dawainusa.com Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang melengkapi peralatan PCR (Polymerase Chain Reaction) yang ada di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Salah seorang teknisi laboratorium PCR sudah tiba di Kupang pada Selasa (28/4/2020) lalu.

Mengutip CNN.com, PCR adalah pemeriksaan dengan teknologi amplifikasi asam nukleat virus untuk mengetahui ada atau tidaknya virus dan untuk mengetahui genotipe virus.

Baca juga: Pria yang Diduga Dianiaya Sejumlah Polisi di Kupang Alami Sesak Nafas

Perlu diketahui, dalam catatan Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sebenarnya laboratorium di Indonesia yang memiliki RT-PCR jumlahnya cukup banyak. Apabila disediakan dengan reagen yang tepat akan mampu melakukan pemeriksaan dengan lebih cepat.

Ketersediaan reagen untuk pemeriksaan Covid-19 juga menjadi salah satu kendala di NTT. Diketahui, reagen adalah bahan yang dipakai dalam reaksi kimia, biasa dipakai untuk mengetes darah.

Saat ini, Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dinas Kesehatan NTT memang sedang melakukan pembenahan untuk melengkapi sarana dan prasarana medis dalam menangani penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere mengatakan, dengan menambah komponen-komponen termasuk Vilip PCR dan komponen lainnya maka, dalam waktu dekat ini sudah bisa digunakan.

“Harus segera diselesaikan. Ini semua akan berlangsung 1 atau 2 hari, sambil kita menunggu kedatangan reagen yang mudah- mudahan di akhir bulan ini atau di awal bulan Mei sudah tiba RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang,” ungkapnya kepada wartawan di Kantor Gubernur NTT beberapa waktu lalu.

Jika semua peralatan dan laboratoirum di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang telah disetting sesuai standar, kata dia, maka proses pemeriksaan swab tidak terlalu lama. Ia memprediksi, satu hari bisa dilakukan pemeriksaan lebih dari 90 sampel hasil swab.

“Peralatan yang ada sekarang ini sekali periksa bisa 24 sampel swab dan kita targetkan 1 hari untuk 12 jam itu sekitar 48 sampel. Saya pikir ini cukup untuk kita di NTT dengan karakteristik seperti ini,” ungkap mantan Dirut RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang itu.

Pemeriksaan Sampel Lebih Efektif 

Pembenahan sarana dan prasarana medis dalam menangani penyebaran Covid-19 penting dilakukan agar tidak terjadi kelambatan di dalam pemeriksaan hasil swab.

“Sehingga teman-teman di kabupaten tidak merasa terlalu lama pemeriksaan dan hasilnya supaya diketahui baik oleh petugas maupun oleh masyarakat pada umumnya,” katanya.

Baca juga: Isteri Korban Salah Tangkap di Kupang: Suami Saya Disiksa Seperti Binatang

Ia mengaku, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat telah berkoordinasi dengan gugus tugas nasional untuk menambah lagi satu alat PCR.

“Bapak Gubernur berkomitmen untuk melengkapi semua ini, termasuk sudah ada koordinasi dengan gugus tugas nasional untuk menambah lagi satu alat PCR yang dari Surabaya,” pungkasnya.

“Namun demikian masih ada kendala di beberapa hal. Sehingga peralatannya itu belum sampai hari ini. Mudah-mudahan kita doakan secepatnya sampai di Kupang dan akan menjadi komplomenter untuk pemeriksaan di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang,” tambahnya.

Yang paling penting tegas dia, adalah komitmen Pemprov NTT termasuk Gubernur untuk mengantisipasi masuknya warga masyarakat yang berasal dari daerah terpapar.

“Ini hal yang penting, yang harus terus kita lakukan agar tidak terjadi penyebaran virus corona antar penduduk dan antar wilayah di NTT,” ujarnya.

Dapat Bantuan APD

Pemerintah NTT juga kembali mendapatkan bantuan komponen alat kesehatan berupa alat pelindung diri (APD) guna mencegah penularan wabah virus Corona.

Data yang diperoleh dari tim gugus tugas Covid-19 Provinsi NTT, Selasa (28/04/2020) di VIP room Lanud El Tari Kupang telah dilaksanakan serah terima 40 koli Alat Pelindung Diri (APD), 36 koli (1.800 pieces) untuk kebutuhan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan 4 koli (200 pieces) untuk kebutuhan Dinas Kesehatan Kota Kupang serta Alkes (1 set RT PCR Abbot M2000 dan 1 set optical calibration kit)

APD tersebut merupakan dropping ke-enam dari gugus tugas Covid-19 nasional. Sebelum penerimaan APD telah dilaksanakan prosedur penerimaan barang sesuai standar medis atau kesehatan oleh petugas gugus tugas Covid-19 Provinsi NTT yang dibantu personil Korem 161/Wirasakti.*