Dawainusa.com – Seorang pria yang sempat viral lantaran menikah dengan bule Prancis setahun yang silam kini muncul dengan kabar baru.

Pria yang diketahui bernama Danil Gustian itu kini telah beralih profesi dari kehidupannya sebagai seorang nelayan.

Dilansir dari TribunNews pada Jumat (21/8/2020), saat ini Danil Gusti tidak lagi bekerja sebagai nelayan.

Baca jugaIni Perlakuan Betrand Peto ke Bocah Viral Alwi yang Tuai Pujian

Nikahi Bule Prancis dan Menetap di Prancis

Usai menikahi bule Prancis, Danil juga ternyata sudah pindah ke Perancis dan tinggal bersama istrinya Clementine. Pasangan ini menetap di kota Les Sables D’olonne, Prancis.

Kehadiran Danil di sana diterima dengan baik oleh keluarga Clem dan dianggap sebagai anggota keluarga baru mereka.

Bahkan Danil dibelikan tiket dan diurus semua keperluannya agar bisa tinggal di Prancis bersama Clem.

Danil juga telah beralih profesi menjadi seorang chef tetap di sebuah restoran besar di Perancis. Hal ini diketahui dari unggahan Danil di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan itu, Danil berpose sembari memegang peralatan dapur, seperti pisau, panci, dan alat pengocok telur.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali saya dapat pekerjaan, yang tidak mungkin tercapai dengan saya dan sekarang tercapai,” tulis Danil

Seperti diberitakan sebelumnya, Danil menikah dengan bule Prancis, Clementine di Cindakir Rt 1/ Rw 3, Teluk Kabung Utara, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat.

Pernikahan Danil dan bule Prancis itu sudah digelar pada Jumat, 8 Februari 2019 silam. Hal ini terlihat dalam postingan di akun instagram milik Danil Gustian @danil_gustian_c.

Dalam postingan tersebut terlihat Danil memamerkan cincin nikahnya dalam postingannya. Danil memakai jas dan kupiah, sedangkan Clem menggunakan kebaya pengantin.

Clem mengaku awal ia bertemu dengan suaminya yaitu pada tahun 2017, karena ia suka ke pulau, dan suaminya bekerja di pulau.

Danil dan Clem
Kolase Foto/Ist

Baca jugaPernah Dicibir Tetangga, Anak Penjual Cireng Ini Sukses Meraih S2

Danil saat dihubungi oleh TribunPadang.com menjelaskan bahwa ia bekerja sehari-hari sebagai pemandu wisata.

Selain sebagai pemandu wisata, Danil juga merupakan seorang nelayan. Dijelaskan Danil dia bertemu dengan istrinya karena pekerjaan yang ia lakoni.

Resepsi yang mereka gelar di Padang juga akan dihadiri keluarga Clem yang datang dari Prancis.

“Besok akan datang keluarga istri saya dari Perancis,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sekitar tengah hari akan datang keluarga Clem sebanyak 25 orang dari Perancis untuk hadir di pesta pernikahannya.

Dalam unggahan terbaru Clem, tampak kerabatnya dari Prancis sudah tiba di Padang.

“Sangat bahagia hari ini, teman teman saya dari perancis tiba di bungus untuk pesta danil dan saya,” tulisnya.

Dalam akun Instagram milik Danil, @danil_gustian_c, Clem menuliskan kisah cinta romantis mereka berdua. Clem mengaku sudah menemukan cinta sejatinya dalam diri Danil.

Berikut tulisan lengkap Clem yang diberi judul Cinta dari Jarak 10.675 kilometer, Clementine & Danil:

Cinta dari jarak 10.675 kilometer.

“Clementine & Danil

Halo, kami pasangan campuran Perancis-Indonesia.

Saya Clementine ,19 tahun, mahasiswi dan Danil 23 tahun, nelayan.

Kami berkeinginan untuk menyelenggarakan pernikahan kami sendiri, dengan tidak bergantung pada orang tua kami.

Meskipun usia kami masih muda dan pendapatan kami masih rendah, kami ingin menunjukkan kepada keluarga kami bahwa kami mampu melakukannya, dengan bertanggung jawab dan mandiri.

Tetapi untuk melakukan itu, kami membutuhkan bantuan teman-teman untuk memberi kami dukungan finansial.

Kami ingin menyelenggarakan pernikahan dengan adat Minang pada bulan Agustus 2019 di Padang, Sumatera Barat, di mana kedua belah pihak keluarga akan bersatu di hari itu.

Pernikahan kami adalah sebuah perencanaan yang matang dan wujud dari cinta dan kasih di antara kami berdua.

Pertemuan kami adalah sebuah wujud cinta pada pandangan pertama, terjadi di salah satu perjalananku selama di Indonesia.

Takdir telah mempertemukan kami untuk menjalin kasih dan hidup bersama.

Akhirnya kutemukan belahan jiwaku. kami saling bertemu, meskipun jarak sejauh 10.675 km memisahkan kami berdua, termasuk perbedaan budaya.

Bantuan teman-teman semua sangat berarti bagi kami karena berkat teman-teman, kami akan mampu membuktikan kuatnya cinta kami yang suci.

Kami akan sangat bersyukur jika teman-teman memutuskan untuk membantu kami. “jarak bukanlah halangan, melainkan sebuah pengingat terindah akan kekuatan cinta sejati.”