Dawainusa.com – Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu, Sandiaga Uno menyebut masih banyak warga yang salah memahami konsep tatanan hidup baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Sandiaga, warga justru memahami new normal sebagai kembali beraktivitas seperti biasanya.

Baca juga: Ini Alasan BNN Bebaskan Anggota DPRD di NTT yang Pakai Sabu

“Belakangan ini new normal salah dipahami. Saya barusan turun dari Kelurahan Kramat Jati dan new normal ini ditangkap seakan normal-normal saja gitu,” ujar Sandiaga dalam webinar ‘Sinergi Gerak Masyarakat Menghadapi Dampak Adaptasi Kebiasaan Baru’, Selasa (23/6).

Sandiaga menuturkan, warga semestinya memahami new normal sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru namun tetap mewaspadai lonjakan kasus terinfeksi corona.

“Jangan sampai ada lonjakan penularan akibat melonggarnya kewaspadaan,” katanya.

Mencari Peluang

Di sisi lain, Sandiaga juga menekankan pentingnya prioritas ulang terhadap sektor kehidupan demi memulihkan kondisi ekonomi di masa new normal.

Salah satunya dengan mencari peluang berbagai hal yang menjadi tren saat ini seperti produk kesehatan, transportasi, dan makanan.

“Kita harus membalikkan tren saat ini. Apa yang menjadi peluang? Kesehatan, telekonferensi seperti ini kita ketemu tak harus keluarkan biaya banyak, digitalisasi semua sekolah, kesehatan, transportasi, makanan,” ucap Sandiaga.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini juga mendorong peluang berjualan di platform e-commerce terhadap produk-produk yang banyak dibutuhkan di masa pandemi.

“Misal paling laku adalah sarung tangan disposable, alat-alat dapur juga permintaan meningkat sebab semua ingin belajar masak, lalu obat-obatan, vitamin, jamu, makanan kemasan. Caranya menangkap peluang bagaimana? Melalui amati, tiru dan modifikasi,” ucapnya.

Mengenai new normal, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir pernah memberi penjelasan. Muhadjir mengatakan bahwa new normal bukan mengubah kenormalan, melainkan bersiap untuk kembali hidup normal seperti dahulu.

Saat menuju kehidupan normal seperti dahulu, masyarakat saat ini masih perlu mematuhi protokol kesehatan.

“Sebetulnya yang dimaksud normal kembali itu ya menuju normal. Tetapi memang masih belum bisa penuh karena masih harus bersama-sama Covid-19. Maka normalnya itu harus dengan syarat-syarat tertentu antara lain mematuhi protokol kesehatan,” kata Muhadjir lewat siaran pers, Kamis (4/6).*