Sandiaga Uno Sebut Erick Thohir Menangis Saat Dirinya Jadi Cawapres

Sandiaga Uno Sebut Erick Thohir Menangis Saat Dirinya Jadi Cawapres

JAKARTA, dawainusa.com Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menceritakan moment Erick Thohir menangis setelah dirinya dipinang oleh Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden (Cawapres).

Momen mengharukan itu terjadi saat Ketua Tim pemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu bertemu Sandiaga saat membahas Asian Games di Balai Kota. Saat itu adalah hari terakhir Sandiaga menjadi wagub.

“Pak Erick nangis, asli nangis di sebelah saya. Saya juga nangis gitu. Karena kita tidak menyangka ini terjadi dan dia tidak bilang sepatah katapun. Tapi matanya berkaca-kaca, dia bilang selamat,” ucap Sandiaga di kawasan Bulungan, Jakarta Sel sebagaimana dilansir Merdeka, Jumat (14/9).

Diketahui Erick Thohir dan Sandiaga Uno merupakan dua sahabat lama yang kemudian sama-sama juga menjadi pengusaha sukses di Indonesia. Persahabatan mereka terjalin sejak usia sekolah. Bahkan berlanjut hingga keduanya menempuh pendidikan tinggi di Negeri Paman Sam.

Baca juga: Fadli Zon Sebut Erick Tohir Tidak Cakap Urus Politik

Erick kuliah di Glendale University – yang meneruskan studi di National University. Sedangkan Sandiaga Uno di Wichita State University yang dilanjutkan di George Washington University.

Gelar Master of Business Administration (MBA) di belakang nama keduanya menjadi bukti otak encer mereka. Kegemaran pada olahraga basket menjadikan kedua anak muda ini kian akrab.

Saat kembali ke Indonesia, Sandi sempat menjadi profesional, sebelum merintis bisnis sendiri dengan PT Saratoga. Sementara Erick juga demikian, meski sang ayah, Mohammad Teddy Thohir (almarhum), punya perusahaan sendiri, yakni PT Trinugraha Thohir (TNT).

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) kemudian menjadi wahana pengusaha muda nasional ini mengasah ilmu bisnisnya. Saat Sandiaga menjadi Ketua Umum HIPMI periode 2005-2008, Erick masuk dalam bagian kepengurusan Sandi.

Persahabatan mereka berlanjut di dunia usaha. Dalam beberapa usaha, keduanya bekerja sama. Sandi dengan PT Saratoga-nya lebih sering berperan sebagai investor kepada Erick.

Kedekatan Sandiaga tak hanya kepada Erick, tapi juga keluarga besarnya, Mohammad Teddy Thohir. Pria yang biasa disapa Thohir ini merupakan profesional pertama yang membangun PT Astra International Tbk bersama sang pendiri, William Soeryadjaya.

Lepas dari Astra, Thohir mendirikan usaha sendiri, PT Trinugraha Thohir (TNT). Bisnis pakaian, makanan, dan perumahan mengawali usaha TNT di Tanah Air. Di bawah pimpinan Garibaldi Boy Thohir (kakak Erick), TNT semakin menggurita dengan memiliki banyak sektor usaha di Indonesia.

Dalam beberapa kasus, perusahaan keluarga Thohir (TNT Group) sering kongsian dengan Sandiaga Uno. Yang fenomenal, kongsian Sandi dengan TNT, TP Rachmat, Benny Soebianto, dan Edwin Soeryadjaya untuk membeli 60 persen saham PT Adaro Energy Tbk pada 2005. Kongsian itu dapat cuan tinggi, karena investasi itu naik setara US$ 1 miliar dalam tempo lima tahun.

Kini Adaro adalah perusahaan tambang batu bara kedua terbesar di Indonesia dengan pendapatan usaha US$ 1,6 miliar dan laba US$ 195 juta per Juni tahun ini. Kongsi tersebut juga membuat TNT naik kelas, menjadi kelompok usaha papan atas di Indonesia.

Majalah Globe Asia dalam edisi “100 Top Groups”, terbit Agustus tahun ini, menempatkan TNT di peringkat 40 dengan profit usaha mencapai US$ 1,1 miliar. Namun, pada 2009, Garibaldi Thohir pernah menyebutkan total pendapatan usaha TNT sekitar Rp40 triliun. Yang mana bisnis batu bara menyumbang terbesar; sekitar Rp 35 triliun.

“Jujur saja, Erick selalu berdiskusi dengan saya setiap ada ide bisnis. Saya juga kenal baik dengan teman-temannya,” ujar Boy Thohir kepada penulis saat diwawancarai untuk majalah Globe Asia beberapa waktu lalu.

Erick Thohir Pernah Diminta Masuk ke Timses Prabowo-Sandiaga

Sebagai Sahabat Erick, Sandiaga mengaku dirinya pernah diminta oleh Prabowo untuk mengajak Erick masuk dalam barisan timsesnya. Namun, Sandi tidak bersedia. Sebab dia yakin Erick tak mau terjun ke politik.

“San, nggak mau ajak teman-teman kamu bantu kamu di tim? Erick gimana?” kata Sandi menirukan Prabowo. “Ah Erick pasti nggak mau, Pak,” jawab Sandiaga.

“Dia pasti fokusnya bisnis dan dia tidak akan mau. Bapak (Prabowo) nggak sayang ada pengusaha yang bagus terus kalau masuk ke politik hilang lagi dong pengusaha. Apalagi pengusaha nasional kayak Pak Erick,” lanjutnya.

“Ya benar. Nah itu jadi landasan kita,” kata Sandi menirukan respons Prabowo.

Baca juga: Ketika Erick Thohir Dipuji dan Tampang Jokowi Disebut Tak Milenial

Mantan Wagub itu memperkirakan, bila saat itu ia meminta Erick, kemungkinan besar Erick menolak. Namun, dia meyakini, Erick akhirnya memutuskan menjadi Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin karena tak bisa menolak permintaan presiden.

“Bahwa kalau saya yang ngajak mungkin bisa bilang nggak, tapi kalau presiden (Jokowi) yang ngajak mana bisa bilang nggak coba,” ucap Sandiaga.

Meski demikian, Sandiaga tidak mau menduga apakah Erick terpaksa menjadi tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin. “Saya tidak mau menjawab itu, karena saya tidak ada di situ. Dan kalau saya mengajak Pak Erick, dan Pak Erick nggak mau itu namanya paksaan. Tapi kalau sekarang sudah diputuskan, dia sudah mau dan sudah ada di sana,” ucapnya.

Gerindra Tak Pernah Mengajak Erick

Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, Erick Thohir punya alasan tersendiri memilih bergabung ke kubu Joko Widodo dan KH Ma’aruf Amin untuk membantu keduanya menyukseskan Pilpres 2019.

Namun ia menegaskan partai Gerindra tidak pernah meminta Erick untuk bergabung dengan timnya. “Ya gatau, tanya pak Sandi aja, saya kira sih itu setiap orang punya alasan sendiri. Kan kita juga belum pernah minta, bagaimana mau bergabung,” kata Fadli.

Fadli membantah bila ada anggapan Erick tidak diterima masuk di timses Prabowo-Sandiaga. Dia mengaku nama Erick tidak pernah dibahas dalam musyawarah timses kubu Prabowo-Sandi.

“Gak ada, lagian kita tidak pernah membicarakan itu. Kita melihatnya dia sebagai seorang profesional ya. Jadi gak pernah terpikir juga dan tidak pernah meminta juga (Erick Thohir masuk timses Prabowo-Sandiaga),” terang Wakil Ketua DPR itu.

Baca juga: Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma’ruf

Sebelumnya, Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo dan KH Ma’aruf Amin, Erick Thohir meminta menanyakan langsung kepada Sandiaga Uno terkait alasannya tidak mendukung pasangan Pilpres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Dengan nada cuek, Sandiaga hanya berkata akan menjawab besok.

“Besok, (dijawab) besok,” kata Sandiaga Uno di kediaman Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jl Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Rabu (12/9).

Namun, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut tak memastikan lokasi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Raut wajahnya pun kecut dan langsung meninggalkan kediaman SBY.

Bergabungnya Erick Thohir menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, sempat menuai polemik. Pasalnya, dia dikenal dekat dengan Sandiaga Uno, salah satu bakal calon wakil presiden, yang menjadi pesaing Jokowi-Ma’ruf.

Atas hal itu, Erick pun meminta kepada awak media mempertanyakan alasan kenapa tak gabung bersama Sandiaga yang sudah ia kenal dekat sejak lama. “Tanya pak Sandiaga dong, kenapa saya enggak mau ke sana,” kata Erick di kantor TKN, Jakarta, Rabu (12/9).*