Polisi Beberkan Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Polisi Beberkan Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

JAKARTA, dawainusa.comKasus pembunuhan keji yang dialami keluarga Diperum Nainggolan (38) beserta istri, dan dua anaknya menuai titik terang. Polisi telah berhasil menangkap sang pelaku Haris Simarmata (30).

Penyidik Polda Metro Jaya membeberkan kronologis pembunuhan yang terjadi di Kota Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (14/11) itu.

Melansir Antara, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, mengatakan, awalnya tersangka Haris diminta datang ke rumahnya Diperum pada Senin (12/11) malam.

Baca juga: Sebelum Tewas Terbunuh, Sarah Mengeluh Tangannya Bau Amis

Tiba di rumah, Haris sempat berbincang dengan Diperum dan istrinya Maya Boru Ambarita (37). Kemudian keluarga korban tidur di kamar.

Saat itu, Haris yang mengaku sakit hati karena sering dihina dan marahi langsung ke belakang rumah tempat menyimpan perabotan dan perkakas.

Argo menyebutkan, tersangka mengambil linggis yang dipukulkan kepada pasangan suami istri Diperum dan Maya. Kemudian, kedua anak korban yang berada di kamar terbangun menanyakan sesuatu namun tersangka menyampaikan kedua orang tuanya sakit.

Haris sempat membawa kedua anak korban yakni Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) kembali ke kamarnya. Bahkan tersangka menidurkan bocah tersebut namun akhirnya Haris mencekik leher kedua anak itu hingga meninggal dunia.

Sebelum Tewas Terbunuh, Sarah Mengeluh Tangannya Bau Amis

Tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi – INews

Sempat Melarikan Diri

Usai membunuh, Haris melarikan diri menggunakan kendaraan yang ada di rumah korban menuju kosan di Cikarang Bekasi Jawa Barat, Selasa (13/11) dinihari.

Haris menyimpan mobil di kosan tersebut lalu kabur menuju kaki Gunung Guntur Garut Jawa Barat yang menjadi pelarian terakhirnya sebelum ditangkap anggota Polda Metro Jaya, Rabu (14/11) malam.

Baca juga: Terungkap! Ini Sosok Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi

Petugas menemukan barang bukti berupa kunci mobil, uang tunai, pakaian korban, serta pakaian pelaku, noda darah pada mobil, dan lainnya.

Dari hasil penyidikan, Argo mengungkapkan Haris yang juga masih keluarga dari istri korban Diperum itu melakukan aksi kejahatan seorang diri.

Haris terancam hukuman mati. Haris terjerat pasal berlapis karena sudah merencanakan untuk membunuh beberapa hari sebelum kejadian.

Diketahui, satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri yakni Diperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, serta dua anaknya, Sarah Boru Nainggolan, dan Arya Nainggolan ditemukan meninggal dunia akibat pembunuhan.

Para korban tergeletak di rumahnya Jalan Bojong Nangka RT 2 RW 7 Pondok Melati Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11) pagi.*

COMMENTS