Sejumlah Fakta di Balik Penangkapan Ratna Sarumpaet

Sejumlah Fakta di Balik Penangkapan Ratna Sarumpaet

JAKARTA, dawainusa.com Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Ratna Sarumpaet, ditangkap polisi di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Kamis 4 Oktober 2018 malam.

Ratna ditangkap terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks atas penganiayaan yang menimpa dirinya beberapa waktu lalu.

Berikut fakta-fakta yang dirangkum Dawainusa.com atas penangkapan terhadap Ratna Sarumpaet:

Baca juga: Benny K. Harman: Nota Politik Buat Petrus Bala Pattyona

1. Ditangkap Saat Hendak Pergi ke Chile

Pihak kepolisian menangkap Ratna Sarumpaet di Bandara Soetta, saat dirinya hendak ke Santiago, Chile untuk menghadiri “The 11th Women Playwrights International Conference 2018” .

Kepolisian mengambil langkah sigap karena mengkhawatirkan Ratna akan seperti Habib Rizieq Shihab menghindar dari kasus yang menjeratnya dengan pergi ke luar negeri.

2. Ke Chile “Disponsori” Pemprov DKI Sebesar Rp60-70 Juta

Ratna ditangkap saat hendak ke Chile. Keberangkatannya ke Chile ternyata bukan mendadak, karena Ratna sudah mengajukan sponsor untuk pembiayaannya berangkat ke Chile ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sejak 31 Januari 2018, atau jauh sebelum dirinya terjerat kasus hoaks.

Menurut Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro, sponsori Ratna ke Chile merupakan hal biasa. Sebab, Ratna dianggap memiliki keahlian di bidang seni, sehingga wajar saja bila pemerintah daerah membiayainya.

Ia pun menyatakan anggaran yang dikeluarkan untuk Ratna berangkat ke Chile sebesar Rp60-70 juta, di antaran untuk tiket, uang saku, dan hotel.

Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

3. Resmi Ditetapkan Tersangka dan Terancam 10 Tahun Penjara

Pada penangkapan Ratna ternyata pihak kepolisian juga sudah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus penyebaran hoaks.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Ratna akan dikenakan Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan juga dengan UU ITE Pasal 28. “Kita junctokan Pasal 45 ancamannya 10 tahun,” ujarnya.

4. Dicekal Imigrasi Berpergian ke Luar Negeri

Pihak Imigrasi juga resmi mengeluarkan surat pencegahan untuk berpergian ke luar negeri terhadap Ratna Sarumpaet. Surat permohonan pencegahan diajukan Polda Metro Jaya, dan Ratna dicekal untuk 20 hari ke depan sejak 4 Oktober 2018.

5. Rumahnya Digeledah dan Sejumlah Barang Disita

Penangkapan Ratna diiringi pemeriksaan dan dilanjutkan dengan penggeledahan rumahnya. Dari rumah Ratna di Jalan Kampung Melayu Kecil V no 24, Tebet, Jakarta Selatan menyita sejumlah barang untuk mengumpulkan bukti hoaks yang dibuatnya.

Di antaranya ada laptop, beberapa kartu ATM, serta buku bank sejak tahun 2016. Handphone Ratna pun turut disita.*