Sejumlah Fakta di Balik Pembunuhan Karyawati Bank di Lembang

Sejumlah Fakta di Balik Pembunuhan Karyawati Bank di Lembang

BANDUNG, dawainusa.com Pembunuhan sadis yang dialami Karyawati bank, Ela Nurhayati hingga saat ini masih misterius. Perempuan 42 tahun itu ditemukan tewas dengan penuh luka tusuk di tubuhnya di sekitar tempat tinggalnya di Pangragajian, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Kapolsek Lembang, Kompol Dedi Hermayadi, korban saat ditemukan warga sedang bersama anaknya, berinisial MA. Warga mendengar suara tangisan dan kemudian menghampiri rumah tersebut.

Anak korban yang terlihat menangis itu kondisi bajunya berlumuran darah. “Saat kejadian, korban sedang ditemani anaknya yang berkategori anak berkebutuhan khusus (ABK),” ujarnya seperti dikutip Okezone, Selasa (11/9).

Baca juga: Pramugari Ini Dipecat Gara-Gara Dilamar Kekasihnya Saat Penerbangan

Kejadian tersebut didapati warga sekira pukul pukul 11.50 WIB. Di rumah korban juga tidak ditemukan adanya barang yang hilang, sehingga diduga kuat perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan.

Fakta-fakta di Balik Pembunuhan Ela Nurhayati

Polisi terus melakukan penyelidikan kasus pembunuhan Ela Nurhayati. Berikut fakta yang terungkap seperti dilansir Kompas.com:

1. Anak korban menangis dan minta tolong

Salah satu warga bernama Deni Irawan (36) mengatakan, saat kejadian itu dirinya mendengar seorang anak menangis dan berteriak minta tolong. Deni dan sejumlah warga segera menolong anak tersebut dan mengajak untuk pergi ke rumahnya.

“Saat itu pintu gerbangnya dalam keadaan terkunci. Saat terbuka, saya masuk dengan bapak-bapak lainnya. Ketika yang lain menenangkan si anak, saya ke belakang dan melihat darah. Saya langsung pusing kalau lihat darah, langsung saya balik lagi. Sepertinya ada korbannya di dekat pintu,” kata Deni di lokasi kejadian, Selasa (11/9).

Setelah mengetahui ada korban tergeletak di dalam rumah, warga pun segera melapor ke polisi. Kabid humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menambahkan, korban ditemukan warga sekitar pukul 11.50 WIB setelah saksi melihat anak korban yang menangis sambil membawa ponsel dan pakaian yang berlumuran darah di rumah korban

2. Polisi temukan senjata tajam ada didekat tubuh korban

Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andiko mengatakan, polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah korban.

“Hasil olah TKP ada bekas luka di tubuh korban, tapi masih didalami. Saat ini kami masih mencari keterangan para saksi,” jelasnya.

Tidak ada barang hilang di kediaman korban. Namun begitu, polisi menemukan ada benda tajam di sekitar jasad korban.

“Tidak ada yang hilang, tapi ada benda tajam di sekitar mayat,” kata Trunoyudha. Ela ditemukan telungkup bersimbah darah di ruang tamu.

3. Saksi kunci dan barang bukti yang diamankan polisi

Berdasar hasil olah tkp dan penyelidikan sementara, salah satu saksi kunci pembunuhan Ela adalah anak kandunganya sendiri. Anak kandungnya yang merupakan anak berkebutuhan khusus diketahui ada saat kejadian tersebut terjadi.

“Keterangan anak korban ini merupakan saksi kunci karena ada di situ (di TKP),” kata Trunoyudho di Bandung, Kamis (13/9).

Ada pun barang bukti yang yang diamankan yakni satu buah senjata tajam (pisau dapur). Satu pasang sandal perempuan dan dua unit ponsel milik korban dan anak korban.

Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Niko Nurallah Adiputra menjelaskan, korban tinggal sendiri di rumahnya. Namun pada saat kejadian, anak korban yang diketahui berkebutuhan khusus ini sedang bersama korban. Anak tersebut diantarkan mantan suami korban pada 7 September 2018.

“Hanya saja pas jam kejadian di TKP hanya ada dua orang, yakni korban dan anaknya,” ujar Niko.

Saat ini penyidik telah memintai keterangan terhadap delapan orang saksi, termasuk anak korban. Namun, karena anak korban berkebutuhan khusus, penyidik mendatangkan saksi ahli.

4. Korban adalah karyawati bank yang jarang bersosialisasi

Kabar pembunuhan Ela Nurhayati pun membuat gempar warga sekitar. Sedikt warga yang mengenal Ela, karena korban diketahui sibuk bekerja dari pagi hingga malam. Deni, salah satu warga, mengatakan, korban adalah pribadi yang baik dan ramah namun jarang keluar rumah.

“Korban sudah tinggal di sini sendiri, kalau anaknya sama suaminya, kecuali libur panjang biasanya diantar mantan suaminya ke sini,” katanya.

Kasus ini tengah diselidiki oleh Polres Cimahi dibantu Ditkrimum Polda Jabar. Polisi mengamankan barang bukti berupa sebuah senjata tajam (pisau dapur), sepasang sandal perempuan dan dua unit ponsel milik korban dan anak korban.*