Prabowo-Sandi Beberkan Tiga Strategi Kalahkan Jokowi di Pilpres

Prabowo-Sandi Beberkan Tiga Strategi Kalahkan Jokowi di Pilpres

JAKARTA, dawainusa.com Sejak 23 September lalu masa kampanye Pilpres sudah dimulai. Artinya, masing-masing capres dan cawapres diperbolehkan untuk melakukan kampanye yang akan berlangsung sampai 13 April 2019.

Mengisi masa-masa kampanye, masing-masing capres dan cawapres tentu sudah mempunya strategi sebagai senjata ampuh untuk memenangkan kontestasi.

Baca juga: Beberapa Kebiasaan Jokowi yang Dilarang Selama Masa Kampanye

Capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno misalnya, sudah secara terang-terangan membeberkan beberapa strategi untuk mengalahkan poros petahana.

Seperti apa strategi pasangan ini, berikut ulasannya seperti dilansir Merdeka.com, Rabu (26/9).

Strategi Kalahkan Jokowi di Pilpres

1. Pakai strategi “sapu lidi”

Salah satu strategi yang bisa dimainkan poros oposisi dalam kontestasi kali ini adalah menggunakan filosofi “sapu lidi”. Maksudnya, seluruh timses, relawan dan simpatisan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno harus bekerja sama agar tak mudah retak.

“Kita akan bekerja keras, mengandalkan akar rumput, dukungan dari bawah, kita akan memakai filosofi sapu lidi, kalau lidi satu lemah, gampang dipatahkan,” kata Prabowo.

Prabowo juga mengatakan, kalau semua timses Prabowo-Sandi harus bekerja jujur dan ikuti aturan main yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

2. Menarget suara millenial

Pada Pilpres 2019, suara millenial cukup besar. Untuk pemilih baru saja, jumlahnya diperkirakan mencapai 6 juta. Karena itu, pasangan Prabowo-Sandi akan menggarap segmen suara millenial.

Menurut Sandiaga Uno, sosok Prabowo saat ini adalah sosok yang asyik dan sangat cair. Dia juga mengatakan kalau sosok “The New Prabowo” bisa menggaet hati para millenial.

“Prabowo itu orangnya asyik, the new Prabowo yang kita selalu bilang sekarang orangnya sangat cair, sangat mendengar, menghormati,” kata Sandiaga.

3. Melakukan blusukan ke pasar-pasar

Strategi ini sudah sering dilakukan oleh Sandiaga Uno. Ia kerap kali melakukan blusukan ke berbagai daerah, termasuk pasar-pasar.

Sandiaga juga akan bertemu dengan para ibu atau “emak-emak” dan menanyakan harga barang. Sering kali emak-emak ini curhat dengan Sandi tentang mahalnya kebutuhan pokok.

Menurut Sandi, kondisi ekonomi menjadi perhatian emak-emak saat ini. Inilah kesempatan mereka untuk mencuri hati para ibu dengan mengusung isu ekonomi.*