Dawainusa.com Penggunaan klorokuin dan hidroksiklorokuin di Indonesia sebagai obat pasien Covid-91 diminta untuk dihentikan sementara.

Melansir Reuters, permintaan itu disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantaran kekhawatiran munculnya dampak buruk dari penggunaan obat malaria tersebut.

Baca juga: Deddy Corbuzier Klarifikasi Soal Wawancara Bersama Mantan Menteri Kesehatan

Sumber Reuters yang menolak disebutkan namanya itu menyebutkan rekomendasi itu belum disampaikan pada publik.

Namun, WHO telah mengirimkan pemberitahuan pada Kementerian Kesehatan RI untuk menghentikan penggunaan Klorokuin.

Kementerian Kesehatan, hingga Rabu (27/5) siang belum memberikan pernyataan soal rekomendasi WHO ini.

Beresiko Meninggal Dunia

WHO telah menghentikan sementara uji klinis klorokuin dan hidroksiklorokuin untuk perawatan pasien Covid-19 sejak Senin (25/5). Keputusan itu merujuk riset terbaru di jurnal medis The Lancet.

Jurnal itu menyatakan bahwa pasien Covid-19 dalam kondisi parah yang diberikan obat hidroksiklorokuin dan klorokuin lebih berisiko meninggal dunia.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi, NTT Siap Masuki Era New Normal

Penggunaan Klorokuin sendiri awalnya digemborkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama beberapa bulan terakhir. Beberapa bulan lalu, ia menyebut, Klorokuin bisa menjadi obat potensial untuk Covid-19.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kemudian mengumumkan klorokuin bisa menjadi salah satu opsi penanganan pasien Covid-19.

Jokowi menyatakan bahwa Indonesia telah memesan 3 juta klorokuin. Pemerintah juga telah mengeluarkan puluhan lisensi kepada manufaktur lokal untuk mempercepat produksi klorokuin di dalam negeri.*