Pria Bertopeng Pelaku Pembunuhan Megi Manek Diringkus Polisi

Pria Bertopeng Pelaku Pembunuhan Megi Manek Diringkus Polisi

MT, pelaku pembunuhan Megi Malek berhasil diringkus polisi, Rabu (24/1). Saat ini pelaku sedang ditahan di markas Polres (Mapolres) Belu. (Foto: Ilustrasi Pembunuhan - Ist).

ATAMBUA, dawainusa.com Pria bertopeng yang diduga pelaku pembunuhan terhadap Megi Manek di depan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Belu, Senin (23/1) berhasil diringkus polisi, Rabu (24/1).

Ada pun Pelaku yang ditangkap tersebut berinisial MT. Ia seorang warga kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Barat, Belu. Selain MT, ada dua pelaku yang masih dalam pencarian polisi.

Baca juga: Di Malaka, Kakek 82 Tahun Meninggal Diterkam Buaya

Kasat Reskrim Polres Belu, Iptu Jemy Oktovianus Noke, membenarkan pihaknya telah meringkus pelaku. Saat ini, kata Jemy, pelaku sedang ditahan di markas Polres (Mapolres) Belu.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan di Markas Polres Belu untuk menjalani pemeriksaan secara intensif,” ujar Jemy, Rabu (24/1).

Pelaku ditangkap di rumah salah seorang temannya yang bernama Okto di Dusun Sikutren, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu. Ia ditangkap dalam hitungan waktu kurang dari 24 jam.

Motif Pelaku Pembunuhan Megi Manek Sedang Didalami

Menurut Jemy, pihaknya belum mengetahui motif pelaku melakukan tindakan bejat tersebut. Pihaknya sedang mendalami. “Untuk motif pembunuhan ini masih didalami polisi,” ungkapnya.

Sementara itu, keterangan ibu korban, selama beberapa hari belakangan putranya sering mendapat telepon. Sang penelepon mengajak korban untuk keluar pada malam hari. Namun, dirinya melarang sang putra karena takut ada hal yang tidak diinginkan.

“Beberapa hari terakhir, anak saya sering mendapat telepon dari seseorang, mengajaknya untuk keluar rumah di malam hari, tapi saya larang,” ungkap ibunda korban, Maria Nesi saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua, Senin (22/1) sore.

Baca juga: Kepsek SDK Kendidi-Reo Ditemukan Tewas, Sebilah Pisau Tertancap di Dadanya

Ada pun korban yang tewas di tangan pelaku adalah Megilius Manek alias Megi. Kejadian itu bermula ketika Megi bersama temannya, Mikael Seran Marilia, mengendarai sepeda motor menuju Pasar Baru Atambua. Mikael Seran selamat sementara Megi menghembuskan nafas terakhir sebelum sempat ditangani.

“Saat tiba di depan rumah jabatan Bupati Belu, korban dan temannya dihadang beberapa orang yang mengendarai sepeda motor. Mereka mengenakan topeng dan langsung menendang keduanya. Seorang pelaku lalu menikam korban di bagian dada,” kata Jemy.

Adapun dari keterangan MT, setelah menikam korban dirinya lari ke Pasar Baru Atambua dengan menggunakan ojek. Dari tempat tersebut kemudian dia pergi ke rumah Okto hingga kemudian ia ditangkap.

Cerita dari Mancanegara

Cerita penangkapan pelaku pembunuhan juga terjadi di Pakistan. Dilansir dari laman CNNIndonesia, Rabu (24/1), otoritas keamanan di Kota Kasur di bagian timur Provinsi Punjab, mengumumkan penahanan seorang pria berusia 24 tahun bernama Imran yang diduga kuat sebagai pembunuh Zainab.

Ada pun Zainab itu merupakan seorang gadis berusia 7 tahun. Kematian bocah cilik memicu demonstrasi besar-besaran di Pakistan. Sebelum dibunuh pelaku, gadis tersebut diperkosa pelaku.

Penangkapan pelaku membawa kegembiraan bagi warga setempat. Sebelumnya, mereka terus berdoa agar pelaku ditangkap.

“Seluruh masyarakat negeri ini terus berdoa agar pembunuh Zainab Ansari tertangkap, dan kini hal itu terwujud,” kata Menteri Wilayah Punjab, Shehbaz Sharif, pada sebuah konferensi pers di kota Lahore, Selasa, 23 Januari 2018.

Baca juga: Pesta Tahbisan, Kakak Kandung Imam Baru Ditikam Hingga Tewas

Sebelum penangkapan tersebut, pihak berwenang Pakistan telah mengumumkan dugaan usia pelaku pembunuhan berada di rentang 23 hingga 35 tahun. Mereka juga melakukan pencocokan bukti DNA kepada sebagian besar pria usia terkait di kota Kasur.

Sharif menambahkan, tersangka turut bertanggung jawab dalam tujuh kasus pelecehan seksual lainnya yang terjadi di kota Kasur.

Namun, ia belum menyebut pasti berapa jumlah korban meninggal selain Zainab. Namun media massa setempat meyakini korban yang dibunuh oleh Imran setidaknya berjumlah empat orang.*