Ratna Sarumpaet Sebut Dirinya sebagai Pencipta Hoaks Terbaik

Ratna Sarumpaet Sebut Dirinya sebagai Pencipta Hoaks Terbaik

JAKARTA, dawainusa.com – Aktivis Ratna Sarumpaet akhirnya mengakui bahwa kabar terkait penganiayaan terhadap dirinya yang beredar belakangan ini ialah sebuah informasi bohong alias hoaks.

Ratna bahkan dengan tegas mengakui bahwa dirinya ialah seorang pencipta hoaks terbaik untuk saat ini karena telah berhasil menghebohkan sekian banyak orang termasuk Calon Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Baca juga: Sejumlah Kejanggalan Dugaan Penganiayaan Ratna Sarumpaet

“Kali ini saya pencipta hoaks terbaik ternyata, menghebohkan semuanya” kata Ratna Sarumpaet dalam jumpa pers di kediamannya, Jl. Kampung Melayu Kecil V/24, Bukitduri Jakarta Selatan, Rabu (3/10).

Dengan mengakui bahwa berita penganiayaan terhadap dirinya itu ialah sebuah berita bohong, Ratna kemudian meminta maaf kepada semua pihak yang telah menjadi korban dari kabar tersebut, termasuk kepada Prabowo Subianto dan Amien Rais.

“Saya dengan sangat memohon maaf kepada Pak Prabowo, terutama Pak Prabowo Subianto yang kemarin dengan tulus membela saya, membela kebohongan yang saya buat. Tapi saya berjanji akan memperbaiki yang memberikan perjuangan kami yang sekarang terhenyak. Saya memohon maaf kepada Pak Amien Rais yang dengan sabar mendengar kebohongan saya,” ujar Ratna.

Ratna Sarumpaet & Fadli Zon

Ratna Sarumpaet & Fadli Zon – ist

Soal Kabar Ratna Sarumpaet Dianiaya

Seperti diketahui, kabar bohong terkait penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet itu sangat ramai di jagat media sosial belakangan ini. Berita tersebut semakin heboh ketika Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang, mengungkap kronologi dugaan penganiayaan yang dialami Ratna tersebut.

Diceritakan Nanik, insiden tersebut terjadi pada 21 September 2018 di wilayah Jawa Barat. “Ratna dihajar tiga orang 21 September di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung malam hari,” kata Nanik lewat siaran pers diterima, Selasa (2/10).

Saat itu, Ratna Sarumpaet baru saja menghadiri acara konferensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah Hotel. Ratna naik taksi bersama peserta dari Sri Lanka dan Malaysia. Namun tetiba, taksi ditumpangi mereka dihentikan agak jauh dari keramaian.

Baca juga: Kisah Muazin Palu yang Meninggal demi Selesaikan Azan Saat Gempa

“Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya,” lanjut Nanik.

Nanik meneruskan, usai dipukuli, Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal, sehingga bagian samping kepalanya robek. Menurut pengakuan Ratna, kejadiannya sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan kejadiannya.

“Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi Mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi,” beber Nanik.

Ratna yang ditelantarkan di tengah jalan, dikatakan Nanik, berusaha mencari kendaraan untuk membawanya menuju rumah sakit terdekat. Untungnya, tindakan cepat bisa dilakukan sehingga pada malam itu juga Ratna memutuskan langsung pulang ke Jakarta.

Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet Setelah Operasi Plastik- ist

Ratna Sarumpaet Diinformasikan Trauma

Selain itu, Nanik juga mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan Ratna Sarumpaet, insiden tersebut membuat dirinya trauma. Karena itu, ia memilih untuk berdiam selama 10 hari tanpa membuka mulut ke siapa pun.

“Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Pak Fadli Zon ke rumahnya, dan baru semalam Pak Fadli melaporkan ke Pak Prabowo, dan hari ini Bu Ratna menemui Pak Prabowo,” Nanik menyudahi.

Baca juga: Ingin LDR Anda Bertahan? Berikut Hal-Hal yang Mesti Anda Lakukan

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menceritakan, aksi tersebut terjadi di parkiran Bandara Husein Sastranegara Bandung.

“Ini sudah kita investigasi, tempatnya di Bandung, di parkiran Bandara,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10).

Dia melanjutkan, Ratna dianiaya dua atau tiga orang laki-laki hingga babak belur. Wakil Ketua DPR ini juga mengungkap alasan Ratna untuk tidak melapor ke Polisi sejak penganiayaan terjadi. Kata dia, Ratna ingin pemulihan fisik dan psikologis. “Jadi beliau recovery karena ada luka jahitan di kepala,” ujarnya.*