Dawainusa.com Buronan Federal Bureau of Investigation (FBI), Russ Albert Medlin mendadak diperbincangkan publik usai ditangkap polisi karena menyewa PSK anak di bawah umur di Jakarta.

Pada Senin (15/6/2020), pria asal Amerika Serikat ini ditangkap Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di kediamannya di kawasan Jalan Brawijaya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Baca juga: Tak Mampu Bayar Swab, Ibu Hamil Ini Kehilangan Bayi dalam Kandungannya

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, Medlin juga sempat tersandung kasus pelecehan anak berusia 14 tahun saat berada di Amerika Serikat.

Selain karena tindakan bejatnya membayar anak-anak di bawah umur untuk melampiaskan nafsunya, Medlin juga diketahui sebagai buronan FBI kasus penipuan investasi.

Buronan Federal Bureau of Investigation (FBI), Russ Albert Medlin - ist
Buronan Federal Bureau of Investigation (FBI), Russ Albert Medlin – ist

Sejumlah Fakta Buronan FBI Terlibat Prostitusi Anak

Berikut beberapa fakta menarik terkait kasus prostitusi anak yang melibatkan buronan FBI tersebut.

1. Ditangkap usai bersetubuh dengan tiga perempuan di bawah umur

Awal penangkapan Medlin bermula ketika warga curiga banyak perempuan muda yang keluar masuk rumahnya.  Berdasarkan informasi warga, polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Penggeledahan di rumah tersebut dilakukan dan Medlin pun tertangkap di sana. Yusri menjelaskan bahwa Medlin mengaku telah menyewa jasa PSK di bawah umur.

“RAM minta dicarikan perempuan yang masih anak di bawah umur kepada tersangka A (perempuan, sekitar usia 20 tahun, warga negara Indonesia) melalui pesan WhatsApp. Kemudian, tersangka A mengenalkan dengan korban atas nama SS yang masih berusia 15 tahun,” kata Yusri seperti diansir dari Kompas.com, Kamis (18/6/2020).

Setelah berkomunikasi via WhatsApp dengan SS, Medlin meminta perempuan tersebut untuk mengajak teman-temannya. Dari kesepakatan itu, SS mengajak dua temannya yang berinisial LF dan TR.

“Mereka dijanjikan diberikan imbalan uang masing-masing sebesar Rp 2 juta,” kata Yusri.

2. Minta direkam selama berhubungan badan

Tidak cukup hanya berhubungan badan, Medlin rupanya mempunyai kebiasaan merekam semua aksinya itu.

Diduga hal tersebut untuk kesenangan pribadi. Bahkan, dia sempat meminta anak yang lain untuk merekam aksi tersebut. Polisi pun menduga Medlin tergolong seorang pedofilia.

“Pelaku merekam video menggunakan HP pelaku dan meminta bantuan salah satu anak untuk memegang HP pelaku, sementara pelaku melakukan hubungan layaknya suami istri,” kata Yusri.

Buronan Federal Bureau of Investigation (FBI), Russ Albert Medlin - ist
Russ Albert Medlin Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di kediamannya – ist

3. Buronan FBI

Dalam proses pemeriksaan yang dilakukan polisi, terungkap bahwa Medlin merupakan buronan Federal Bureau of Investigation (FBI).

“Russ seorang buronan Interpol berdasarkan Red Notice-Interpol dengan control number: A-10017/11-2016, tanggal 4 November 2016 tentang informasi pencarian buronan Interpol United States yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 2019 dan tercatat tersangka RAM,” kata Yusri.

Berdasarkan Red Notice-Interpol tersebut, Russ pernah melakukan penipuan investor sekitar 722 juta dollar AS atau dengan menggunakan modus penipuan investasi saham.

Berdasarkan temuan ini, pihak Polda Metro Jaya mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut dengan FBI untuk penanganan Medlin.

4. Punya catatan kriminal pelecehan anak

Kegemaran Medlin berhubungan badan dengan anak-anak sudah tampak sejak dia di Amerika Serikat. Dia diketahui berstatus residivis kasus pelecehan anak yang masih berumur 14 tahun.

“Yang bersangkutan merupakan residivis kasus pelecehan seksual anak di bawah umur di Amerika dan sudah didakwa dua kali pada tahun 2006 dan tahun 2008, dihukum penjara selama dua tahun oleh Pengadilan Distrik Negara Bagian Nevada, AS,” kata Yusri.

Bukan hanya berhubungan badan, Medlin rupanya juga melakukan hal yang sama, yakni merekam video ketika sedang berhubungan badan.

5. Polisi kejar muncikari

A diketahui sebagai seorang perempuan berusia 20 tahun yang berperan menyalurkan perempuan di bawah umur untuk dipertemukan kepada Medlin. Namun, kini A belum ditangkap pihak kepolisian.

“Masih ada DPO lagi yang masih kami kejar, inisial A yang menyiapkan anak-anak kecil,” kata Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Roma Hutajulu, Selasa (16/6/2020).

Dia memastikan bahwa dalam waktu dekat akan menangkap muncikari prostitusi anak tersebut.*