Dawainusa.com — Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar telah diperiksa Polisi terkait perkara korupsi yang melibatkan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Mantan jaksa itu diperiksa Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus pidana korupsi Bank Bali 2000-2009, Kamis (13/8) lalu.

Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam sebuah pernyataan pers, seperti diberitakan Tempo.co, Kamis (20/8).

Argo menyebutkan bahwa pemeriksaan terhadap Antasari Azhar (AA) dalam kasus Djoko Tjandra guna mendalami perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

“AA dimintai keterangan terkait penyelidikan dugaan permasalahan hukum JST, khususnya tentang latar belakang permasalahan,” ujar Argo.

Kabar adanya pemeriksaan ini sebelumnya terlihat dari surat pemanggilan pemeriksaan Nomor B/PK-257/VIII/RES.3.3/2020/Tipikor yang ditujukan untuk AA.

Informasi tersebut kemudian diklarifikasi oleh Argo yang mengatakan bahwa AA telah diperiksa pekan lalu. “Iya (AA) diperiksa sebagai saksi,” katanya.

Baca Juga: Tersangka Jaksa Pinangki Ditahan Terkait Kasus Djoko Tjandra

Antasari Azhar Jadi JPU dalam Kasus Djoko Tjandra

Antasari Azhar diketahui pernah menjadi jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus yang menjerat Direktur Utama PT Era Giat Prima Djoko Tjandra.

Dalam perkara itu, ia mendakwa Djoko Tjandra karena telah melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus Bank Bali pada tahun 2000.

Fakta-fakta menunjukkan, pemindahbukuan dari rekening bendaharawan negara ke Bank Bali berdasarkan penjaminan transaksi PT BDNI terhadap Bank Bali, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp904.642.428.369.

Djoko Tjandra pun dituntut hukuman 1 tahun 6 bulan atau 18 bulan penjara.

Djoko juga dituntut membayar denda sebesar Rp30 juta subsider enam bulan kurungan, serta harus membayar biaya perkara sebesar Rp7.500.

Uang Rp546 miliar milik PT Era Giat Prima yang berada di escrow account Bank Bali diperintahkan agar dikembalikan pada negara.

Baca JugaTerungkap, Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto yang Berujung Laporan Polisi

Polisi Tangani Dua Perkara dalam Kasus Bank Bali

Polri menangkap Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020. Melalui bantuan Polisi Diraja Malaysia, Djoko Tjandra ditangkap di apartemen pribadinya di Malaysia.

Djoko Tjandra merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung.

Dalam kasus ini, Bareskrim Polri menangani dua kasus berbeda. Pertama, Polri menangani kasus pelarian Djoko Tjandra termasuk perihal surat jalan palsu.

Dalam kasus ini, penyidik menetapkan Djoko Tjandra, Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo, serta Anita Kolopaking sebagai tersangka.

Untuk kasus kedua, Bareskrim Polri melakukan penyidikan terhadap dugaan suap terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Dalam kasus ini, Djoko Tjandra dan Prasetijo juga berstatus tersangka. Dua tersangka lainnya adalah Irjen Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi.*