dawainusa.com Video puluhan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tertahan di Pelabuhan Sape Nusa Tenggara Barat (NTB) beredar di media sosial.

Dalam video berdurasi 2 menit 38 detik itu, salah seorang perwakilan yang diketahui bernama Yodi, menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang berada di Pelabuhan Sape dan tidak bisa melanjutkan penyeberangan menuju Labuan Bajo.

Baca juga: Soal Positif Rapid Test, Mengapa Masyarakat NTT Tak Perlu Khawatir?

Yodi mengatakan, mereka berangkat dari Bali melewati dua kali penyeberangan. Kondisi merekapun bak-baik saja. Yodi mengaku mendapatkan surat yang menjelaskan bahwa mereka tidak terpapar covid-19.

“Waktu kami berangkat dari Bali melewati dua kali penyeberangan kami dikasih surat, keadaan kami dalam keadaan baik-baik saja. Dalam artian kami yang berkumpul di sini dalam keadaan negatif covid 19, kata Yodi Rabu (15/4/2020).

Sayangnya, saat mereka tiba di Pelabuhan Sape, mereka mengaku dikagetkan dengan keputusan Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur terkait adanya larangan kapal penumpang berlabuh ke seluruh pelabuhan di NTT.

Yodi dan sejumlah penumpang yang tertahan itu mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Saat ini mereka terlanjur berada di Pelabuhan Sape. Penyebarangan menuju Labuan Bajo tidak dilayani.

“Yang menjadi pertimbangan kami sekarang kami sudah berada di Sape Nusa tenggara Barat, semuanya datang dari Bali menuju ke beberapa daerah di kepulauan Flores,” ungkap Yodi.

Menurut Yodi, mereka tidak mungkin kembali ke Bali di tengah estalasi persebaran Covid-19 yang semakin masif. Apalagi di Bali, katanya, penjagaan sangat ketat. Kemungkinan mereka untuk diterima pun sangat kecil.

“Kami ingin kembali ke Bali dengan situasi seperti ini sudah tidak memungkinkan lagi mengingat di Bali sudah sangat terkait antisipasi penyebaran covid-19 ini. Karena di sana kemungkinan kami untuk diterima sudah tidak bisa karena terhalang identtas kami bukan warga di sana,” katanya.

Mereka meminta kebijakan Bupati Manggarai Barat agar mengijinkan sejumlah penumpang yang terlanjur berada di Pelabuhan Sape untuk bisa diberangkatkan ke Labuan Bajo.

“Maka dari kesempatan ini saya mohon sekali untuk bapak Bupati Manggarai Barat, ijinkan kami yang sudah terlanjur berada di tempat ini untuk bisa nyebrang besok pagi ke Labuan Bajo. Mohon dengan hormat juga kepada pemerintah terkait untuk mengambil kebijakan yang menguntungakan semua masyarakat tanpa harus ada pihak lain yang menjadi korban seperti kami ini,” kata Yodi.

Mereka juga tak ingin ada penolakan dari warga setempat jika beberapa ke depan mereka tetap berada di Sape.

“Kami tidak mau luntang-antung di sini tanpa ada kepastian yang jelas. Takutnya dalam waktu beberapa hari ke depan ada penolakan dari warga di sini,” tutup Yodi.

Kapal Penumpang Dilarang Beroperasi di Perairan NTT

Sebelumnya diberitakan, semua kapal penumpang dilarang beroperasi di wilayah perairan laut NTT demi mencegah persebaran covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka mengatakan, larangan tersebut dikeluarkan Pemerintah Provinsi NTT dan berlaku mulai 13 April hingga 30 Mei 2020.

Baca juga: Soal Positif Rapid Test, Mengapa Masyarakat NTT Tak Perlu Khawatir?

Isyak mengungkapkan hal itu, berkaitan dengan rencana KM Umsini yang akan membawa penumpang dari Semarang menuju NTT dengan menyinggahi Pelabuhan Tenau Kupang.

“Saya baru saja menandatangani surat larangan. Semua kapal tidak boleh mengangkut penumpang kecuali mengangkut logistik,” kata Isyak seperti dilansir Antara, Senin (14/4/2020).

Surat tersebut disampaikan kepada General Manager PT Pelni Kupang, PT ASDP Kupang, PT ASDP Cabang Sape, PT ASDP Cabang Selayar, operator kapal perintis dan operator kapal cepat.

Koodinator Bidang Area dan Transportasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi NTT itu mengatakan, larangan tersebut karena di beberapa wilayah di NTT, warganya telah terindentifikasi positif tertular virus corona baru.*