Dawainusa.com – Seorang pria tega pukul ibu kandungnya dengan menggunakan kayu hingga meninggal.

Pasalnya anak yang telah lama ditinggal meninggal oleh ayahnya itu tega memukul ibu kandungnya sendiri dengan menggunakan kayu.

Dilansir dari Kompas.com, peristiwa itu terjadi di rumah korban, di Dusun Muara Tolang, Desa Dolok Saut, Kecamatan Simangumban, Tapanuli Utara, Sabtu (5/12/2020).

Baca jugaSoal Kasus Kerumunan di Petamburan, Polisi Tetapkan Rizieq Shihab Sebagai Tersangka

Pukul Ibu Kandung Karena Tidak ada Nasi

Diketahui, korban berinisial DS adalah ibu kandung dari SH (28) yang kini sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Korban dipukul sebanyak dua kali di bagian kepala oleh tersangka hingga lemas dan terjatuh. Korban akhirnya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

“Korban merupakan ibu kandung dari tersangka, dan kita tangkap di kediamannya,” kata Baringbing mewakili Kepala Polisi Resor Tapanuli Utara AKBP Jonner Samosir dan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal AKP Jonser Banjarnahor, Kamis (10/12/2020).

Baringbing mengatakan, sesuai keterangan dari tersangka, kejadian itu berawal saat tersangka bangun tidur pagi, dan tidak ada menemukan nasi untuk dimakan.

Anak Pukul Ibu Kandung
Foto/Kompas.com

Baca jugaBegini Pertanyaan Nathalie Holscher Soal Kepastian Dinikahi Sule

Kemudian, tersangka bertanya kepada ibunya, dan ibunya menjawab agar tersangka pergi makan di tempat tetangga mereka yang sedang mengadakan acara (pesta).

“Korban menjawab tidak memasak nasi, karena ada tetangga mereka yang sedang membuat acara. Kemudian ibunya menyuruh tersangka makan disana, namun tersangka tidak terima dan terjadi cekcok,” kata Baringbing.

Baringbing mengatakan, saat terjadi cekcok, tersangka pergi ke luar rumah dan mengambil sepotong kayu bakar. Lalu datang kembali ke dalam rumah, dan memukul kepala ibunya.

“Korban dipukul sebanyak dua kali di bagian kepala kanan dan kiri menggunakan kayu bakar sampai korban terjatuh,” ujarnya.

Sempat beritahu tetangga Setelah pukul ibu kandungnya, tersangka pergi ke luar rumah dan memberitahukan kepada tetangganya bahwa dia sudah memukul ibunya.

Mendapat keterangan tersangka, warga pun berdatangan dan berusaha menyelamatkan korban.

Namun, korban meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Baringbing mengatakan, tersangka masih berstatus lajang, dan merupakan anak sulung dari dua bersaudara.

“Ayahnya sudah lama meninggal dunia. Selama ini mereka tinggal berdua saja. Sedangkan adiknya perempuan tinggal di Palembang. Pekerjaannya tidak ada, serabutan lah,” kata Baringbing.

Ia menjelaskan mengenai kejiwaan tersangka. Berdasarkan pemeriksaan penyidik, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan gangguan jiwa.

Pelaku juga tidak sedang dalam pengaruh minuman keras dan narkoba.

“Memang sikapnya pendiam dan kurang terbuka. Tidak ada ke arah gangguan jiwa dan lainnya. Pertanyaan penyidik semua dijawabnya dengan baik,” ucap Baringbing.

Baringbing menyebut, tersangka akan dikenai Pasal 338 sub 354 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.*