Prabowo Subianto Sampaikan Permintaan Maaf Soal Tampang Boyolali

Prabowo Subianto Sampaikan Permintaan Maaf Soal Tampang Boyolali

JAKARTA, dawainusa.com – Capres Prabowo Subianto tidak menyangka pidatonya terkait ‘tampang Boyolali ‘ mendapat protes dari masyarakat setempat. Terhadap ucapannya tersebut, masyarakat Boyolali melakukan menggelar aksi demonstrasi. Mereka juga menuntut dan menolak kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Prabowo Subianto menyampaikan permintaan kepada seluruh masyarakat Boyolali atas pidatonya tersebut. Ia menegaskan, pidatonya itu tidak bermaksud untuk menghina apalagi menyingggung warga Boyolali. Menurutnya, konteks pembicaraanya sebagai seorang keluarga yang hadir pada saat itu.

“Cara saya kalau bicara falimilier, istilahnya mungkin bahasa sebagai seorang teman. Audiens pada waktu itu enggak terlalu besar paling hanya 400-500an orang, kader dari partai koalisi, peresmian kantor pemenangan,” kata Prabowo di Jakarta, Rabu (7/11).

Baca juga: Sebut Prabowo Asu, Bupati Boyolali Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Permintaan maaf kepada masyarakat Boyolali ini dalam bentuk Vlog dan disampaikan sendiri oleh mantan Danjen Kopassus tersebut. Setelah itu, Koordinator Juru Bicara Nasional pasangan Probowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunggah vlog itu di akun media sosial twitternya.

Konteks Pembicaraan Prabowo Subianto

Capres nomor urut dua ini menjelaskan konteks pembicaraannya saat menyampaikan pidatonya. Ia menegaskan bahwa pidatonya pada kesempatan tersebut berkaitan dengan kesenjangan ekonomi yang dialami oleh bangsa Indonesia. Hal ini ia tegas sesuai dengan kenyaataan Indonesia hari ini.

Kebijakan pemerintah untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat memang sudah dilakukan. Namun, Prabowo Subianto menjelaskan bahwa upaya pemerintahan Jokowi- Kalla belum memberikan kepuasan kepada masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih melebarnya kesenjangan ekonomi yang terjadi di masyarakat.

Baca juga: Aksi Bela ‘Tampang Boyolali’: Pesanan dari Jakarta

Terjadinya kesenjangan sosial yang makin melebar di tengah masyarakat Indonesia, jelas Prabowo, disebabkan karena pemerintah hanya fokus pada satu bidang kerja saja. Prabowo menyebutkan, pemerintahan Jokowi sedikit berhasil membangun infrastrukur di seluruh Indonesia. Namun, pemerintah masih lupa soal masalah ekonomi dan pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pidatonya yang menyentil soal tampang Boyolali memiliki durasi satu jam. Namun,video yang beredar di tengah masyarakat hanya dua menit. Karena itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memahami pidatonya secara keseluruhan.

Dengan mendengar secara keseluruhan isi pidato tersebut, kata Prabowo, setiap orang yang mendengar akan memahaminya. Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk memahami konteks saat ia menyampaikan pidatonya. Namun, ia dengan terbuka menyampaikan permintaan maaf apabila penggalan pidatonya dinilai salah.

“Kalau saya tampang Bojong Koneng terima kasihlah. Ya tapi kalau saya, maksud saya tidak negatif, tapi kalau ada yang merasa tersinggung saya minta maaf, maksud saya tidak seperti itu,” ucap Prabowo.

Pilpres Dirayakan Dengan Gembira

Ketua Umum Gerindra ini pun mengingatkan kepada seluruh masyarakat soal pelaksanaan pilpres 2019 mendatang. Menurutnya, pilpres merupakan suksesi kepemimpinan nasional yang mesti disambut dengan gembira oleh seluruh masyarakat. Masyarakat tidak boleh terbelah berdasarkan pilihan politiknya.

Ia mengakui bahwa masyarakat memiliki pilihan politik masing-masing untuk pilpres 2019 mendatang. Perbedaan pilihan ini tidak terlepas dari kebebasan masyarakat untuk menyalurkan haknya politiknya. Hal ini, tambah Prabowo, telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar dalam negara demokrasi.

Baca juga: Gara-gara ‘Tampang Boyolali’ Prabowo Subianto Dipolisikan

Namun, ia menegaskan, perbedaan pilihan politik bukan menjadi alat untuk saling adu kekuatan. Masyarakat perlu diberi pendidikan politik secara terus menerus. Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak terjebak dalam konflik kepentingan di pilpres.

Setelah ditetapkan secara resmi oleh KPU sebagai peserta pilpres,Prabowo menentukan cara baru dalam mengajak masyarakat untuk mengikuti ajang lima tahunan ini. Ia menegaskan bahwa pilpres ini harus dirayakan dengan santai tetapi fokus. Dengan demikian, masyarakat tetap merasa bahagia menyalurkan hak-hak demokrasinya.

“Kalau kita enggak boleh melucu, seloroh, joking, enggak boleh bercanda, ya bosen tidurlah nanti semua capek, mereka kasihan, saya kira begitu maksud saya,” pungkasnya.*

COMMENTS