Prabowo Ungkap Alutsista Mahal Bikin Pemerintah Dilema
Foto Instagram/@prabowo

Dawainusa.comPrabowo Subianto mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia berhadapan dengan persoalan mahalnya alutsista.

Menurut Menteri Pertahanan RI itu, mahalnya alutsista membuat pemerintah dilema antara memilih menciptakan kesejahteraan atau menjaga pertahanan negara.

Dilansir dari TribunNews, Kamis (22/4/2021), hal itu diungkapkan langsung oleh Prabowo saat konferensi pers terkait hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di Badung, Bali.

Baca jugaTNI Minta Bantuan Australia Cari KRI Nanggala 402

Prabowo Sebut Alutsista Sangat Mahal

Dalam konferensi pers tersebut, Prabowo mengungkapkan alutsista di bidang pertahanan bisa dibilang sangat mahal.

“Alutsista di bidang pertahanan memang cukup mahal, bahkan bisa saya katakan sangat mahal. Karena itu pimpinan negara selalu dihadapkan dengan dilema.”

“Harus mengutamakan pembangunan kesejahteraan tapi menjaga kemampuan pertahanan supaya kedaulatan kita tidak diganggu,” kata Prabowo dikutip dari tayangan Live Breaking News, Kompas TV, Kamis (22/4/2021).

Menanggapi hal tersebut, Prabowo menyebutkan bahwa presiden telah memerintahkannya untuk menyusun suatu master plan.

Bersama pimpinan TNI, Prabowo akan membuat suatu master plan 25 tahun.

Prabowo dan Panglima TNI
Foto Instagram/@prabowo

Baca jugaKabareskrim Ungkap Paspor Jozeph Paul Zhang Bakal Dicabut Imigrasi

Master plan tersebut, nantinya akan memberikan totalitas kemampuan pertahanan.

“Karena itu presiden pernah memerintahkan saya satu tahun yang lalu. Untuk bersama-sama pimpinan TNI menyusun suatu master plan.”

“Beliau menghendaki suatu rencana induk 25 tahun yang memberi kepada kita satu totalitas kemampuan pertahanan,” terang Prabowo.

Hingga kini, Prabowo masih mencoba merampungkan dan memperbaiki master plan tersebut.

Rencananya, dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan, akan bisa rampung dan bisa disampaikan kepada presiden.

“Ini sedang kita rampungkan, kita sedang menyusun, kita sedang memperbaiki. Insyaallah dalam 2-3 minggu ini kita akan bersama dengan Panglima TNI dan Kepala Staff akan kita rampungkan dan kita sampaikan kepada bapak presiden,” sambungnya.

Komisi I DPR Sebut Alutsista TNI Perlu Peremajaan

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Komisi I DPR RI menyampaikan keprihatinannya atas musibah tenggelamnya KRI Nanggala-402 yang hilang kontak saat latihan di Perairan Bali pada Rabu (21/4/2021) kemarin.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto menilai, insiden itu menunjukkan bahwa alat utama sistem persenjataan (alutsista) perlu peremajaan.

“Lagi-lagi ini adalah sinyal jelas bahwa TNI kita khususnya alutsista perlu peremajaan,” kata Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI itu menilai, alutsista di TNI Angkatan Laut, Darat maupun Udara banyak yang sudah berumur.

Menurutnya, sebaik apapun perawatan terhadap alutsista yang sudah berumur, tetap berisiko tinggi saat digunakan.

“Ini kebijakan besar, DPR ingin melihat TNI yang kuat, jadi saudara Menhan, Panglima TNI dan para kepala staf hendaknya duduk bareng dengan Menkeu dan tentu Bapak Presiden untuk merumuskan kita mau apa,” ucapnya.