Dawainusa.com — Kabar duka datang dari Keuskupan Pangkalpinang. Romo Nikolaus Duli Lolon, Pr dikabarkan telah meninggal dunia di Jakarta, Selasa (4/8). Ia meninggal persis 11 hari sebelum merayakan HUT ke-53 tahun pada 15 Agustus mendatang.

Imam pribumi asal kampung Mulankera, Desa Atakera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, itu berpulang karena menderita sakit.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bentara Persada Batam, Keuskupan Pangkalpinang, itu sempat dirawat di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, sebelum akhirnya berpulang.

Warga diaspora Lembata di Jakarta yang mengenalnya pun turut melayati jenazahnya di RS St. Carolus Jakarta dan mengucapkan belasungkawa mendalam atas kepergiannya.

Jenazah Romo Niko rencananya diberangkatkan dari Jakarta ke Pangkalpinang Rabu (5/8) pagi dan dibawa ke Katedral St. Yosef. Sore ini diadakan Misa Requiem & Pelepasan Jenazah untuk dimakamkan di Pemakaman Katolik Jalan Koba Pangkalpinang.

Misa Requiem Romo Niko Buli Lolon di Katedral Keuskupan Pangkalpinang. Foto/Simpley Lowam.
Misa Requiem Romo Niko Buli Lolon di Katedral St. Yosef Keuskupan Pangkalpinang. Foto/Simplye Lowam.

Kontribusi Besar

Ketua Komsos Keuskupan Pangkalpinang Romo Stefan Kelen, Pr menceritakan bahwa mendiang berkontribusi besar terhadap pembangunan iman di Keuskupan Pangkalpinang.

Romo Niko diketahui turut membangun La Vita dan membentuk tim pastoral kaum muda untuk menjadi trainner La Vita, Bible Center Young People milik Keuskupan Pangkal Pinang.

“Romo Niko Duli adalah sosok imam yang potensial bagi umat, terutama orang muda Katolik di keuskupan. Selama ini ia mempunyai kontribusi besar membangun metode pemberdayaan OMK di Keuskupan Pangkalpinang dengan membentuk lembaga outbond La Vita yang berarti hidup dan bertumbuh,” ujar RD Stefan kepada DELEGASI, Selasa (4/8).

Setelah merampungkan studi S-1 Hukum Perdata di Universitas Atmajaya Jakarta dan S-2 Manajemen SDM di kampus yang sama, Romo Niko diangkat Uskup (Alm) Keuskupan Pangkalpinang Mgr Hilarius Moa Nurak SVD menjadi Ketua Yayasan Tunas Karya (YTK).

Yayasan ini menangani 44 sekolah Katolik di Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Selama menjadi Ketua YTK ia membangun sistem dan manajemen SDM di lingkungan YTK.

Selanjutnya, ia dipercayakan menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomo Bentara Persada Bentara Batam.

Romo Niko juga dikenal sebagai imam yang berani membela masyarakat kecil yang tidak berdaya saat berhadapan dengan pemerintah daerah. Di Pangkalpinang, ia sering menulis gagasan-gagasan profetisnya di Harian Bangka Pos.

Putra Lembata itu juga pernah mengikuti seleksi anggota KPUD Provinsi Bangka Belitungdan menjadi imam projo Keuskupan Pangkalpinang pertama yang diseleksi.

Tetapi nasib tak berpihak padanya. Meski memiliki argumentasi yang baik dan berkualitas, ia tak terpilih. Karena ia telah dipanggil untuk melayani iman umat.

Biografi Romo Niko

Romo Niko lahir di Mulankera, Desa Atakera, Lembata, 15 Agustus 1965. Ia lahir dari ayah-ibu Matias Laba-Juliana Barek Koban. Dibaptis di Mulankera pada 26 Agustus 1967 dan ditahbiskan jadi imam di Lekebai, Keuskupan Maumere, pada 19 September 1999.

Romo Niko menyelesaikan SD di SDK Bersubsidi Labala, Wulandoni tahun 1975 -1980. Ia kemudian masuk SMP St. Pius X di Lewoleba tahun 1980-1983. Ia kemudian masuk SMA Kawula Karya Lewoleba, Lembata tahun 1983-1986.

Setelah tamat SMA, ia masuk Tahun Orientasi Rohani di Seminari Tinggi St. Petrus, Sinaksak, Pematangsiantar dari Tahun 1986-1994.

Tahun Orientasi Pastoral (TOP) dijalaninya di Paroki Regina Pacis, Tanjungpandan, Belitung Agustus tahun 1995-1996. Kemudian melanjutkan studi ke STFT Widya Sasana, Malang, September 1996-April 1999.

Ia pernah membantu Paroki Pangkalpinang mulai 1 November 1999-2022. Berturut-turut ia Delegatus Komisi Kepemudaan, 1 April 2002s-2006; Ketua Pengurus Asrama St. Theresia mulai 1 Juni 2002 – 30 Juli 2005; Pastor Pembantu Paroki Pangkalpinang mulai 1 Juni 1998-Oktober 1999.

Lalu Anggota Dewan Imam Keuskupan Pangkalpinang & Perangkat Tribunal & Hakim Keuskupan Pangkalpinang mulai 1-Jun-2005-1-Jun-2008; Ketua Badan Penyelenggara Seminari Menengah Mario John Boen Keuskupan Pangkalpinang per 1 April 2011; Ketua Yayasan Tunas Karya Pangkalpinag 2011-2015; Anggota Tim Penyusun Buku Sinode II Keuskupan Pangkalpinang sejak 27 Agustus 2011.

Terakhir Romo Niko menjabat Ketua Sekolah Tinggi Bentara Persada Batam sejak 2013 sampai batas waktu Tuhan yang dicintainya menjemputnya. (Delegasi)*