Home Berita Ajak Seluruh Dunia Tolak Penimbunan Vaksin, Begini Kata Retno Marsudi

Ajak Seluruh Dunia Tolak Penimbunan Vaksin, Begini Kata Retno Marsudi

Retno secara tegas mengungkapkan menolak penimbunan, nasionalisme dan politisasi vaksin Covid-19.

Ajak Seluruh Dunia Tolak Penimbunan Vaksin, Begini Kata Retno Marsudi
Foto Instagram/@retno_marsudi

Dawainusa.com – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengajak seluruh dunia untuk menolak penimbunan vaksin Covid-19.

Retno secara tegas mengungkapkan menolak penimbunan, nasionalisme dan politisasi vaksin Covid-19.

Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri itu, saat menghadiri GAVI-COVAX Facility, Kamis (15/04/2021).

Baca jugaImron Rosyadi Sebut Yenny Wahid Tahu Soal Isu MLB PKB

Ajakan Retno Marsudi Tolak Penimbunan Vaksin

Dalam pernyataannya, Menteri Retno Marsudi bahkan mengajak seluruh dunia, khususnya negara berpenghasilan rendah untuk ikut menyuarakan sikap tegas tersebut.

Menurut Retno politisasi vaksin berpeluang menyebabkan perpecahan geopolitik.

“Seluruh negara harus bersatu menolak penimbunan dan nasionalisme vaksin. Politisasi vaksin juga harus dihilangkan, karena berpotensi menyebabkan perpecahan geopolitik,” tegas Retno dikutip dari RRI.co.id, Jumat (16/04/2021).

Retno menjelaskan, terdapat disparitas jumlah orang yang divaksinasi antara mereka yang berasal dari negara berpenghasilan rendah dan tinggi.

“Hampir 1 dari 4 orang penduduk di negara berpendapatan tinggi telah divaksin, sedangkan di negara berpenghasilan rendah baru 1 dari 500 orang yang sudah divaksin,” terang Retno.

Pertemuan GAVI-COVAX Facility bertajuk “Investment Opportunity” itu dihadiri Kepala Negara, Pejabat Tinggi Negara, Organisasi Internasional, dan Perusahaan-perusahaan besar di bidang farmasi.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan vaksin global yang dikoordinasikan oleh COVAX Facility.

Untuk memenuhi target penyediaan 1,8 miliar dosis vaksin di tahun 2021, masih dibutuhkan tambahan dana setidaknya USD2 miliar.

Pada pertemuan itu Menlu Retno juga menyampaikan apresiasi atas telah dikirimnya 38 juta vaksin ke 100 negara di 6 benua melalui skema Covax Facility.

Foto Instagram/@retno_marsudi

Baca jugaSosok Eddy Soeparno, Sekjen PAN yang Disebut Berpeluang jadi Menteri Jokowi

Hal ini dinilainya sebagai bukti bahwa multilateralisme dapat membuahkan hasil yang konkrit.

“COVAX Facility memerlukan dukungan dari kita semua, dan setiap negara bertanggung jawab untuk memastikan akses yang setara terhadap vaksin. Setiap pihak harus lebih berani berkomitmen dan beraksi untuk memastikan terlaksananya produksi dan distribusi vaksin secara tepat waktu, serta peningkatan skala produksi vaksin,” katanya.

Lebih lanjut Retnu menegaskan bahwa hal tersebut demi kepentingan bersama dan solidaritas global.

“Ini bukan sekadar kewajiban moral, tapi sebuah kepentingan bersama untuk memastikan semua orang aman. Solidaritas global harus dikedepankan” imbuhnya.

Pertemuan tersebut telah membuahkan hasil konkret berupa komitmen pendanaan hampir mencapai USD400 juta dari Swedia, Norwegia, Belanda, Liechtenstein, Portugal, Jerman, dan Bill and Melinda Gates Foundation.

Kampanye penggalangan dana ini akan terus dilakukan, antara lain melalui pertemuan GAVI COVAX AMC Summit yang akan digelar di Jepang pada bulan Juni 2021, dipimpin oleh Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga.*

Exit mobile version