dawainusa.com Kata kunci ‘Polisi India’ sempat menjadi trending topic di Twitter Indonesia pada Jumat (24/4) kemarin.

Tren tersebut dipicu oleh beredarnya video yang menunjukkan cara kocak polisi India mencegah masyarakat yang bandel dan masih pergi ke luar rumah di masa lockdown.

Baca juga: “Terima dia sebagai saudara kita yang telah sembuh”

Video tersebut bisa disebarluaskan oleh banyak akun hingga viral, salah satunya @CeztMois yang disukai hingga ratusan orang.

Video tersebut dibuat oleh Kepolisian Tamil Nadu di India. Terlihat dalam video beberapa polisi menghentikan warga di jalan raya yang berbonceng motor bertiga tanpa helm dan masker.

Warga yang bandel ini lalu diajak untuk masuk ke dalam sebuah ambulans yang parkir di pinggir jalan. Di dalamnya, ada seorang aktor yang berpura-pura jadi pasien Covid-19, lengkap dengan masker dan baju APD.

Warga pun kaget namun tetap diseret untuk masuk ke dalam ambulans lalu dikunci dari luar. Mereka terlihat panik ketakutan, ada yang mencoba untuk melompat keluar melalui jendela.

Video Polisi India, Sekedar Parodi

Tentu video polisi India ini bukanlah peristiwa yang benar terjadi, melainkan merupakan parodi yang tujuannya adalah untuk membuat warga India kapok menghiraukan peraturan lockdown, ke luar rumah tanpa mengenakan masker dan tidak melakukan physical distancing.

Video ini membuat banyak warganet tertawa dan mengapresiasi upaya pencegahan dengan cara positif yang dilakukan polisi India.

Baca juga: Gubernur Viktor Laiskodat Soal NTT Bebas Kasus Positif Covid-19

Ini bukan kali pertama polisi India menggunakan cara kocak menakut-nakuti warganya mengenai bahaya Covid-19. Pada akhir Maret lalu, polisi di India menggunakan helm yang dibentuk seperti virus korona sambil berpatroli.

Saat ini, sebanyak 1,3 miliar penduduk India masih berada dalam lockdown sejak 25 Maret lalu hingga 3 Mei mendatang, dan dikabarkan akan diperpanjang karena jumlah kasus Covid-19 terus meningkat.

Hingga hari ini, India telah melaporkan lebih dari 23 ribu kasus positif Covid-19 yang menyebabkan sedikitnya 720 kematian.

Menurut kalian apakah polisi Indonesia perlu melakukan ini juga? Yuk share di kolom komentar!*