Retno Marsudi Bahas Situasi di Myanmar dengan Menlu Jepang

Dalam percakapan itu, Menlu Retno Marsudi menjelaskan keterlibatan Indonesia dalam upaya ASEAN untuk mengatasi krisis di Myanmar.

Retno Marsudi Bahas Situasi di Myanmar dengan Menlu Jepang
Foto/Ist

Dawainusa.com – Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi membahas tentang situasi di Myanmar dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Motegi Toshimitsu.

Keduanya melakukan pembicaraan melalui telepon pada Kamis (10/6/2021) mulai pukul 13.00 selama kurang lebih 40 menit.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Jumat (11/6/2021) mengatakan kedua Menlu saling bertukar pikiran tentang situasi di Myanmar.

Menlu Indonesia dan Menlu Jepang
Foto/Ist

Baca jugaKPK Penuhi Panggilan Ombudsman, Endi Jaweng Sebut Akan Bekerja Sesuai Prosedur

Retno Marsudi dan Menlu Jepang Bicara Soal Myanmar

Menlu Motegi mengatakan bahwa pemerintah Jepang tetap mendorong upaya ASEAN, termasuk bantuan terhadap kegiatan Utusan Khusus ASEAN yang akan dilantik maupun bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Pada awal pembicaraan, Menlu Motegi menyoroti pentingnya untuk mengimplementasikan “lima konsensus” yang diumumkan pada Pertemuan Pemimpin ASEAN tentang Myanmar.

Motegi juga telah mengadakan pertukaran pendapat dengan Menteri Luar Negeri Kedua Brunei Darussalam Erywan Yusof mengenai hasil kunjungannya ke Myanmar.

Dalam percakapan itu, Menlu Retno Marsudi menjelaskan keterlibatan Indonesia dalam upaya ASEAN untuk mengatasi krisis di Myanmar.

Baca jugaPemprov NTT Sebut Ribuan Guru Telah Divaksinasi COVID-19

Menlu Jepang juga menekankan pentingnya langkah pembebasan para tahanan politik di Myanmar.

Menteri Luar Negeri Indonesia dan Jepang, menurut keterangan tersebut, menyepakati bahwa kedua negara tetap bekerja sama secara erat untuk menangani masalah Myanmar.

Sebelumnya, para pemimpin negara-negara anggota ASEAN menyepakati konsensus berisikan lima poin terkait krisis di Myanmar sebagai hasil dari pertemuan di Jakarta pada Sabtu (24/4).

Pertama, kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar dan semua pihak harus menahan diri sepenuhnya.

Kedua, ASEAN meminta dialog konstruktif mulai dilakukan antara semua pihak yang berkepentingan untuk mencari solusi damai demi kepentingan rakyat Myanmar.

Ketiga, ASEAN sepakat adanya utusan khusus untuk memfasilitasi dialog tersebut dengan bantuan sekretaris jenderal ASEAN.

Keempat, ASEAN sepakat menyediakan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Kelima, utusan khusus dan delegasi ASEAN akan berkunjung ke Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak yang berkepentingan.*

Artikel Sebelumnya12 Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Merauke Jadi Tersangka
Artikel BerikutnyaDinkes NTT Sebut Vaksinasi COVID-19 Pelayan Publik Dosis I Capai 50 Persen