Dawainusa.com —¬†Dua orang polisi dari Kepolisian Resort Jakarta Barat mengungkapkan detik-detik penangkapan Vanessa Angel tatkala kedapatan memiliki 20 butir pil Xanax.

Adalah Sunardi dan Budi Nugroho, dua perwira Polisi yang pada 16 Maret 2020 lalu menangkap Vanessa Angel di kediamannya di Kembangan, Jakarta Barat.

Dalam persidangan kasus narkoba yang menjerat Vanessa Angel yang digelar di PN Jakarta Barat, Senin (7/9), kedua anggota Polres Jakbar itu mengatakan bahwa pada mulanya polisi menerima informasi adanya seorang public figure yang menggunakan pil Xanax.

Mendengar laporan tersebut, Sunardi dan Budi beserta empat polisi lainnya langsung bergerak untuk mendatangi kediaman figur publik yang diketahui bernama Vanessa Angel.

Ketika tiba di rumah Vanessa Angel, terlapor belum berada di tempat karena sedang keluar.

Lantas, Polisi menunggu di depan rumah. Ketika terlapor dan keluarga kembali dari sebuah acara, barulah polisi masuk ke rumah dan memeriksa kamar dan aksesoris sang artis.

Sunardi dan Budi disebutkan memasuki rumah Vanessa Angel, tetapi keempat polisi lainnya berada di halaman rumah saja.

“Pada saat itu pas ke lokasi, rumah beliau (Vanessa) belum ada (Venessa dan keluarganya). Mereka ada acara. Pas kita lihat mobilnya datang, mereka masuk ke dalam (rumah), baru kita (polisi) ketemu suaminya, Bu Vanessa keluar mempertanyakan (maksud kedatangan polisi). Lalu Vanessa mempersilakan masuk ke dalam rumah, saya dan Budi (anggota Polres Jakbar),” ujar Sunardi kepada majelis hakim, melansir Detik.com.

Baca juga: Tak Pakai Bra Saat Hamil, Ini Komentar Vanessa Angel

Polisi Temukan 20 Butir Pil Xanax Milik Vanessa Angel

Sunardi menceritakan bahwa dalam pemeriksaan di kediaman Vanessa Angel, ia dan Budi yang sampai masuk ke kamar sang artis yang berada di lantai 2.

Penggeledahan itu disaksikan oleh terlapor, orang tua, suami, dan sekuriti perumahan. Ketika digeledah, ditemukan 15 butir pil Xanax di dalam laci kamarnya.

Vanessa pun mengakui kepemilikan pil Xanax tersebut seraya memperlihatkan bukti resep obat dari sebuah rumah sakit di Cinere, Depok, Jawa Barat.

“Ada izin dokter Rumah Sakit Cinere dan bukti pembayaran,” kata Sunardi.

Sementara itu, 4 polisi lainnya menggeledah mobil Vanessa di halaman rumah.

Dalam penggeledahan itu, mereka menemukan 5 butir pil Xanax di dalam tas yang berada di mobil Vanessa. Tas tersebut milik Vanessa.

Sunardi menjelaskan bahwa 5 butir pil tersebut diberikan oleh seorang rekannya yang bernama Abdul Malik di Surabaya.

Abdul Malik sendiri adalah pengacara Vanessa saat menghadapi kasus prostitusi online di Polda Jawa Timur pada 2018 lalu.

Akhirnya, polisi pun membawa Vanessa, suaminya Febri Adriansyah alias Bibi; dan temannya bernama Chintya, ke Polres Jakarta Barat.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 20 butir pil Xanax, bukti pembayaran, resep dokter, dan ponsel Vanessa.

Berdasarkan surat hasil pemeriksaan laboratorium dari pusat laboratorium Badan Reserse Kriminal Polri, sejumlah bungkus pil Xanax milik Vanessa tersebut mengandung alprazolam dan terdaftar dalam golongan IV nomor urut 02 lampiran Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 49 Tahun 2018 tentang perubahan penggolongan psikotropika dalam lampiran UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika.

Vanessa Angel akhirnya didakwa terkait kepemilikan 20 pil Xanax oleh jaksa penuntut umum Kejari Jakarta Barat. Vanessa Angel diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika, jo Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 49 Tahun 2018 tentang perubahan penggolongan psikotropika dalam lampiran UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika,” kata jaksa penuntut umum Kejari Jakbar, Senin (31/8).

Sementara itu, berdasarkan Pasal 62 UU Nomor 5/1997 tentang psikotropika, perbuatan terdakwa diancam pidana maksimal 5 tahun penjara.

“Tanpa hak menyimpan, memiliki bisa dipidana, ada ancaman hukumannya. Jadi, bukan resep palsu dan dokter beri keterangan bahwa salah satu dulu ada resep, itu yang diberikan dan ada di tangan VA itu berbeda. Yang satu di resep dokter itu 0,5 mg, (sedangkan) yang kami sita dari Saudari VA 1 mg,” kata Kompol Ronaldo, 9 April lalu.

Untuk diketahui Xanax merupakan salah satu psikotropika golongan IV yang berfungsi sebagai obat penenang. Ini termasuk golongan alprazolam yang disalahgunakan.

Xanax mudah menyebabkan ketergantungan apalagi bagi mereka yang sering mengkonsumsi alkohol dan narkoba.*