Soal Kasus Kerumunan di Petamburan, Polisi Tetapkan Rizieq Shihab Sebagai Tersangka
Foto Instagram/@rancakbana75

Dawainusa.com – Kasus kerumunan di Petamburan yang melibatkan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab kini sedang dalam proses hukum.

Polda Metro Jaya telah menetapkan pemimpin FPI itu sebagai tersangka dalam kasus kerumunan yang terjadi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, 14 November 2020 lalu.

“Dari hasil gelar perkara menyimpulkan ada enam yang ditetapkan sebagai tersangka. Yang pertama sebagai penyelenggara saudara MRS sendiri. Disangkakan Pasal 160 dan 216 (KUHP),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis (10/12/2020), dikutip dari Kompas.com.

Baca jugaAnaknya Menderita Penyakit Serius, Perjuangan Penjual Es Ini Viral di Medsos

Rizieq Shihab Bersama Lima Orang Lainnya 

Dalam kasus kerumunan yang terjadi di Petamburan, tidak hanya Rizieq yang ditetapkan sebagai tersangka.

Selain Rizieq Shihab, lima lainnya yang ditetapkan tersangka yakni Ketua Panitia Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq  berinisial HU, Sekretaris Panitia berinisial A, dan penanggung jawab bidang keamanan, MS.

Selain itu, adapun dua orang lainnya yakni penanggung jawab acara, SL dan kepala seksi acara, HI.

“Enam orang ini kita tingkatkan dari saksi sebagai tersangka,” kata Yusri.

Yusri menegaskan bahwa penetapan tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara kasus pelanggaran protokol kesehatan tersebut yang berlangsung pada Selasa (8/12/2020).

“Selasa kemarin sekitar tanggal 8 Desember, tim penyidik krimum Polda Metro Jaya telah menggelar perkara tentang tindak pidana kekarantinaan kesehatan dan juga pelanggaran 160 KUHP pada saat acara akad nikah putri dari MRS,” katanya.

Diketahui, kerumunan yang ditimbulkan dalam acara Rizieq di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berbuntut panjang.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya karena dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan.

Tidak hanya itu, Polda Metro Jaya juga memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dimintai klarifikasi.

Pemanggilan juga dilakukan terhadap Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Camat Tanah Abang Yassin Pasaribu, Kepala KUA Tanah Abang, Bhabinkamtibmas, serta perangkat RT dan RW terkait.

Polda Metro pun melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap panitia Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq hingga Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.*