Rute Labuan Bajo – Denpasar Tutup, Penumpang Kembalikan Tiket

Rute Labuan Bajo – Denpasar Tutup, Penumpang Kembalikan Tiket

Aktivitas gunung Agung membuat rute penerbangan Labuan Bajo - Denpasar tutup, penumpang di bandara Komodo kembalikan tiket pada pihak maskapai. (Ilustrasi pesawat - medium.com)

Labuan Bajo, dawainusa.com –  Pijar magma atau glow bersama abu vulkanik dari kawah Gunung Agung masih membubung tinggi memenuhi langit pulau Dewata sejak Sabtu (25/11). Salah satu akibatnya, aktivitas di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar tersendat. Sejumlah rute penerbangan dari dan ke bandara tersebut terpaksa dibatalkan demi alasan keselamatan.

Tidak terkecuali penerbangan dari dan ke bandara Komodo, Labuan Bajo, ibukota kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Bandara Komodo Djarot Subianto mengkonfirmasi ikhwal penutupan sementara jalur penerbangan antara dua daerah destinasi wisata tersebut, di Labuan Bajo, Selasa (28/11).

“Semua pesawat yang dari Denpasar ngga ada yang bisa ke Labuan Bajo sejak kemarin (Senin, Red), yaitu Garuda, Wings Air dan Nam Air,” ujar Djarot, sebagaimana dilansir Tribunnews, Selasa (28/11).

Djarot sendiri belum mengetahui secara pasti kapan operasi penerbangan Labuan Bajo – Denpasar normal kembai. Sementara itu, Djarot menambahkan rute penerbangan Jakarta – Labuan Bajo tetap aman.

Batal Terbang, Penumpang Kembalikan Tiket

Ketidakpastian penerbangan menuju bandara I Gusti Ngurah Rai tersebut membuat para calon penumpang Garuda dang Wings Air di Bandara Komodo ramai-ramai mendatangi kedua agen maskapai jasa penerbangan tersebut untuk mengembalikan tiket dan meminta kembali uang tiket.

Baca jugaPengacara: KPK Blokir Rekening Novanto dan Keluarga Sejak 2016

Beberapa dari antara penumpang yang mengembalikan tiket itu sebenarnya bertujuan ke Kupang, ibukota Provinsi NTT.

“Saya sudah beli tiket Pesawat Garuda sejak beberapa hari lalu untuk menuju Kupang hari ini. Ternyata pesawatnya tidak ada sehingga uang tiket diambil lagi. Saya akhirnya membeli tiket Pesawat Wings Air, berangkat sore ini,” kata Sri Djamaludin, salah seorang calon penumpang.

Hal senada diungkapkan oleh Suster Afny. “Saya mau ke Kupang dan sudah beli tiket Pesawat Garuda. Ternyata Garuda tidak jalan tetapi uang tiket sudah saya ambil lagi sebesar enam ratus ribu. Makanya saya antri di loket Wings Air untuk membeli tiket Wings Air ke Kupang,” ujar biarawati tersebut.

Penumpang lain atas nama Yosep Gande bertujuan ke Surabaya untuk mengantar anaknya. “Saya mau antar anak yang berangkat ke Surabaya. Sudah beli tiket Wings Air yang transit di Denpasar hari ini. Ternyata pesawatnya tidak jalan sehingga kami kembalikan tiket dan uang tiket diambil lagi sebesar Rp 1.400.000,” tuturnya.

Tanggapan Pihak Maskapai

Pihak jasa penerbangan juga tidak merasa keberatan dengan pilihan sikap para penumpang. Mereka mengembalikan uang tiket dan sesuai dengan regulasi yang sudah diatur oleh pihak maskapai bahwa uang tiket yang dikembalikan dipotong sebesar 10 persen.

Baca jugaRuteng Heboh, Seorang Remaja Bakar Diri dengan Minyak Tanah

“Uang penumpang kami kembalikan, potong sepuluh persen,” jelas Tarsisius Tarsan, Air Port Manager Lion Group.

Tarsisius Tarsan mengkonfirmasi kerugian yang dialami pihak Wings Air akibat peristiwa batalnya penerbangan tersebut sekitar Rp 300-400 juta rupiah perhari.

“Kerugian per harinya antara Rp 300 juta sampai Rp 400 juta. Karena tiga kali penerbangan Labuan Bajo-Denpasar dalam sehari” tutur Tarsi.

Pihaknya juga tidak bisa mengkonversi penumpang yang menuju Kupang ke maskapai lain karena maskapai yang bertujuan ke Kota Karang tersebut sudah penuh.* (RSF)