Politikus Golkar yang Akan Gantikan Idrus Sebagai Menteri Sosial

Politikus Golkar yang Akan Gantikan Idrus Sebagai Menteri Sosial

JAKARTA, dawainusa.com – Politisi partai Golkar yang juga ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan jabatan Idrus Marhan sebagai Menteri Sosial akan digantikan oleh politisi partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Ya confirm. Barusan saya telepon ketua umum. Semoga tidak ada perubahan,” ujar Bambang di Jakarta Jumat (24/8).

Agus Gumiwang merupakan anak dari politikus senior Golkar Ginandjar Kartasasmita. Agus juga merupakan anggota DPR dari periode periode 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019. Ia saat ini juga menjabat sebagai bendahara umum Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin.

Baca juga: Dinamika Jelang Pilpres, dari Lomba Renang hingga Lomba Baca Alquran

Nama Agus dipilih untuk mengisi jabatan Mensos karena usulan yang disodorkan oleh sejumlah faksi di internal Golkar yang kemudian disampaikan ke Presiden Jokowi. Rencananya, Agus Gumiwang akan dilantik di Istana Merdeka, hari ini pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya Idrus Marham resmi mundur dari posisi Menteri Sosial. Alasannya, ia ingin fokus menghadapi kasus hukum yang menyeret-nyeret namanya.

“Saya sudah sampaikan ke Bapak Presiden pengunduran diri,” kata Idrus Marham di Istana Kepresidenan, Jumat (24/8).

Gumiwang Kartasasmita

Gumiwang Kartasasmita (Foto: ist)

Mundur dari Kepengurusan Partai Golkar

Selain mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial, Idrus Marham juga mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Golkar. Ia mundur dari jabatannya sebagai Koordinator bidang Kelembagaan Partai Golkar.

“Saya sudah kirimkan surat ke Ketum DPP Partai Golkar Pak Airlangga Hartarto, intinya, hal yang sama,” ujar Idrus.

Idrus menegaskan, langkah ini ia ambil untuk menyelamatkan partai golkar sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan organisasi.

Baca juga: Inilah Permintaan Presiden Jokowi yang Menuai Polemik di Level Elit

Idrus sebelumnya sudah beberapa kali diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau, Rabu (15/8).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai tersangka kasus suap. Eni ditangkap saat berada di rumah Idrus Marham.

Politisi Golkar itu diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta yang merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Fee tersebut diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Diduga, suap diberikan agar proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1 berjalan mulus.

Jabatan Idrus Sebagai Menteri Sosial

Setelah resmi mengundurkan diri, jabatan Idrus sebagai Menteri Sosial hanya berlangsung selama 7 bulan.Ia dilantik Presiden Joko Widodo pada 17 Januari 2018. Idrus menggantikan Mensos sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa, yang mundur karena berlaga di Pilgub Jatim 2018.

Idrus saat itu dilantik di Istana Negara, Jakarta bersama Moeldoko yang menjadi Kepala Staf Presiden (KSP), dan Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Jokowi mengatakan pilihannya menunjuk Idrus karena kecocokan.

Baca juga: Beberapa Strategi Mengejutkan Sandiaga Uno di Pilpres 2019

“Ya karena cocok saja,” jawab Jokowi usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat,Rabu (17/1).

Sebelum menjabat Mensos, Idrus adalah Sekjen Golkar dengan masa jabatan terlama. Dia menjabat sekjen sejak kepemimpinan Aburizal Bakrie (Ical) selama dua periode.

Idrus tetap setia menjabat sekjen di bawah komando Setya Novanto. Idrus Marham dulu pernah berseberangan dengan Jokowi. Ia menjadi koordinator Koalisi Merah Putih di Pilpres 2014. Ketika Golkar mendukung Jokowi, Idrus akhirnya masuk kabinet.