Reaksi PDIP Soal Cerita Kwik Kian Gie tentang Sikap Megawati

Reaksi PDIP Soal Cerita Kwik Kian Gie tentang Sikap Megawati

JAKARTA, dawainusa.com – Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari langsung memberikan tanggapan terkait dengan cerita Kwik Kian Gie soal sikap Megawati kepada kader PDIP. Tanggapan tersebut bertujuan untuk menyampaikan maksud sebenarnya dari sikap Ketua Umum Megawati kepada kadernya.

Sebelumnya, ekonom senior Kwik Kian Gie menceritakan, dirinya kurang mendapat tempat dalam diskusi terutama pada setiap kegiatan yang ada di PDIP. Selama di PDIP, demikian Kwik mengklaim, ia juga jarang dimintai pendapat berkaitan dengan ekonomi.

Baca juga: Bersama Kwik Kian Gie, Sandiaga Dorong Isu Ekonomi di Pilpres 2019

Ketua umum PDIP Megawati pun langsung turun tangan memberikan masukan untuk menyelesaikan polemik tersebut. Eva dalam penjelasannya mengatakan, sikap ketua umum Megawati kepada kader PDIP lebih tepat dikatakan sebagai bentuk perhatian terhadap masalah internal partai.

Megawati, demikian Eva, merasa kehilangan karena Kwik Kian Gie merupakan sahabat lama dari Ketua Umum PDIP tersebut. Kwik juga pernah menjadi menteri di era Pemerintahan Megawati.

“Begini, Bu Mega kaget sih dan kehilangan tentu saja karena Pak KKG (Kwik Kian Gie) kan teman lama bahkan menteri kabinet beliau,”kata Eva di Jakarta, Kamis (27/9).

Pesan Megawati ke Kader PDIP

Untuk menjaga soliditas dalam internal partai, Eva mengaku mendapatkan pesan langsung dari Ketua Umum Megawati. Eva menyebutkan bahwa Megawati meminta kepada seluruh kader PDIP untuk merangkul semua kader senior partai termasuk ekonom senior Kwik.

Pengalaman yang pernah terjadi sebelumnya, ada kader partai yang hanya diundang pada saat acara seremonial partai. Keterlibatan seperti ini, demikian Eva melanjutkan pesan Megawati, kurang memberi rasa hormat kepada kader partai, apalagi kader senior seperti Kwik.

Sebagai upaya tindak lanjut dari pesan Megawati, Eva menegaskan, pihaknya berjanji untuk lebih aktif dalam menggali pikiran-pikiran bernas dari ekonom senior Kwik. Kwik merupakan ekonom berpengalaman dan memiliki gagasan cukup baik dalam memperbaiki situasi eknomi saat ini.

“Memang kita seharusnya merawat komunikasi secara personal dengan para senior karena kita tahu hati Pak Kwik ke PDIP sebagai rumah beliau. Tim TKN sudah mengundang beliau untuk jadi narsum pada hari Jumat minggu lalu (21/8),” jelas Eva.

Baca juga: Respon Tim Jokowi Soal Kwik Kian Gie yang Gabung ke Prabowo

Perkembangan ekonomi hari ini, memang membutuhkan pemikiran cerdas dari semua warga negara terutama mereka yang memahami masalah ekonomi. Pada titik ini, demikian Eva, kehadiran ekonom senior seperti Kwik sangat penting agar mampu memberikan solusi.

Ia juga memastikan, PDIP akan semakin intens untuk berdiksusi strategis berkaitan dengan masalah ekonomi nasional. Ia memastikan akan melibatkan Kwik sebagai narasumber dalam kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan tersebut.

Terkait dengan posisi Kwik, menurut Eva, Kwik tidak masuk dalam struktur tim kampanye nasional pasangan Prabowo-Sandi. Kwik hanya diberikan kepercayaan oleh Capres Prabowo sebagai penasihat pribadi dalam bidang ekonomi selama pelaksanaan Pilpres 2019.

“Di kesempatan itu, beliau klarifikasi bahwa posisinya adalah penasihat pribadi Pak PS, tidak masuk struktur tim resmi PS-SU. Ke depan, PDIP akan melanjutkan berkomunikasi dengan beliau untuk menjadi narsum di diskusi-diskusi isu strategis,” jelas Eva.

Kwik Kian Gie Tetap Kader PDIP

Eva juga memastikan, hingga saat ini, Kwik Kian Gie masih berstatus sebagai kader PDIP. Adapun posisi Kwik sebagai penasihat pribadi Prabowo selama Pilpres hanya bersifat sementara.

Penjelasan ini untuk menjawab pertanyaan kader PDIP terkait dengan status Kwik. Sebelumnya, kader mempertanyakan status Kwik yang diberi kepercayaan sebagai penasihat ekonomi Prabowo. Sementara, Kwik sendiri masih berstatus sebagai kader PDIP.

Baca juga: PDIP Soroti Peristiwa Kudatuli, Nama SBY Kembali Disinggung

Penjelasan yang sama disampaikan oleh Kwik pada saat diskusi terbuka bersama Cawapres Sandiaga Uno di media center kubu Prabowo, Jl Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kwik menjelaskan, ia hanya dimandatkan oleh Prabowo sebagai penasihat ekonomi dan tidak melepaskan statusnya sebagai kader PDI Perjuangan.

Pada kesempatan tersebut, Kwik menceritakan soal kemarahan besar dari ketua Megawati kepada kader PDIP. Kemarahan tersebut muncul karena PDIP hanya memberikan ruang kepada orang lain, tetapi kader sendiri cenderung diabaikan.

“Lalu, satu hari kemudian saya mendapat telepon, WA (WhatsApp) mengatakan Ibu Megawati marah besar. Tetapi tidak terhadap saya. Ibu Megawati marah besar terhadap tim PDIP, mengapa tidak pernah mengajak diskusi saya. Nah, lalu saya ditanya, apakah bersedia berdiskusi dengan mereka, sangat bersedia,” jelas Kwik.*