Soal Pariwisata Berkelanjutan, Ini 3 Program yang Disiapkan BPOP Labuan Bajo Flores
Pulau Padar - Foto: Travel Kompas

LABUAN BAJO, dawainusa.com – Dalam rangka pengembangan pariwisata berkelanjutan, Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOPLBF) siapkan tiga program utama.

Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina menerangkan, tiga program utama tersebut ialah pasar wisata Floratama (Flores, Lembata, Alor, Bima), Floratama Academy, dan Floratama Travel Pass.

Baca juga: Di Tengah Covid-19, Kawasan Wisata Pulau Padar dan TN Komodo Kembali Dibuka

“Tahun lalu fokus pengembangan pariwisata kita adalah mempersiapkan segalanya agar pariwisata kita bisa bangkit kembali di tahun 2021 ini di tengah pandemi,” kata Shana Fatina di Labuan Bajo, Rabu (21/7).

“Nah tahun ini ada bedanya yakni kami sedang kembangkan tiga program untuk pengembangan pariwisata ke depannya,” lanjut dia.

BPOP Labuan Bajo Flores Sebut Tujuan dari Masing-masing Program

Lebih lanjut lanjut, Shana Fatina memberikan penjelasan secara rinci terkait dengan tujuan dari masing-masing program yang dicanangkan oleh BPOP Labuan Bajo Flores tersebut.

Untuk program pasar Floratama sendiri, demikian Shana Fatina, BPOPLBF akan fokus pada inkubasi dan pemasaran berbagai jenis produk ekonomi kreatif dari empat pulau besar yang menjadi lokasi pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Berbagai jenis produk yang dihasilkan itu nantinya dipasarkan dalam rangka mendukung keberadaan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium.

Baca juga: Liburan ke Labuan Bajo, Pose Beby Tsabina Disanjung Warganet

Untuk program Floratama Academy, hal itu dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas bisnis usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah koordinatif Floratama dan sekitarnya.

Nantinya, seluruh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif akan mendapatkan bimbingan teknis dari para ahli baik secara daring maupun luring. Mereka juga akan diberikan akses pemasaran dan pendanaan.

“Serta membangun perekonomian di wilayah Floratama dengan membantu membuka lapangan kerja dan kesempatan berjejaring antar pelaku usaha rintisan,” jelas Shana Fatina.

Sementara untuk program Floratama Pass, hal ini terkait dengan pembuatan produk wisata tematik di sejumlah desa wisata tematik yang sudah ditetapkan oleh BPOLBF dan Kemenparekraf pada 2020 lalu.

Adapun dalam rangka pemulihan sektor pariwisata akibat Pandemi Covid-19, BPOLBF akan membantu percepatan vaksinasi bagi para petugas parekraf Floratama.

“Khusus untuk Manggarai Barat sendiri kami targetkan vaksinasi 100 persen, kemudian juga sertifikasi CHSE untuk industri pariwisatanya mencapai 70 persen,” tutur Shana Fatina.*