Di Tengah Covid-19, Kawasan Wisata Pulau Padar dan TN Komodo Kembali Dibuka
Puncak Pulau Padar - Trivindo

LABUAN BAJO, dawainusa.com – Kawasan destinasi wisata Pulau Padar dan Taman Nasional Komodo yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali dibuka bagi para wisatawan.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina pada Selasa (20/7).

Baca juga: Penutupan Bandara Komodo, Apakah Pemda Punya Wewenang?

Ia mengatakan, destinasi wisata tersebut mulai dibuka pada Senin (19/7) setelah sebelumnya sempat ditutup sejak 5 Juli lalu.

“Iya sudah dibuka kembali setelah sempat ditutup selama kurang lebih 14 hari karena alasan pandemi COVID-19,” kata Shana Fatina.

Wisatawan yang Kunjungi Pulau Padar dan TN Komodo Wajib Ikuti Prokes

Terkait dengan dibukanya kembali kawasan wisata Pulau Padar dan TN Komodo tersebut, para wisatawan diharuskan untuk mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Shana Fatina menjelaskan, terkait protokol kesehatan yang berlaku untuk destinasi wisata tersebut, hal itu sudah ditetapkan bersama oleh BPOLBF dan Balai Taman Nasional Komodo.

Selain itu, kuota masuk per hari menuju Taman Nasional Komodo juga telah dibatasi, yakni hanya maksimal 300 orang.

Shana Fatina mengatakan, kebijakan ini dibuat karena hanya ada satu jalur trekking yang dibuka, yakni sepanjang kurang lebih 522 meter.

Baca juga: Taman Nasional Komodo Akan Dipantau Secara Digital

Kemudian, jam kunjungan bagi wisatawan juga telah ditetapkan, yakni pada pukul 05.30-07.30 WITA, pukul 08.00-10.00 WITA, dan terakhir pukul 15.00-18.00 WITA.

“Pembagian jam masuk ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan serta wisatawan di kawasan TN Komodo,” terang Shana Fatina.

Lebih lanjut, hal lain yang wajib ditaati oleh para wisatawan ialah bahwa mereka harus menggunakan masker dan face shield. Para wisatawan juga akan dicek suhu tubuhnya oleh petugas di dermaga kedatangan.

Hal lain yang harus ditaati oleh para wisatawan ialah mereka hanya diperbolehkan beraktivitas selama 10 menit di Puncak Padar Selatan dan harus selalu jaga jarak.

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terapkan PPKM Darurat

Untuk diketahui, saat ini sejumlah wilayah di Indonesia, yakni Jawa dan Bali sedang menerapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kebijakan tersebut diambil oleh pemerintah setelah melihat kondisi aktual bahwa angka kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Baca juga: Labuan Bajo Bersiap Diri Jelang KTT G-20 Tahun 2023

Karena itu, meskipun kebijakan PPKM Darurat tersebut hanya berlaku untuk wilayah Jawa dan Bali, diharapkan daerah lain di Indonesia seperti NTT juga mesti terus waspada terhadap penyebaran Covid-19.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk itu ialah dengan tidak melakukan perjalanan yang bukan darurat, seperti tidak melakukan kunjungan ke tempat-tempat wisata, apalagi di wilayah yang minim fasilitas kesehatan.*