Prabowo Subianto Sebut Kekayaan Indonesia Banyak Diambil Asing

Prabowo Subianto Sebut Kekayaan Indonesia Banyak Diambil Asing

JAKARTA, dawainusa.com Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan, banyak kekayaan Indonesia yang diambil oleh pihak asing. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra itu saat pertemuan bersama bacaleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) di Grand Paragon, Jakarta, Minggu (16/9).

Situasi yang demikian, kata Prabowo, membuat rakyat merasa khawatir karena segala potensi yang menentukan masa depan Indonesia telah terancam. “Rakyat tenang atau khawatir dengan masa depan mereka? Khawatir, bahwa rakyat sudah sadar kekayaan Indonesia tak ada di Indonesia,” ujar Prabowo.

Baca juga: Mengintip Penyebab Melemahnya Rupiah atas Dolar AS

Prabowo menyindir, dominasi asing dalam menguasi aset-aset vital Indonesia disebabkan karena Indonesia terlalu baik terhadap negara lain. Bahkan ia mengatakan, orang-orang Indonesia terlalu baik menjadi manusia.

“Aneh ya? memang sifat kita, DNA kita adalah demikian. Kita dibesarkan oleh guru-guru, Ustaz-Ustaz kita yang selalu berbuat baik,” ungkapnya.

Ia kemudian mengatakan, seharusnya Indonesia tidak diajarkan tentang pengetahuan salah-benar, melainkan mempelajari menang-kalah seperti yang terjadi di luar negeri.

“Ini bangsa kita, Profesor-profesor kita yang diajarkan di kampus adalah knowledge, salah atau benar. Ternyata di luar-luar lain ada bangsa-bangsa yang mengajarkan bukan salah benar tapi yang diajarkan menang atau kalah,” katanya.

Prabowo Subianto juga Sebut Penggunaan Utang Tidak Tranparan

Prabowo Subianto pada kesempatan yang sama mengatakan, Indonesia saat ini memiliki banyak utang. Semakin memprihatinkan, kata Prabowo, pinjaman Indonesia dalam jumlah yang besar itu tidak jelas peruntukannya untuk kemajuan bangsa.

“Yang tinggal di Indonesia adalah utang-utang yang menurut saya patut dipertanyakan. Kemana penggunaan utang-utang itu?” kata Prabowo.

Baca juga: Fadli Zon Klaim Sri Mulyani Pasti Kalah Berdebat Soal Utang

Ia menambahkan, di fakultas ekonomi yang ada di Indonesia, juga tidak diajarkan bagaimana cara mengemplang atau menghindari keharusan membayar utang dari bank. Sebab menurut Prabowo, ketiadaan cara untuk itulah membuat orang sengaja mengemplang utang.

“Ada orang-orang yang sengaja mengemplang utang. Proyek dibangun bukan untuk berhasil tapi untuk mencuri uang rakyat. Jadi, karena kelengahan kita semua jangan kita mencaci maki. Sekian puluh tahun kita terlalu baik. Akhirnya bank-bank kita dalam kondisi yang tidak aman,” katanya.*