Dawainusa.com – Aksi sejumlah bocah di Bogor yang membeli 4 sapi kurban seharga 100 juta sukses mengundang perhatian publik.

Pasalnya anak-anak ini membeli sapi kurban dari hasil tabungan uang jajan selama 10 bulan.

Melansir TribunNews pada Jumat (31/7/2020), aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah bocah dari Kampung Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Baca jugaDemi Mengerjakan Tugas Sekolah, Sejumlah Anak di Maumere Datangi Kantor Polsek Alok

Beli 4 Sapi Kurban dari Tabungan Uang Jajan

Diketahui sekelompok bocah tersebut membeli empat ekor sapi kurban seharga Rp 100 juta.

Aksi yang menginspirasi dari para bocah ini tidak lepas dari jerih payah mereka menabung uang jajan Rp 10.000 selama 10 bulan.

Abu Bakar Sidik alias Iki bersama ke-25 temannya rela menyisihkan uang jajannya sehari-hari sejak tahun lalu.  Mereka punya impian berkurban di Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Aksi sekelompok bocah yang masih duduk di bangku sekolah ini membuat warga di lingkungan tempat tinggalnya merasa bangga. Bahkan tak sedikit yang merasa haru.

Iki menceritakan, ini bukan kali pertama dirinya bisa membeli sapi kurban.

Di tahun sebelumnya, Iki bersama tujuh temannya melakukan hal yang sama dengan membeli satu ekor sapi kurban.

Aksi Iki bersama tujuh temannya menginspirasi teman-teman lain di lingkungan rumahnya untuk ikut berpartisipasi menabung membeli hewan kurban.

Alhasil, tahun ini Iki berhasil mengajak 25 temannya untuk ikut menabung.

Kini dengan banyaknya anak yang ikut menabung, mereka mampu membeli empat ekor sapi kurban.

“Tahun kemarin beli satu sapi, sekarang beli empat.

Sebenarnya ada 28 anak yang ikut nabung buat beli kurban, tapi yang dua orang keluar jadi tinggal 26 anak,” kata Iki, Kamis (30/7/2020).

Iki dikenal sebagai orang yang paling berpengaruh di antara teman-teman sepermainannya.

Dia juga yang mempunyai gerakan tabungan kurban selama dua tahun ke belakang ini.

Dirinya juga dipercaya oleh teman-temannya untuk mengkoordinasi uang tabungan tersebut setiap harinya.

Sehabis pulang sekolah, Iki kemudian mengumpulkan teman-temannya untuk dimintai uang tabungan harian.

“Sehari nabung Rp 10.000. Nabungnya udah dari tahun lalu selama 10 bulan,” ucap Iki.

Sejumlah bocah beli sapi
Foto sekelompok bocah di Bogor beli 4 sapi kurban seharga 100 juta/TribunNews

Baca jugaJadi Anak Kesayangan Keluarga Onsu, Betrand Peto Mengaku Masih Rindu NTT

Sedikit demi sedikit uang uang jajan mereka kumpulkan, hingga akhirnya, usaha mereka untuk menabung membeli sapi kurban pada tahun ini terwujud.

Tidak ada niatan lain dari mereka selain ingin berbagi bersama dan menjadi ladang pahala.

“Udah dari 10 bulan yang lalu nabung dari uang jajan.

Emang niat mau beli sapi buat kurban.

Alhamdulillah, kebeli sapi.

Belinya di daerah Dramaga,” sebutnya.

“Cuma mau berbagi kesesama aja, khususnya warga di sini,” sambungnya.

Rasa bangga ikut dirasakan orangtua mereka. Sati, orangtua dari Iki berbagi kisahnya.

Sati mengaku bahagia dan bangga mengetahui anaknya bisa menabung untuk membeli hewan kurban. Sati hanya dapat mengamini niat mulia anak bungsunya itu.

“Waktu itu saya tanya, kamu sanggup ngga? Dia bilang sanggup, nanti mau nyisihin uang jajan. Jujur, saya jarang kasih uang jajan ke dia,” ungkap Sati.

Sati berharap niat tulus dari Iki dan teman-temannya itu dapat menjadi contoh bagi anak-anak yang lain.

“Yang jelas seneng, dia bisa (kurban) sendiri, Alhamdulillah,” tuturnya.

Perasaan serupa juga dirasakan oleh orangtua lainnya. Yani, misalnya. Ia juga turut bangga atas apa yang dilakukan anaknya untuk bisa berkurban.

Yani mengungkapkan, anaknya sengaja menyisihkan uang jajannya setiap hari untuk berkurban di Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Uang Rp 10.000 rutin dikumpulkan bersama teman-temannya sepulang sekolah.

“Mereka ingin berkurban dan saya hanya bisa mengamini niat tulus anak-anak,” sebut Yani.

Warga setempat, Ahmad mengaku terkesan dengan niatan mulia dari puluhan bocah polos tersebut. Semula, dirinya merasa ragu lantaran mereka masih seumur jagung.

Tapi tak disangka, niatan mereka bisa terwujud. Ahmad sempat mengatakan kepada anak-anak itu jika tidak sanggup untuk membeli sapi bisa diganti dengan membeli kambing.

“Awalnya sempet ragu, namanya juga anak-anak kan tahu sendiri.

Walau ragu tetap kami dukung, kan niatnya positif,” imbuh dia.

Dia berharap keberhasilan mereka dapat dijadikan kisah inspirasi bagi orang lain khususnya umat Muslim yang ingin berkurban.

“Tentu ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Anak-anak tersebut mengajarkan banyak hal kepada kita. Mereka yang masih kecil saja bisa, masa kita tidak,” tutupnya.*