Dawainusa.com —¬†Sebuah video yang memperlihatkan seorang nenek yang terkapar di jalan dan direkam oleh sekelompok remaja viral di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh akun TikTok Kresna Bayu, Kamis (3/9). Kemudian video itu dibagikan ulang oleh akun Instagram selebgram Abi Bayu.

Video viral itu menghebohkan lantaran aksi sekelomok remaja yang tertawa-tawa melihat sang nenek tak berdaya, seperti baru saja dianiaya.

Mereka bukannya lekas menolong nenek yang sedang menjerit, tapi malah merekam penderitaan nenek. Melihat tindakan itu, warganet pun melayangkan hujatan.

Sang nenek diketahui bernama Mbah Tumini (86), sedangkan ketiga remaja masing-masing bernama Kresna Bayu (18), Indra (16), dan Galang (16).

Insiden itu dilaporkan terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Polres Magetan telah memeriksa ketiga remaja yang merupakan warga Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan tersebut.

Baca Juga: Kisah Haru Seorang Anak yang Dikucilkan Warga, Angkut Jenazah Ayahnya Sendirian Pakai Sepeda

Begini Penjelasan Remaja Perekam Video

Rekaman video viral tersebut tentu membuat warganet geram karena menganggap tindakan para pemuda tidak baik di hadapan nenek yang menderita.

Namun fakta yang terjadi sebenarnya diuraikan oleh remaja yang merekam kejadian itu.

Mengutip Tribun, Jumat (4/9), pemuda itu mengatakan bahwa mereka menemukan sosok nenek yang tergeletak di pinggir jalan.

“Guys, jadi kita menemukan seseorang yang tidak dikenal,” ucap perekam video.

Mendekati sang nenek, pria perekam video pun bertanya soal kondisi wanita lansia tersebut. Namun sejumlah remaja lain terdengar melayangkan tawa.

Dengan suara lemas, sang nenek pun meminta tolong berulang-ulang kali kepada mereka.

“Mbah. Wonten nopo Mbah? (Mbah. Ada apa Mbah?)” tanya pemuda.

“Tolong, tolong,” ucap sang nenek.

“Nggih, wonten nopo Mbah?” tanya sang pemuda lagi.

“Tolong mas, tolong,” imbuh sang nenek.

Melihat kondisi sang nenek yang tergeletak, salah seorang remaja mengatakan bahwa mungkin sang nenek adalah korban pemukulan karena tampak ada luka di tubuh nenek.

Setelah video tersebut viral, Kresna Bayu, memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut. Disebutkan, saat itu ia tak sengaja bertemu dengan sang nenek.

“Saya pulang dari Indomaret Plaosan tahu nenek itu tergeletak dekat makam umum Sarangan, antara Jalan Raya Ngowolo, Sarangan. Melihat nenek tergeletak minta tolong dengan wajah bekas luka. Karena takut saya ke mencari bantuan ke tepi telaga Sarangan,” kata Bayu seusai dimintai keterangan petugas Satreskrim Polsek Plaosan kepada Tribun Madura, Kamis (3/9).

Sesampainya di tepi telaga, mereka bertemu dua warga Sarangan dan seorang wisatawan yang membawa mobil.

Kemudian keenam orang itu sepakat menghampiri nenek yang tadinya dianggap sebagai korban penganiayaan yang tergeletak di jalan antara Nguwolo-Sarangan.

“Sesampai tempat nenek itu saya memvideokan dengan memberikan komentar kalau nenek ini korban penganiayaan, karena wajahnya penuh luka. Saya membuat komentar itu asal ngomong karena melihat bekas luka di wajah nenek itu,” ujar Bayu.

Mengenai sikapnya yang sempat tertawa dan tersenyum saat melihat sang nenek alih-alih langsung menolong, Bayu pun meminta maaf.

Setelah itu peristiwa itu, ketiga remaja itu mengantar sang nenek pulang ke rumah. Bayu dan rekannya tampak mencium tangan sang nenek guna meminta maaf.

Sementara itu, pihak keluarga dari sang nenek pun ikut memberikan penjelasan. Adalah Sulistiono, putra dari sang nenek yang turut memberikan klarifikasi.

Sulistiono meminta maaf kepada para pemuda sebagai perekam video viral tersebut. Ia meminta maaf lantaran telah merepotkan para pemuda tersebut.

“Mohon maaf karena telah merepotkan adek-adek semuanya. Karena mau menolong tapi salah karena di-upload dulu sehingga tersebar di mana-mana,” ungkap Sulistiono.

Sulistiono berkata, memang sang ibu sudah pikun. Terkadang sang ibu nekat keluar malam tanpa tujuan kemana. Ia bersyukur karena ditemukan Krisna, dkk.

“Mbah saya itu keluar malam, tidak tahu akan kemana. Dan alhamdulillah bisa ditemukan adik-adik. Alhamdulillah Mbah saya pulang dengan selamat,” imbuh Sulistiono.

Ia menjelaskan, pada Rabu (2/9) dini hari, ibunya mendadak keluar rumah dan berjalan ke arah jalan besar. Setelah berjalan cukup jauh, sang ibu pun akhirnya merasa lelah hingga terjatuh di jalanan curam.

Sulistiono mengatakan bahwa luka tersebut adalah luka bekas terpeleset. Empat hari sebelum kejadian viral tersebut berlangsung, sang nenek sempat terpeleset di rumah sehingga meninggalkan luka lebam di wajah.

“Bukan karena adanya penganiayaan. Itu karena luka akibat terpeleset,” katanya.

Namun ia menyayangkan soal diunggahnya kejadian tersebut itu ke medsos dan menjadi vral di media sosial.

“Kalau masalah lain saya bisa memaklumi,” tambah Sulistiono yang ikut dimintai keterangan di Polsek Plaosan.

Kapolsek Plaosan AKP Muhammad Munir Palevi membenarkan bahwa pihak pihak yang terlibat dalam video viral itu sudah dimintai keterangan.

“Nenek Tumini itu sudah pikun, dia jatuh sendiri saat ditemukan ketiga remaja itu. Dan komentar di video yang viral itu, yang diakui sebagai suara Bayu itu, diakui tidak benar alias hoax. Karena memang tidak ada penganiayaan. Ini ketiganya sudah minta maaf kepada masyarakat dan keluarga Nenek Tumini,” pungkas AKP Munir.*