Potensi Kopi Lokal Tinggi, Ini Rencana Gubernur NTT

Potensi Kopi Lokal Tinggi, Ini Rencana Gubernur NTT

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan, pihaknya akan mendorong industri pengolahan kopi lokal.

Dawainusa.com – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan, pihaknya akan mendorong industri pengolahan kopi lokal.  Hal ini tidak lepas dari besarnya hasil kopi yang ada di Provinsi NTT.

Menurut Viktor, hasil perkebunan berupa kopi terbilang sangat tinggi. Namun, potensi ini belum dimaksimalkan secara baik selama beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi alasan bagi pemprov untuk mendorong industri pengolahan kopi lokal.

“Kita mempunyai banyak hasil kopi lokal, tetapi masih jarang sekali industri pengolahan kopi yang kita miliki di sini,” kata Viktor di Kupang, Senin(25/03/2019)

Baca juga: AHY: Tenaga Honorer Kurang Diperhatikan Selama Masa Jokowi

Pada kesempatan ini, Viktor juga menyampaikan pentingnya Industri kopi di NTT. Industri kopi akan membantu petani kopi dalam meningkat harga hasil kopinya. Rencana ini juga akan membuka lapagan kerja baru bagi masyarakat.

Selama ini, lanjut Viktor, rakyat NTT cenderung memilih untuk menjadi tenaga kerja asing. Pilihan ini memang tidak salah karena kekurangan lapangan kerja yang ada. Namun, ia tegaskan, industri kopi akan menyerap banyak tenaga kerja lokal.

Kopi NTT Cita Rasa Tinggi

Lebih lanjut Viktor menjelaskan, kopi lokal NTT memiliki cita rasa yang tinggi. Kopi ini juga mampu bersaing sampai tingkat internasional. Namun, hingga kini, potensi seperti belum dimaksimal dengan baik.

Ia menambahkan, pulau Flores menjadi primodona dalam menghasilkan kopi lokal. Potensi penghasil ada di tiga kabupaten yakni Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Ketiga kabupaten ini dapat menghasilkan kopi hingga 7000 ton ke luar NTT.

“Tapi kita sendiri tidak ada tempat pengolahan kopi yang baik, yang betul-betul enak di NTT,” jelasnya.

Baca juga: Siti Zuhro: Keberadaan DPD Telah Menyimpang dari Tujuan Awal

Viktor membandingkan daerah lain yang mempunyai industri lokal untuk pengolahan kopi. Daerah Jawa misalnya, kopi petani diolah sendiri sehigga nilai jual bertambah. Sementara di NTT, petani hanya menjual kepada pengusaha dengan harga yang sangat murah.

Kopi lokal NTT, lanjut Viktor, mesti dibuat menarik agar mengundang pembeli.Jumlah penikmat kopi yang semakin tinggi bisa menjadi pasar baru untuk tempat pemasaran. Karena itu, pemporv mendorong industri yang betul memiliki ciri khas kopi lokal asal NTT.

Buka Peluang Usaha Bagi Masyarakat

Keberadaan kopi lokal dengan kualitas baik, membawa peluang yang begitu besar. Kuncinya, menurut Viktor, kreativitas pemerintah bekerja sama dengan masyarakat. Masyarakat juga harus peduli dengan niat baik pemerintah.

Sebagai contoh, hingga kini di kupang belum ditemukan industri pengolaha kopi. Padahal, kupang merupakan kota provinsi dengan peluang usaha cukup tinggi.

Ini mesti diorong agar masyarakat melihat keadaan sebagai peluang untuk membuka usaha kecil dan menengah.

“Karena ini merupakan peluang besar kita, kalau kita kelola secara baik maka bisa menyerap tenaga kerja kita, ekonomi kita jalan,” jelas Viktor.

Baca juga: Bawaslu Segera Bentuk Tim Patroli Awasi Masa Tenang

Ia menegaskan, pemerintah provinsi akan berusaha mendorong masyarakat untuk membuka sentra-sentra UMKM. Selain itu, pemprov juga akan membuka peluang dengan skala yang lebih besar. Karena UMKM saja tidak cukup, usaha besar menyerap tenaga kerja lokal.

Terhadap rencana ini, ia berharap, masyarakat ikut serta untuk memberikan dukungan. Niat baik pemerintah provinsi tanpa dukungan masyarakat,pasti tidak berjalan dengan baik. Pemerintah daerah kabupaten dan kota perlu bersinergi agar pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat.*

COMMENTS