Sandiaga Uno dan Cerita di Balik Kripik Singkong ‘Anti Baper’

Sandiaga Uno dan Cerita di Balik Kripik Singkong ‘Anti Baper’

KUNINGAN, dawainusa.com Ada yang menarik ketika cawapres Sandiaga Uno berkampanye di Kuningan, Jawa Barat. Di Kota Kuda itu, Sandiaga mendapat suguhan kripik singkong ‘anti baper’.

Nama kripiknya memang sedikit unik dan lucu. Hasil produk UMKM ini akhirnya membuat Sandi tergelitik dan berjanji memporomosikannya ke Jakarta.

“Hahahahahha ini lucu. Namanya keripik anti baper, namanya bagus. Saya akan titip promosi keripik anti baper ini di Jakarta, kalau bisa ke seluruh Indonesia,” kata Sandi seperti dilansir Liputan6.com, Minggu (14/10).

Baca juga: Sandiaga Uno Soal ‘Winter is Coming’ ala Presiden Jokowi

Sandiaga pun langsung menitipkan produk home made tersebut kepada dua orang politisi Demokrat, Didi Irwadi Syamsudin dan Imelda Sari yang kebetulan hari ini kembali ke Jakarta.

“Saya titip kepada Mas Didi dan Imelda agar keripik anti baper dipromosikan di Jakarta,” jelas Sandi.

Selain keripik anti baper, Sandiaga juga kebanjiran pelbagai produk olahan rumahan seperti Jeniper (Jeruk Nipis Peres) merek Jenisa, keripik kere dan lainnya.

“Produk UMKM harus kita dukung. Ini kekuatan ekonomi Indonesia sesungguhnya,” pungkas Sandi.

Prioritaskan UMKM

Sebetulnya, bukan saja soal kripik anti baper ala masyarakat Kuningan, tetapi keberadaan usaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang  menjadi salah satu tonggak perekonomian Indonesia.

Hal tersebut mengandaikan bahwa kepentingan pelaku UMKM mesti diprioritaskan untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional. Mengingat UMKM adalah pelaku ekonomi terbesar di Indonesia yang mendominasi struktur perekonomian.

Sebagai sektor terbesar, UMKM selama ini selalu menjadi safety belt di kala perekonomian nasional dilanda krisis dan ketidakstabilan. UMKM terbukti mampu bertahan di tengah krisis karena keluwesan usaha dan segmen market yang sangat spesifik.

Baca juga: Koalisi Jokowi soal Slogan ‘Make Indonesia Great Again’

UMKM memang menjadi prioritas Sandiaga. Beberapa kali dalam kunjungannya, Sandiga selalu menyoroti soal UMKM sebagai penopang perekonomian Indonesia.

Bahkan selama perhelatan Asian Games beberapa waktu lalu, Sandiaga meminta agar para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diakomodir dengan baik.

Dengan demikian, para pelaku UMKM dapat menjajakan produk-produknya tanpa ada kendala selama penyelenggaraan Asian Games di ibu kota.

Sebelumnya, Indonesia telah mendorong Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) untuk tetap memprioritaskan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dinilai memiliki peranan besar dalam penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam sidang tingkat pejabat senior (Senior Officials Meeting/SOM) APEC, beserta sidang komite dan subforum di Ho Chi Minh City, Vietnam, 19-30 Agustus 2017, Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan, Deny Wachyudi Kurnia, pernah mengangkat soal ini.

Ia menegasakan, perlu peningkatan kapasitas UMKM agar dapat bersaing secara global. Salah satu sasaran penting APEC adalah bagaimana peran UMKM dalam rantai produksi global, termasuk melalui penguatan e-commerce.

Presiden Jokowi juga telah menyinggung pentingnya UMKM bagi perekonomian ASEAN. Sebab, 96 persen perekonomian di kawasan Asia Tenggara ini terdiri dari UMKM.

“Jika kita berbicara mengenai integrasi ekonomi ASEAN, maka tugas kita membawa UMKM dalam integrasi kita,” ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika berbicara pada ASEAN Leaders‘ Interface With ASEAN Business Advisory Council (ABAC) di Philippine International Convention Center (PICC), Manila, Filipina, Senin (13/11/2017).

Menurut Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, Indonesia sudah sejak lama mengembangkan usaha inklusif yang menghubungkan perusahaan besar dengan UMKM di berbagai sektor.

“Indonesia memiliki Gugus Tugas yang bertugas mensinergikan kepentingan Pemerintah, pihak bisnis dan masyarakat berpenghasilan rendah dalam bidang keuangan inklusif. Saya harap ASEAN dapat merumuskan formula kerja sama alternatif pembiayaan bagi UMKM,” tandas Jokowi kala itu.*