dawainusa.com – Frengky Dian Vicktor Riwu (43), pria yang diduga dianiaya sejumlah polisi di Polres Kupang Kota mengalami sesak nafas.

Saat ini, warga Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu kembali dirawat di RSUD WZ Johannes Kupang, setelah pada Selasa siang, Frengky keluar dari rumah sakit, meski kondisinya masih lemah.

Baca juga: Isteri Korban Salah Tangkap di Kupang: Suami Saya Disiksa Seperti Binatang

“Tadi malam sekitar pukul 23.57 WITA, kami bawa lagi kakak ke RSUD WZ Johannes, karena mengalami sesak napas, mual, nyeri di dada bagian kiri,” ungkap adik kandung Frengky, Meldy Riwu, seperti dilansir Kompas.com, Rabu (29/4/2020) pagi.

Frengky dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan serius dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. “Sekarang kakak masih terbaring lemah dan dipasang oksigen,” kata Meldy.

Meldy menyebut, kasus penganiayaan ini sangat serius, sehingga kondisi kesehatan Frengky semakin parah. Keluarganya syok atas kejadian tersebut.

Pengakuan Istri Korban

Istri korban, Ino Irene Laiskodat, menuturkan kejadian itu berawal dari seorang anggota Intel Polres Maulafa bernama Sani Gama bersama dua anggota Buser Polres Kupang Kota menjemput Frengky di rumahnya sekitar pukul 09.00 WITA.

Frengky kemudian dibawa ke Polsek Maulafa untuk dimintai keterangan. Tak beberapa lama di Polsek, kata dia, Frengky kemudian dibawa ke Polres Kupang Kota. Ia lantas digiring masuk ke ruangan Tim Buser.

Baca juga: Disangka Pelaku Jambret, Pria di Kupang Dihajar Polisi Pakai Balok dan Pipa

Frengky pun dipaksa mengaku sebagai pelaku jambret handphone di wilayah Penfui beberapa waktu lalu. Karena tak tahu soal kasus itu, ia pun membantah tuduhan itu. Saat itulah, ia dianiaya dengan sadis bak seorang penjahat kelas kakap.

“Suami saya disiksa seperti binatang, dipukul pakai balok dan sok motor besar. Dilempari dengan sandal, sepatu hingga badannya remuk. Dia mau diborgol dan bekap mulutnya, tetapi dia berontak dan diancam ditembak mati,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/4/2020).

Karena terus membantah, polisi kemudian mengonfirmasi korban jambret melalui video call. Lewat video call itu, polisi menunjukkan wajah Frengky ke korban jambret. Rupanya, korban pun membantah, jika Frengky bukanlah pria yang menjambretnya.

“Saat itu korban katakan, jika pelakunya berkulit hitam dan berkumis uban, sementara suami saya putih. Jelas, kalau suami saya korban salah tangkap,” katanya.

Ia menambahkan, usai menganiaya korban, Frengky malah dibiarkan begitu saja pulang sendiri. Dengan susah payah, Frengky berjalan kaki hingga keluarganya menjemputnya di depan Hyperstore Kelurahan TDM, Kota Kupang.*