Ribuan Warga Kota Kupang yang Berusaha Dapatkan Vaksin Diusir Petugas
Foto/Ist

Dawainusa.com – Ribuan warga Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berupaya mendapatkan vaksin Covid-19 diusir para petugas.

Diketahui para petugas dari Kepolisian, TNI dan Polisi Pamong Praja, Rabu (14/7/2021) yang menyerbu Poltekkes Kemenkes Kupang untuk mendapatkan vaksin.

Pasalnya ribuan warga yang datang sejak pagi berusaha merangsek masuk ke halaman kampus untuk mendapatkan nomor antrean agar bisa memperoleh vaksin.

Baca jugaKominfo Kembali Berhasil Pertahankan Predikat Opini WTP atas Laporan Keuangan Tahun 2020

Panitia Berharap Warga Patuhi Prokes

Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, Florentina, seorang panitia melalui pengeras suara mengumumkan pembatalan pelaksanaan vaksinasi.

“Pastikan bahwa saat ini, hari ini vaksinasi tidak dilakukan, kita lakukan besok, Kamis, (15/7) dengan mengambil nomor antrean seperti biasa. Kegiatan vaksin mulai jam 08.00 WITA,” katanya melalui pengeras suara.

Dia mengharapkan bantuan dari semua warga supaya tetap mematuhi protokol kesehatan dan secara berurutan atau antre dalam mengambil nomor antrean.

“Besok vaksin yang disiapkan oleh panitia berjumlah 250 saja. Mohon maaf karena memang itu jatahnya untuk kami, besok 250 kemudian hari berikutnya 250 sampai 3 hari,” kata Florentina.

“Jadi, mohon maaf karena memang diberikan kepada kami jumlah vaksin yang sedikit tidak sama dengan di tempat lain,” katanya.

Dia menyampaikan terima kasih atas antusias dan partisipasi masyarakat. Ia mengharapkan bantuan masyarakat agar pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan aman dan damai.

Martha, salah seorang warga mengaku kecewa dengan keputusan panitia membatalkan pelaksanaan vaksin, karena sudah menunggu sejak pukul 05.00 WITA.

“Seharusnya penyelenggara vaksin menyiapkan lebih banyak petugas untuk melayani calon peserta vaksin,” katanya.

“Kami hanya membaca pengumuman bahwa akan ada vaksinasi di Poltekkes Kupang. Saya bersama anak-anak datang dari jam 05.00 WITA untuk antre mendaftar,” katanya

Magdalena, seorang petugas kepolisian mengimbau warga untuk tetap menjaga jarak dan melaksanakan protokol kesehatan selama pelaksanaan vaksinasi.*