapkan untuk selalu berhati-hati. Sebab, ia tidak ingin ada warga yang ditimpa kejadian serupa.

“Bisa saja kejadian serupa akan menimpa warga setempat. Itu yang saya kuatirkan. Karena itu, saya minta warga untuk hati-hati keluar rumah jika sedang terjadi hujan disertai halilintar,” ujar Ulin.

Baca juga: Viktor Laiskodat Dinilai Gagal Mempimpin NTT

Selain itu, Ulin juga menghimbau agar pada saat hujan tiba, warga diharapkan untuk tidak boleh berteduh di bawah pepohonan. Sebab, hal itu sangat potensial akan adanya bahaya tersambar petir.

Untuk diketahui, selain bencana petir yang menyambar 14 ekor sapi itu, pada saat yang sama, ada satu unit rumah di desa tersebut yang ambruk rata tanah akibat angin Puting Beliung yang melanda wilayah desa.

“Tadi juga ada angin puting beliung. Satu rumah yang sedang dibangun ambruk. Bersyukur tak ada korban jiwa,” tutup Ulin.*